Month: November 2015

Sistem Informasi Pabrik

Sistem Informasi Pabrik

Sistem Informasi Pabrik

Sistem Informasi yang ada di Pabrik. Sistem informasi yang digunakan untuk mengolah data-data informasi yang ada dalam pabrik. Dalam pabrik banyak sekali subbagian yang pengolahan datanya dapat menggunakan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi mempunyai tujuan agar pengolahan data dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Tujuan dari itu semua adalah agar penggunaan data setelah diproses melalui sistem informasi dapat digunakan untuk informasi berikutnya yang lebih berguna, misalkan sebagai data monitoring, data evaluasi dan juga data laporan.

Pabrik merupakan suatu bangunan industri besar di mana para pekerja mengolah benda atau mengawasi pemrosesan mesin dari satu produk menjadi produk lain, sehingga mendapatkan nilai tambah. Pabrik adalah tempat pengolahan barang atau produk dari bahan awal menjadi barang jadi atau produk jadi. Kebanyakan pabrik modern memiliki gudang atau fasilitas serupa yang besar yang berisi peralatan berat yang digunakan untuk lini perakitan. Pabrik mengumpulkan dan mengkonsentrasikan sumber daya: pekerja, modal, dan mesin industri.

Sistem Informasi Pabrik

Daftar bagian atau subbagian yang ada pada pabrik, yang seharusnya dan perlu menggunakan sistem informasi sebagai pengolahan datanya:

1. Sistem informasi produksi pabrik

Sstem informasi produksi

Sstem informasi produksi

Pada bagian produksi dapat menggunakan sistem informasi produksi. Sistem informasi produksi adalah merupakan sistem yang membantu mengolah data produksi. Data produksi yang dioleh meliputi, data hasil produksi, bahan produksi, jenis produksi dan karyawan atau pegawai produksi. Informasi penting dalam sistem informasi produksi pabrik yaitu, data produksi dapat secara langsung di pantau perhari perminggu, perbulan atau pertahun. Hal tersebut ditunukkan dengan fitur sistem informasi yang menghasilkan sebuah laporan produksi.

2. Sistem informasi kepegawaian / karyawan pabrik

Sistem informasi karyawan

Sistem informasi karyawan

Karyawan atau pegawai adalah bagian penting dalam pabrik. Untuk mengelola dan memanajemen itu semua, sistem informasi mampu memberikan informasi terbaik. Informasi yang dapat diberikan dan dikelola menggunakan sistem informasi yaitu informasi detail profil pegawai, jabatan, bagian dan informasi penting lainya.

3. Sistem informasi keuangan pabrik

Sistem informasi keuangan

Sistem informasi keuangan

Sistem yang berguna untuk mengelola data kuangan. Pengelolaan keuangan yang dilakukan misalnya pendapatan pabrik, penggunaan biaya-biaya dan anggaran oleh pabrik. SIstem informasi keuangan pabrik ini juga dapat di integrasikan dengan sistem informasi penggajian pabrik.

4. Sistem pendukung keputusan penerimanan karyawan pabrik

Penerimaan karyawan

Penerimaan karyawan

Ini adala sistem yang dapat digunakan untuk membantu penerimaan pegawai atau karyawan baru. Caranya  adalah dengan menggunakan kriteria atau variabel penilai penerimaan maka keputusan akan di dihasilkan berdasarkan penilaian yang lebih objektif. Biasanya sistem pendukung keputusan ini digunakan di bagian penerima karyawan atau HRD.

5. Sistem informasi monitoring pabrik

Sistem informasi monitoring

Sistem informasi monitoring

Sebuah sistem informasi yang digunakan untuk memonitor dan mengotor semua alur data pabrik dari satu bagian kebagian lainya. Tujuan monitoring ini adalah sebagai pemantauan aktivitas kinerja yang ada dalam pabrik.

6. Sistem informasi evaluasi 

Sistem informasi evaluasi

Sistem informasi evaluasi

Sistem ini dapat digunakan sebagai evaluasi atau nilai ukur keberhasilan dan kesuksesan suatu proses yang ada pada pabrik Sistem informasi evaluasi misalnya digunakan untuk mengaudit data produksi, audit atau evaluasi kinerja pegawai, audit keuangan dan audit manajemen pabrik.

Pabrik pengguna sistem informasi

  1. Pabrik kelapa sawit (PKS)
  2. Pabrik karet
  3. Pabrik gula
  4. Pabrik roti
  5. Pabrik textil
  6. Pabrik sepatu
  7. Pabrik Bola
  8. Pabrik perakitan motor / mobil
  9. Pabrik rokok
  10. Pabrik seng
  11. Pabrik Beton
  12. Pabrik Semen
  13. Pabrik Minyak Goreng
  14. Pabrik Sabun
  15. Pabrik Mie
  16. Pabrik Kertas
  17. Pabrik Plastik
  18. Pabrik Botol
  19. Pabrik Boneka
  20. Pabrik Tas
  21. Pabrik Aqua
  22. Pabrik Besi
  23. Pabrik Ban
  24. Pabrik Baja
  25. Pabrik Cat
  26. Pabrik CPO
  27. Pabrik Garam
  28. Pabrik Kaca
  29. Pabrik Keramik
  30. Pabrik Kopi
  31. Pabrik Karung
  32. Pabrik lem
  33. Pabrik Lampu
  34. Pabrik lilin

Demikian Sistem Informasi yang ada di Pabrik yang dapat digunakan untuk mengelelola data informasi mengenai pabrik. Jika Anda membutuhkan aplikasi atau software program sistem sesuai dengan kebutuhan pabrik Anda, silahkan hubungi kami pada no kontak HP atau BBM untuk informasi lebih lanjut.

Postingan berikutnya

  1. contoh sistem informasi pabrik

Menyimpan String di TXT File

Menyimpan String di TXT File. Tutorial kali ini sistemphp.com akan membagikan bagaimana cara agar string dapat disimpan dalam sebuah txt file. Sebenarnya bukan hanya string yang dapa disimpan pada file txt ini, Namun juga file integer.

Latar belakang

Saya membagian tutorial ini karena saya ada projek tentang sistem yang mengharuskan prosesnya menyimpan data dalam file notepad txt. Pada kasus ini tidak diperbolehkan menggunakkan sebuah tabel database untuk menyimpan data yang akan digunakan untuk proses selanjutnya. Dari itu, asumsi saya penyimpanan data menggunakan session atau kokies php. Namun untuk kasus ini saya sudah lakukan namun, terdapat kendala pada saat pres mengharuskan session tersebut akan dinamis sebagai sebuah array.

Untuk kasus tersebut saya coba dengan txt dan ternyata berhasil.

Tujuan

Untuk pengembangan yang dapat dilakukan tergantung studi kasus. Pada kejadian kasus yang saya alami, saya membentuk string dalam sebuah txt file menyadi array yang akan saya gunakan untuk membuat logika pada script saya. Lebih langkapnya sistem ini adalah sistem pakar yang prosesnya murni menggunakan php tanpa menggunakan tabel database. Pada awalnya ni merupakan hal baru, yang membuat baru adalah bagaimana memunculkan pertanyaan yang notabene harus menggunakan urutan dengan algoritma tertentu. Sesuai dengan metode yang digunakannya maka pertanyaan saya munculkan berdasarkan kode, solusi untuk menyimpan kode tersebut maka saya gunakan txt file tersebut sebagai penyimpan sementera.

Setalah data berhasil disimpan, selanjutnya tugas script ini adalah menghapus string yang ada di txt file. Jika variabel yang di butuhkan atau ditanyakan sudah selesai di eksekusi, atau dengan kata lain sudah menhgasilkan sebuah hasil akhir.

Script php


//contoh form 1

echo '<form action="aksi.php" method="POST" name="myForm" onsubmit="return validateForm()">
 <input type="hidden" value="'.$kd_gejala.'" name="kd_gejala">
 <input type="radio" value="ya" name="pilihan">YA
 <input type="radio" value="tidak" name="pilihan">TIDAK
 <input type="submit" name="submit">
 </form>';

//contoh form 2

echo '<form action="aksi.php" method="POST" name="myForm" onsubmit="return validateForm()">
 <input type="hidden" value="" name="">
 <input type="submit" VALUE="Konsultasi Lagi" name="tanya">
 </form>';

// minyimpan string

if(isset($_POST['submit']) ) {
 $kd_gejala = $_POST['kd_gejala'];
 $pilihan = $_POST['pilihan'];
 $file = 'log.txt';
 $current = file_get_contents($file);
 $current .= "$kd_gejala\n";
 file_put_contents($file, $current);

 $file2 = 'log2.txt';
 $current2 = file_get_contents($file2);
 $current2 .= "$pilihan\n";
 file_put_contents($file2, $current2);
 echo "<meta http-equiv='refresh' content='1;url='>";
 // menghapus string
}elseif(isset($_POST['tanya'])){
 $content = file_get_contents('log.txt');
 $content2 = file_get_contents('log2.txt');
 $content = ftruncate($content, 0);
 $content2 = ftruncate($content2, 0);
 file_put_contents('log.txt', $content);
 file_put_contents('log2.txt', $content2);
 echo "<meta http-equiv='refresh' content='1;url='>";
}

Proses menyimpan string di txt nya yaitu dengan menangap sebuah variabel yang dikirim dari form input, kemudian variabel dimasukan kedalam sebuah txt file yang sebelumnya di baca menggunaan fungsi php file_get_contents, fungsi tersebut adalah membaca file txt. Selanjutnya setelah file txt dibaca, variabel yang dikirim dimasukkan kedalam txt dengan menggunakan fungsi php file_put_contents, fungsinya adalah untuk meletakkan string. Pada kasus diatas saya beri “\n” agar string yang di input berupa baris.

Oke untuk proses hapus hampir sama file txt dibaca dengan fungsi file_get_contents terlebih dahulu,  kemudian setelah dibaca file txt isinya dihapus dengan fungsi ftruncate, pada contoh ditas terdapat angka 0 yang mana fungsinya untuk  merubah bit file txt menjadi kosong atau 0. Setelah string dihapus file di masukkan berupa string kosng menggunakan file_put_contents.

Pada contoh diatas saya menkseskusi 2 file txt. Nah selanjutnya bagaiman menampilkannya menjadi sebuah string yang sehingga dapat digunaan untuk proses selanjutnya. Caranya seperti berikut ini:


$array = explode("\n", file_get_contents('log.txt'))

$array2 = explode("\n", file_get_contents('log2.txt'))

Demikian tutorialnya semoga bermanfaat.

Sistem Pakar Penyakit Kambing

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kambing adalah sistem pakar yang digunakan untuk mendiagnosa dan menganalisis penyakit yang terjadi pada kambing. Latar belakang dikembangkan sistem pakar untuk membantuk meneyelsaikan masalah peternakan ini adalah agar sistem dapat membantu para peternak untuk dengan mudah dan cepat mengetahui penyakit yang terjadi pada kambing yang di peliharannya. Dengan demikian peternak tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya meskipun dengan harus berkonsultasi langsung pada pakar kambing. Dengan kata lain, cukup menggunakan aplikasi dan software berbasis web ini, peternak dapat langsung menangani kambing yang sedang sakit.

Sebelum membahas lebih lanjut, jenis kambing yang dapat diagnosa menggunakan program perangkat lunak ini yaitu:

  1. Kambing kacang
  2. Kambing Etawa (Jamnapari)
  3. Kambing Boer
  4. Kambing Jawarandu (Bligon, Gumbolo, Kacukan, Koplo)
  5. Kambing Peranakan Etawa
  6. Kambing Saanen
  7. Kambing Gembrong
  8. Kambing Samosir (Kambing Putih, Kambing Batak)
  9. Kambing Kosta
  10. Kambing Boerawa
  11. Kambing Muara
  12. Kambing Marica
  13. Kambing Domba

Kami juga melayani jasa pembuatan software dan aplikasi peternakan:

Sistem informasi peternakan kambing 

Sistem yang digunakan untuk manajemen peternakan kambing yaitu meliputi mengelola data kambing, jumlah indukan, jumlah jantan, anakan, penjualan dan data karyawan peternakan kambing dan data pembukuan lainya dan juga pelaporan manajemen peternakan kambing.

Fitur Sistem pakar penyakit Kambing

Fitur yanga dan dapat digunakan untuk membantu peternak melakukan analisis dan diagnosa panyakit yang terjadi dan di alami kambing meliputi:

1. Data master 

Data master merupakan data utama yang digunakan untuk pemrosesan data diagnosa penyakit kambing. Pada menu fitur ini terdapat beberapa submenu fitur berikutnya yaitu:

1.1 Admin (Pakar kambing)

Admin pakar kambing merupakan pengguna atau pemegang kendali utama atau kontrol sistem pakar penyakit kambing. Tugas admin adalah memantu hasil konsultasi, menambah pengguna, dan juga menghapus pengguna.

1.2. User (Pengguna Pakar kambing)

User pakar kambing merupakan user yang berkonsulatasi menggunakan sistem untuk membantu mencari tahu, penyakit apa yang sedang terjadi pada kambing yang di peliharannya. Selain berkonsultasi, penyakit kambing juga akan diberikan solusi untuk pengobatan atau pencegahannya.

1.3 Gejala (Gejala penyakit kambing)

Gejala penyakit kambing merupakan gejala yang ada pada setiap penyakit kambing. Nah penggunaan gejala ini untuk diagnosa berdasarkan penyakit yang dialami kambing.

2. Profil (Profil user)

Profil pada sistem pakar kambing adalah informasi detail pengguna user sistem pakar penyakit kamibing. Disini admin dan user dapat merubah dan memperbaharui detail user.

3. Tentang (Informasi sistem pakar penyakit kambing)

Tentang adalah informas tentang sistem pakar yang sedang digunaan. Info ini merupakan penjelasan mengenai fitur-fitur dan juga perbaikan-perbaikan yang ada pada sistem.

4. Petunjuk ( Petunjuk penggunaan sistem pakar penyakit kambing)

Petunjuk merupakan halaman informasi mengenai penggunaan dan cara-cara menggunakan sistem pakar penyakit kambing. Petunjuk ini berguna untuk membntu user yang belum pernah menggunakan sistem pakar, agar tidak mengalami kesulitan ketika akan menggunakan sistem.

5. Diagnosa (Analisis penyakit kambing)

Diagnosa penyakit kambing merupakan proses analisis yang dilakukan sistem pakar kambing dengan cara berinteraksi dengan user. Interaksi tersebut dilakukan dengan cara berkonsultasi berdasarkan gejala penyakit kambing.

Tampilan Sistem pakar penyakit Kambing

Sistem Pakar penyakit kambing

Sistem Pakar penyakit kambing

DFD Fitur Sistem pakar penyakit Kambing

DFD sistem pakar penyakit kambing

DFD sistem pakar penyakit kambing

ERD Fitur Sistem pakar penyakit Kambing

ERD adalah rangkaian database pada sistem pakar kambing. ERD dihasilkan dari perancangan menu-menu dan proses yang ada pada sistem pakar kambing.

ERD sistem pakar penyakit kambing

ERD sistem pakar penyakit kambing

Struktur Menu Fitur Sistem pakar penyakit Kambing

Struktur menu merupakan desain interface sistem pakar kambing. Visualisasi ini membatu dalam merancang sistem pakar. Tujuanya adalah agar gambaran sistem dapat di analisa sebelum perancangan dilakukan.

Strutur menu sistem pakar penyakit kambing

Strutur menu sistem pakar penyakit kambing

Data Fitur Sistem pakar penyakit Kambing

Data-data yang digunakan untuk membangun dan merancang sistem pakar penyakit kambing di kumpulkan dari banyak referensi misalnya: makalah,jurnal,skripsi,proposal, laporan, karya ilmiah, dan juga penelitian-penelitian tentang penyakit kambingg.

File sistem pakar penyakit kambing:

1. Script sistem pakar kambing + Database MYSQL
2. Laporan Full :
– Abstrak
– Abstract
– Kata Pengantar
– Daftar isi
– Daftar Gambar
– Daftar Tabel
– Daftar Lampiran
– BAB I
– BAB II
– BAB III
– BAB IV
– BAB V
– BAB VI
– Daftar Pustaka
– Lampiran
3. DFD ( Data Flow Diagram)
4. ERD ( Entity Relationship Diagram)
5. Referensi:
– Jurnal
– Makalah
– Skripsi

Metode AHP (SPK)

Penggunaan Metode AHP dalam SPK (Sistem Pendukung Keputusan). Metode ahp yaitu metode yang digunakan untuk menilai kriteria yang berupa variabel kualitatif. Kegunaan metode ahp adalah bagaiman variabel kualitatif tersebut mampu dan dapat dirubah menjadi variabel yang kuantitatif. Dengan adanya metode ahp, perubahan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan nilai berpandingan. Nilai perbandingan tersebut atau yang sering dikenal dengan nilai perbandingan saaty.

AHP SPK

AHP SPK

Metode ahp banyak digunakan pada sistem pakar atau sistem pendukung keputusan (SPK). Caranya bagaimana ?, berikut ini Saya jelaskan bagaimana mana menggunakan metode AHP dalam sebuah web sistem pendukung keputusan.

Penggunaan AHP dalam SPK

Langkah-langah bagaimana menggunakan ahp dalam implementasi sebuah sistem pendukung keputusan:

1. Yang harus diperhatikan adalah Anda harus mengethaui viarabel atau kriteria yang akan digunakan untuk mencari keputusan pada suatu permasalahan. Untuk variabel kriteria ini setidaknya lebih dari 2 atau 3 idealnya. Karena jika hanya satu, maka variabel tersebut tidak dapat dibandingkan, jika memang alternatif penentuan keputusan juga hanya satu. Namun jika alernatif keputusan lebih dari satu, variabel 1 kriteria memungkingkan untuk digunakan

2. Data nilai spk ahp, merupakan nilai yang digunakan untuk perhitungan variabel kualitatif menjadi kuantitatif. Untuk nilainya disarankan sebagai nilai input yang akan digunakan oleh siste adalah nilai rentan antara 1 – 9, hal tersebut karena mengacu nilai data perbandingan ahp. Lalu bagaiman jika nilai yang digunakan adala nilai quesiner. Tipsnya adalah nilai kuesiner tersebut harus anda oleh terlebih dahulu sehingga menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variabel inputan nilai.

3. Pemahaman tentang perbandingan nilai antar kriteria. Pada bagian ini kebanyakan pengembang ahp mengalami kebingunan bagaiman membandingkan antar nilai kriteria. Caranya adalah juga mengacu pada perbandingan saaty, jadi caranya adalah nilai kriteria satu dibandingkan dengan nilai kriteria dua, selanjutnya nilai kriteria 1 dibandingkan nilai krieria tiga dan begitu seterusnya sampai semua nilai terjadi perbandingan pada setiap baris dan kolomnya. Kenapa disebut baris dan kolom, karena nilai perbandingan tersebut akan menghasilkan nilai perbandingan berupa matriks. Nah itulah yang disebut dengan matriks perbandingan ahp.

4. Setalah Anda paham bagaiman perbandingan matriks dapat terjadi. Hal berikutnya adalah memberikan penyimpulan tentang matriks perbandingan melalkui penentuan nilai konsistensi dengan kata lain, nilai berbandingan jika dijumlahkan akan menghasilkan 1. Atau jika dicari masing-masing konsistensi indeks setiap nilai kriteria maka akan menghasilkan nilai lebih kecil dari 0.1

Itulah poin utama dalam penggunaan ahp dalam sebuah spk. Sebenarnya cukup simple. Selebihnya adalah sebuah pengembangan aplikasi berbasis tertentu dengan pengokdingan sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan. Jika pada banyak studi kasus saya, pennggunan basis untuk spknya adalah berbasis web menggunakan database mysql. Untuk selanjutnya sebenarnya juga bisa perhitungan metode ahp menggunakan microsft excel atau xlx.

Metode Pengambilan Keputusan Selain AHP

Metode Pengambilan Keputusan Selain AHP. SPK (Sistem pendukung keputusan) adalah sistem penunjang yang dapat digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan sebuah masalah dengan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan  tersebut. Solusi tersebut dapat berupa keputusan yang diambil berdasarkan variabe masalah yang di proses.

Metode Pengambilan keputusan Selain AHP

Metode Pengambilan keputusan Selain AHP

Biasanya metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan yaitu AHP. Pertanyaan yang sering muncul, adalah apakah ada metode selan ahp yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan?, jawabannya ada, untuk informasi beberapa metode berikut ini mampu digunakan sistem untuk menyelesaikan masalah penentuan keputusan baik berupa hasil keputusan atau perangkingan kriteria variabel

Metode Pengambilan Keputusan Selain AHP

Berikut ini metode SPK yang dapat digunakan dalam menentukan keputusan terbaik:

  1. Fuzzy AHP (F-AHP) yaitu metode pengembangan dari ahp yang dalam prosesnya menggunaan perbandingan fuzzy untuk menghandle varibel yang terdiri dari subvariabel. F-AHP adalah salah satu meode perankingan. FAHP merupakan gabungan metode AHP dengan pendekatan konsep fuzzy (Raharjo dkk, 2002). F-AHP menutupi kelemahan yang terdapat pada AHP, yaitu permasalahan terhadap kriteria yang memiliki sifat subjektif lebih banyak. Ketidakpastian bilangan direpresentasikan dengan urutan skala. Untuk menentukan derajat keanggotaan pada F-AHP, digunakan aturan fungsi dalam bentuk bilangan fuzzy segitiga atau Triangular Fuzzy Number (TFN) yang disusun berdasarkan himpunan linguistik. Jadi, bilangan pada tingkat intensitas kepentingan pada AHP ditransformasikan ke dalam himpunan skala TFN.
  2. ANP yaitu metode analytic newtwork process, metode yang dalam prosesnya menganalisis berdasarkan struktur jaringan. Metode Analityc Network Process adalah salah satu metode yang mampu mempresentasikan tingkat kepentingan berbagai pihak dengan mempertimbangan saling keterkaitan antara strategi objektif yang satu dengan yang lain. Metode ini merupakan pengembangan dari metode AHP. Metode Analitycal Hierarki Process (AHP) adalah metode pembobotan yang sering digunakan dalam merancang sistem pengukuran kinerja. Metode ini menggunakan asumsi bahwa strategi objektif di setiap perspektif saling independent satu sama lain yang direpresentasikan sengan struktur hierarki sistempengukuran kinerjanya. Asumsi ini secara tidak langsung mengabaikan adanya keterkaitan pada strategy map yang telah dirancang. Kebutuhan akan metode pembobotan yang mampumempertimbangkan saling keterkaitan antara strategi objektif yang ditunjukkan
    apda strategy map menjadi penting untuk diteliti.
  3. SAW (Simple Additive Weighting) yaitu metode pengambilan keputusan menggunakan nilai berbandingan dan pembobotan. Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967) (MacCrimmon, 1968). Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Metode ini merupakan metode yang paling terkenal dan paling banyak digunakan dalam menghadapi situasi Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu.
    Metode SAW ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut) dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam arti telah melewati proses normalisasi matriks sebelumnya.
  4. MADM ( Multiple Attribute Decision-making) yaitu metode pengambilan keputusan berdasarkan banyak atribut sebagai penilai.  MADM adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari MADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan  proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing-masing pendekatanmemiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan.
  5. Fuzzy MADM kombinasi metode MADM dan fuzzy.  Fuzzy Multiple Attribute Decision Making FMADM adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing – masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan. ( Kusumadewi, 2007)
  6. TOPSIS (Technique of Order Preference by Similarity to Ideal Solution) yaitu metode pengambilan keputusan yang dalam prosesnya penyamaan dan penyesuaian tarhadap variabel sebagai solusi. Metode TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. Metode ini merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. TOPSIS memiliki konsep dimana alternatif yang terpilih merupakan alternatif terbaik yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif . Semakin banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan, maka semakin relatif sulit juga untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan.
  7. Fuzzy TOPSIS yaitu kombinasi metode fuzzy dengan TOPSIS. Fuzzy TOPSIS merupakan salah satu metode fuzzy multi atribut untuk pengambilan keputusan. Pada seleksi penerimaan siswa baru dan seleksi penentuan kelas menggunkan metode fuzzy TOPSIS. Terdapat beberapa kriteria yang menjadi dasar  pengambilan keputusan untuk seleksi penerimaan siswa baru yaitu nilai tes, hasil raport, hasil ujian sekolah, ujian nasional, dan tes agama. Sementara itu kriteria yang digunakan untuk seleksi penentuan kelas meliputi hasil seleksi penerimaan siswa baru dan tes IQ. Alternatif yang digunakan dalam seleksi penerimaan siswa baru adalah nama siswa yang telah mendaftarkan diri dan untuk alternatif yang digunakan dalam seleksi penentuan kelas adalah siswa yang lulus dalam seleksi penerimaan siswa baru. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan cara penilaian sederhana yang memiliki perbedaan pada bobot kriteria dan pengolahan nilai-nilai alternatif terhadap kriteria. Pada cara sederhana nilai dari setiap siswa dan bobot kriteria kurang diperhatikan, sehingga hasil yang diperoleh kurang mewakili dari nilai tersebut.

Demikian Metode Pengambilan Keputusan Selain AHP yang dapat kita kembangkan menjadi aplikasi web atau sistem pakar dan pengambilan keputusan. Tag: makalah, laporan, skripsi, thesis, program,aplikasi,software,zip,rar,proposal

Referensi:

  1. http://matematika.studentjournal.ub.ac.id/
  2. ejournal.undip.ac.id/
  3. http://www.jurnal.uii.ac.id/
  4. https://sybil88.wordpress.com
  5. https://aeroyid.wordpress.com/
  6. https://cicie.files.wordpress.com
  7. https://nerims.wordpress.com

Postingan berikutnya

  1. metode pemilihan selain ahp
  2. tools untuk pengambilan keputusan selain AHP

Membuat Halaman Admin di PHP

Membuat Halaman Admin di PHP. Admin adalah merupakan pengendali dari sebuah sistem dalam menjalankan prosedur tertentu. Dalam kaitannya dengan sebuah aplikasi atau program web atau bahkan sistem informasi atau pakar dan sistem lainya. Admin mempunyai tugas untuk mengatur semua jalannnya proses sistem yang ada. Agar admin dapat menjalankan itu semua, dibutuhkan sebuah manajemen sistem yaitu halaman admin. Halaman admin adalah tempat dimana admin dapat mengatur, mengontrol dan memanajemen proses yang ada pada suatu sistem.

Lalu bagamana mengembangkan atau  merancang sebuah interface halaman admin yang baik, sehingga dapat digunakan oleh admin tanpa mengalami kesulitan. Baik sharing kali ini sistemphp.com akan membangikan tutorial cara membuat halaman admin di php dan dengan menggunakan database mysql.

Cara membuat halaman admin

Langkah-langkah yang harus dilkakukan dan dipahami dalam membuat halaman admin adalah membuat sebuah database. Selanjutnya membuat tabel untuk autentikasi admin ketika akan login, dan untuk berikutnya membuat script untuk login admin.

1. Buat database dengan nama “web” ( sebagai contoh saja)

Database ini dibuat bertujuan untuk menghandle proses yang berhubungan dengan data-data pada web atau sistem yang akan kita bangun. Untuk nama database bisa disesuaikan masing-masing, namun tipsnya adalah beri nama database sesuai dengan projek yang di kembangkan misal. web toko online bisa di berina nama database nya “dbtoko” dsb.

2. Buat tabel “admin”

Setelah database di buat berikutnya buat tabel dengan nama admin, Untuk penamaan tabel juga sesuai selerah. Namun penamaan ini berguna untuk proses yang ada pada script php jadi jangan lupa untuk mengingatnya.

Database Tabel Admin

Database Tabel Admin

Database Tabel Admin

Keterangan No:

1. Database web

2.  Tabel admin

3. Script php admin

Buat folder baru yang ada pada server anda, misalkan dengan nama web atau yang lainya. Pada kasus ini server yang saya gunakan adalah xamp, jadi saya tempatkan folder web Saya pada htdocs. Kemudian buatlah file index.php yang isi script phpnya berikut ini:


<?php
 include 'config/koneksi.php';
 session_start();
?>
<head>
<link href = "css/style.css" type = "text/css" rel = "stylesheet" />
<link href = "css/menutab.css" type = "text/css" rel = "stylesheet" />
<link type="text/css" href="css/jquery-ui-1.7.2.custom.css" rel="stylesheet" />
 <link rel="stylesheet" href="css/reveal.css">
<script type="text/javascript" src="js/menutab.js"></script>
<script type="text/javascript" src="js/jquery-1.4.4.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="js/jquery.reveal.js"></script>
<script type="text/javascript" src="js/jquery-ui-1.7.2.custom.min.js"></script>
 <script type="text/javascript">
 $(function(){

 // bufferdie love m...
 $('#dari').datepicker();
 $('#sampai').datepicker();

 });
 </script>
<script language="JavaScript" type="text/JavaScript">
<!--
function MM_jumpMenu(targ,selObj,restore){ //v3.0
 eval(targ+".location='"+selObj.options[selObj.selectedIndex].value+"'");
 if (restore) selObj.selectedIndex=0;
}
//-->
</script>

</head>
<body>
<?php
echo '
<div id = wrap>
<div id = header>
<img src="images/header.png" class="judul"/>
</div>';

//Menu DropDown
echo '
<div id="place-nav">
<ul id="nav">';

if (empty($_SESSION[username]) AND empty($_SESSION[password])){
 echo '
 <li><a href="http://localhost/hidrolik/">BERANDA</a></li>
 <li><a href="?page=tentang">TENTANG</a></li>
 <li><a href="?page=petunjuk">PETUNJUK</a></li>
 <li><a href="?modul=login">MASUK</a></li>
 <li><a href="?modul=register">DAFTAR</a></li>
 ';
 }
 elseif($_SESSION[level]== 'admin'){
 echo '
 <li class="active"><a href="http://localhost/hidrolik/">Beranda</a></li>
 <li><a href="#">Data Master</a>
 <ul>
 <li><a href="?modul=admin">ADMIN</a></li>
 <li><a href="?modul=user">USER</a></li>
 <li><a href="?modul=rusak">KERUSAKAN</a></li>
 </li>
 </ul>
 </li>
 <li><a href="?modul=page">page</a></li>
 <li><a href="?modul=hasil">HASIL</a></li>
 <li><a href="?modul=logout">'.$_SESSION[nama_admin].' Logout</a></li>
 ';

 }elseif($_SESSION[level]== 'user'){
 echo '
 <li class="active"><a href="http://localhost/hidrolik/">Beranda</a></li>
 <li><a href="?page=tentang">TENTANG</a></li>
 <li><a href="?page=petunjuk">PETUNJUK</a></li>
 <li><a href="?modul=konsultasi">KONSULTASI</a>
 <li><a href="?modul=logout">'.$_SESSION[nama_user].' Logout</a></li>';
 }
echo '</ul>
</div>
';
//End Menu DropDown

echo '<div id = content>
<div class = posting>';
if (empty($_SESSION[username]) AND empty($_SESSION[password])){
 switch ($_GET['page']){
 case "tentang":
 include "modul/page/page.php";
 break;

 case "petunjuk":
 include "modul/page/page.php";
 break;

 }
 switch ($_GET['modul']){
 case "login":
 echo '
 <div class="login">
 <h2>LOGIN</h2>
 <form name="login" action="?modul=e_login" method="POST" onSubmit="return validasi(this)">
 <table border="1px" style="border-collapse: collapse" cellpadding="3px">
 <tr><td>Username : </td><td><input type="text" name="username"></td></tr>
 <tr><td>Password : </td><td><input type="password" name="password"></td></tr>
 <tr><td colspan="2" align="right">
 <input type="submit" value="Login" class="tombol">
 <input type="reset" value="Reset" class="tombol">
 </td></tr>
 </table>
 </form>
 </div>
 ';
 break;

 case "e_login":
 error_reporting(0);
 function antiinjection($data){
 $filter_sql = mysql_real_escape_string(stripslashes(strip_tags(htmlspecialchars($data,ENT_QUOTES))));
 return $filter_sql;
 }

$username = antiinjection($_POST[username]);
 $pass = antiinjection($_POST[password]);

$login = mysql_query("SELECT * FROM admin WHERE username='$username' AND password='$pass'");
 if (mysql_num_rows($login) == 0){
 $login = mysql_query("SELECT * FROM user WHERE username='$username' AND password='$pass'");
 }
 $ketemu= mysql_num_rows($login);
 $r = mysql_fetch_array($login);

// Apabila username dan password ditemukan
 if ($ketemu > 0){
 session_start();
 session_register("username");
 session_register("password");
 session_register("nama_admin");
 session_register("nama_user");
 session_register("level");

 $_SESSION[username] = $r[username];
 $_SESSION[password] = $r[password];
 $_SESSION[nama_admin] = $r[nama_admin];
 $_SESSION[nama_user] = $r[nama_user];
 $_SESSION[level] = $r[level];

 echo "<meta http-equiv='refresh' content='0;url=/hidrolik/'>";

 }
 else{
 echo "<meta http-equiv='refresh' content='0;url=/hidrolik/'>";
 }
 break;

 }
}
elseif($_SESSION[level]== 'admin'){
 switch ($_GET['modul']){
 case "admin" :
 include 'modul/admin/admin.php';
 break;

case "user" :
 include 'modul/user/user.php';
 break;

 case "rusak" :
 include 'modul/rusak/rusak.php';
 break;

 case "gejala_rusak" :
 include 'modul/rusak/gejalarusak.php';
 break;

 case "relasi" :
 include 'modul/rusak/relasi.php';
 break;

 case "page" :
 include 'modul/page/page.php';
 break;

 case "hasil" :
 include 'modul/hasil/hasil.php';
 break;

 case "logout" :
 session_destroy();
 echo "<center>Anda telah sukses keluar sistem </center>";
 echo "<meta http-equiv='refresh' content='0;url=/hidrolik/'>";
 break;

 default:
 echo "<center><h3>SELAMAT DATANG ".$_SESSION[nama_admin]."</h3></center>";
 break;

 }

}
elseif($_SESSION[level]== 'user'){
 switch ($_GET['page']){
 case "tentang":
 include "modul/page/page.php";
 break;

 case "petunjuk":
 include "modul/page/page.php";
 break;

 }

 switch ($_GET['modul']){
 case "konsultasi" :
 include "modul/konsultasi/konsultasi.php";
 break;

 case "logout" :
 session_destroy();
 echo "<center>Anda telah sukses keluar sistem </center>";
 echo "<meta http-equiv='refresh' content='1;url=/hidrolik/'>";
 break;

 default:
 echo "<center><h3>SELAMAT DATANG ".$_SESSION[nama_user]."</h3></center>";
 break;

 }
}

&nbsp;

echo '</div>
</div>
<div id = footer>
<br />Copyright &copy; SISTEM PAKAR <br />
All Right Reserved
</div>
</div>';
?>
</body>

Script diatas berisi script tampilan desain halaman sebelum atau sesudah login. Pada script diatas terdapat contoh menu yang boleh dikses untuk admin dan menu untuk user. Namun tahapan kali ini adalah membuat halaman admin jadi untuk script yang digunakan user untuk login akan kita sharing di postingan berikutnya.

Untuk lebh mudahnya file akan saya sertakan dan dapat di download disini. terimakasih telah membaca memubuah halaman admin di php.

Postingan berikutnya

  1. membuat halaman admin dan user dengan php
  2. membuat halaman admin dengan php dan mysql
  3. contoh halaman admin
  4. membuat admin panel dengan php
  5. cara membuat halaman admin
  6. cara membuat admin panel php
  7. coding web membuat halaman admin