Month: July 2017

Menggabungkan Metode AHP dan TOPSIS

Metode AHP dan TOPSIS merupakan metode yang dalam penyelesaian masalahnya menggunakan kriteria sebagai dasar untuk menghitung nilai dari setiap masing masing variabel.

Variabel atau nilai inilah yang menjadi dasar untuk menentukan goal dari tujuan menggunakan AHP dan TOPSIS. AHP dan TOPSIS banyak digunakan atau di manfaatkan untuk menentukan suatu kasus yang bersifat subjektif, sehingga dari subjektifitas tersebut akan diapat nilai kuantitatif yang berperan sebagai penyimpul hasil perhitungan.

Dalam impelementasinya kedua metode ini dapat di gabungkan, yang mana dari tujuan penggabungan dari metode AHP dan TOPSIS adalah untuk mendapatkan nilai yang lebih akurat dari setiap perhitungan yang dilakukan.

Dengan demikian, alasan untuk menggabungkan kedua metode adalah untuk mengetahui, apakah perhitungan tetap konsisten meski dilakukan dengan dua kali metode yaitu pertama menggunakan AHP dan kedua menggunakan TOPSIS.

Dan pada intinya kedua metode diatas adalah sama-sama metode yang digunakan sebagai pendukung keputusan.

Sebelum lebih jauh,

Ini pengertian AHP dan TOPSIS:

AHP

AHP (analytic hierarchy process) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah Multifaktor atau Multi-kriteria yang kompleks menjadi suatu hierarki. Dengan hierarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hierarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. (jurnal:undiksha.ac.id)

 

TOPSIS

TOPSIS merupakan singkatan dari Tehnique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution. TOPSIS merupakan Metode yang menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif.
Metode ini banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. Hal ini disebabkan konsepnya sederhana dan mudah dipahami dan efisien serta memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatifalternatif keputusan. (jurnal: trigunadharma.ac.id)

Dan yang tidak kalah penting lainya yaitu input dan ouput dari kedua penggabungan ini, yang mana kedua ini adalah sebuah data yang akan di masukkan dan dianalisa dengan metode

#1 Input

  1. Data Kriteria atau variabel, merupakan kriteria yang digunakan untuk menyelesaikan studi kasus. Contohnya kamu hendak mencari tau atau bertujuan menentukan guru terbaik di suatu sekolah, maka untuk kriteria misalnya: kedisiplinan, kerapihan, integeritas dll.
  2. Data Nilai untuk kriteria, Nilai ini adalah nilai yang dimasukkan untuk kriteria dan akan di bandingkan.
  3. Data alternatif (pilihan dari kasus), alternatif merupakan pilihan dari solusi permasalahan. Jika mengacu pada contoh kasus no 1 tersebut alternatif ini misalnya: guru a, guru b dll.
  4. Data nilai untuk alternatif, nilai untuk alternatif merupakan nilai yang dimasukkan untuk masing-masing guru.

#2 Output

  1. Keluaran bobot kriteria
  2. Keluaran bobot alternatif
  3. Pilihan rangking guru (jika mengacu pada contoh diatas)

Langkah-langkah metode AHP dan TOPSIS

Dimulai dari AHP;

  1. Menentukan matriks perbandingan
  2. Menjumlahkan nilai-nilai kolom matrik
  3. Membangi setiap kolom dengan total kolom untuk mencari normalisasi matriks
  4. Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap matriks dan membaginya dengan jumlah elemen (kriteria) untuk mendapatkan nilai rata-rata

Kemudian TOPSIS:

  1. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang ternormalisasi
  2. Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi tebobot
  3. Menentukan matriks solusi ideal positif dan matrik solusi ideal negatif
  4. Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positf dan negatif
  5. Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif

Penggabungan AHP lainya

  1. AHP dan SAW
  2. FAHP dan TOPSIS
  3. AHP dan SWOT

6 Jurnal yang membahas tentang penggabungan AHP dan TOPSIS

  1. https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/download/612/564
  2. https://fti.uajy.ac.id/sentika/publikasi/makalah/2016/82.pdf
  3. library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2014-2-01059-MTIF%20Bab1001.pdfeprints.ums.ac.id/36440/1/publikasi.pdf
  4. jurnal.stmik-aub.ac.id/index.php/goinfotech/article/view/41/37
  5. http://digilib.uin-suka.ac.id/7329/1/BAB%20I%2C%20VII%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
  6. klik.unlam.ac.id/index.php/klik/article/view/12/10

 

Untuk pemesanan aplikasi dan pengembangan aplikasi dapat langsung menghubungi kami, atau kalau mau melihat aplikasi-aplikasi yang sudah kami kembangkan bisa dilihat disini

Cara Simpel Memparsing / Mengekstrak File XML

Parsing merupakan suatu teknik untuk mendapatkan data di balik tag-tag program. Dalam hal ini tag yang kita maksudkan adalah tag bahasa xml.

Kalau bahasa simpelnya adalah mengekstrak. Ternyata bukan cuman kulit manggis saja yang bisa di ekstrak. XML juga bisa di ekstrak lo. 😀

Untuk teknik parsing atau mengeluarkan atau mengambil data dari tag xml ini dapat dilakukan melalui file xml yang live online atau file yang offline.

Studi kasus:

Kasus yang pernah Saya lakukan yaitu mengambil data pada sebuah tag xml dari salah satu website. Yang mana data yang akan di ambil yaitu berupa data url.

Cara simpel parsing XML

Sebenarnya untuk memparsing sendiri banyak caranya. Tapi tutorial kali ini kita akan bahas yang simpel supaya mudah digunakan. Kamu cuma perlu panggil fungsi read atau pembaca file xml yang sudah ada di library php, ikuti terus tutorialnya.

#1 XML offline

xml online maksudnya adalah file xmlnya berada di pc atau laptop kamu sendiri. Dan sebagai contoh misalnya nama file xmlnya adalah sitemap.xml:

Contoh isi file xmlnya:

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?> <urlset xmlns:xsi=”http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance” xsi:schemaLocation=”http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9 http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9/sitemap.xsd” xmlns=”http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9″ xmlns:xhtml=”http://www.w3.org/1999/xhtml”> <url>   <loc>https://tokopedia.com/mr-panerai/led-plafon-superwhite-isi-24</loc>       <xhtml:link rel=”alternate” media=”only screen and (max-width: 640px)” href=”https://website.com/mr-panerai/led-plafon-superwhite-isi-24″ />   <lastmod>2017-05-05T16:59:42+08:00</lastmod>   <changefreq>hourly</changefreq>   <priority>0.6</priority> </url> <url>   <loc>https://tokopedia.com/jeemis/angels-and-demons</loc>       <xhtml:link rel=”alternate” media=”only screen and (max-width: 640px)” href=”https://website.com/jeemis/angels-and-demons” />   <lastmod>2017-05-05T16:59:42+08:00</lastmod>   <changefreq>hourly</changefreq>   <priority>0.6</priority> </url></xml>

Maka caranya:

$xml = simplexml_load_file(‘sitemap.xml’);
foreach ($xml->url as $val){

echo $val->loc;

}

Dan outputnya:

https://website.com/mr-panerai/led-plafon-superwhite-isi-24

https://website.com/jeemis/angels-and-demons

 

#2 XML online

Nah, untuk contoh yang kedua ini, xmlnya online berada pada sebuah server. Perubahannya tidak banyak. yang perlu di rubah adalah pembacaan lokasi dari xmlnya itu sendiri. Jika melihat contoh diatas, maka lokasi xml nya berada pada satu direktori dengan script ini.

Dan jika xml nya di server maka yang perlu di rubah adalah:

$xml = simplexml_load_file(‘www.domain.com/sitemap.xml’);

Nah untuk alamat di atas tinggal sesuaikan saja dengan yang kamu kerjakan. Poin penting yang menjadi parsing ini adalah tag yang ada pada xml itu sendiri.

Pada kasus diatas, tag yang saya parsing adalah:

<loc>*</loc>

Untuk tag yang di parsing bisa lebih dari satu jenis parsing, silahkan di coba dan di eksplorasi, semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang pahama atau ingin ditanyakan, silahkan berikan komentar di bawah artikel ini. semoga membantu.

Sistem Pakar – Penyakit Lambung – Metode Teorema Bayes

Sistem pakar penyakit lambung merupakan sistem pakar yang digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit lambung.

Metode pada sistem pakar kali ini yang digunakan adalah teorema bayes.

Metode teorema bayes adalah metode perhitungan dengan menafaatkan teori probabilitas dan statistika, yang mana teorema yang dihasilkan dapat berupa dua penafsiran yang berbeda. Namun pada intinya teorema bayes menafsirkan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Dalam penafsiran frekuentis teorema ini menjelaskan representasi invers probabilitas dua kejadian.

Tampilan

Login pakar lambung

login sistem pakar lambung teorema bayes

login sistem pakar lambung teorema bayes

Data master user

data master user login sistem pakar lambung teorema bayes

data master user login sistem pakar lambung teorema bayes

Pada tampilan diatas admin dapat menambah user, menghapus, dan mengedit user. Serta melakukan pencarian data dengan menggunakan fitur pencarian otomatis.

Data master gejala

data master gejala login sistem pakar lambung teorema bayes

data master gejala sistem pakar lambung teorema bayes

Konsultasi

konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

Hasil konsultasi

hasil konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

hasil konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

Penyakit lainya

Untuk pengembangan penyakit yang dapat di impelementasikan diantaranya:

Ablasi,Retina,Abses,Gigi,Abses,Payudara,Achondroplasia,ADHD,Akalasia,Akromegali,Albinisme,Alergi,Alergi,Dingin,Alergi,Kacang,Alergi,Makanan,Alergi,Obat,Alergi,Susu,Alergi,Telur,Amnesia,Amputasi,Anemia,Anemia,Defisiensi,Besi,Anemia,Defisiensi,Vitamin,B12,dan,Folat,Anemia,Hemolitik,Anemia,Sel,Sabit,Angin,Duduk,Angina,Pektoris,Ankylosing,Spondylitis,Anoreksia,Nervosa,Anthrax,Aritmia,Ascariasis,Asma,Astigmatisme,Aterosklerosis,Atresia,Ani,Autisme,Balanitis,Barotrauma,Batu,Empedu,Batu,Ginjal,Batu,Kandung,Kemih,Batu,Kelenjar,Air,Liur,Batuk,Darah,Batuk,Kronis,Batuk,Rejan,Batuk-batuk,Bedbugs,Bell’s,Palsy,Biang,Keringat,Bidai,Tulang,Kering,Biduran,Bintitan,Bisul,Blefaritis,Blighted,Ovum,Botak,Botulisme,BPD,(Borderline,Personality,Disorder),BPH,(Benign,Prostatic,Hyperplasia),Bradikardia,Bronkiolitis,Bronkitis,Brucellosis,Bruxism,Bulimia,Bursitis,Buta,Warna,Cacar,Air,Cacing,Kremi,Campak,Candidiasis,Cantengan,Cedera,Hamstring,Cedera,Saraf,Tulang,Belakang,Cegukan,Chikungunya,Chlamydia,Cholangiocarcinoma,Cholangitis,Craniosynostosis,Crohn’s,Disease,Croup,CTS,(carpal,tunnel,syndrome),Cystic,Fibrosis,Cystitis,Deep,Vein,Thrombosis,Defek,Septum,Ventrikel,Defisiensi,Glukosa-6-Fosfat,Dehidrogenase,(G6PD,Deficiency),Degenerasi,Makula,Dehidrasi,Delirium,Demam,Demam,Berdarah,Demam,Kelenjar,Demam,Kuning,Demam,Pada,Anak,Demam,Reumatik,Demam,Scarlet,Demensia,Dengkur,Depresi,Dermatitis,Kontak,Dermatitis,Numularis,Dermatitis,Seboroik,Dermatographia,Diabetes,Diabetes,Gestasional,Diabetes,Insipidus,Diabetes,Tipe,1,Diabetes,Tipe,2,Diare,Difteri,Disartria,Disentri,Disfagia,Disfungsi,Seksual,Disleksia,Dislokasi,Dislokasi,Bahu,Dispareunia,Divertikulitis,Dry,Socket,Dwarfisme,Dystonia,E.,coli,Ebola,Edema,Paru,Efusi,Pleura,Ejakulasi,Dini,Eksim,Atopik,Emboli,Emboli,Paru,Emfisema,Endokarditis,Endometriosis,Ensefalopati,Entropion,Epidermolisis,Bulosa,Epididimitis,Epidural,Hematoma,Epiglotitis,Epilepsi,Esofagitis,Fenilketonuria,Fibrilasi,Atrium,Fibrilasi,Ventrikel,Fibroadenoma,Fibromyalgia,Fibrosis,Paru,Filariasis,Fimosis,Flek,Hitam,Floaters,Flu,Flu,Babi,Flu,Burung,Flu,Singapura,Fobia,Folikulitis,Frozen,Shoulder,Gagal,Ginjal,Akut,Gagal,Ginjal,Kronis,Gagal,Hati,Gagal,Jantung,Gagap,Gangguan,Bipolar,Gangguan,Dismorfik,Tubuh,Gangguan,Kecemasan,Sosial,Gangguan,Kepribadian,Gangguan,Makan,Gangguan,Metabolik,Gangguan,Pencernaan,Gangguan,Pendengaran,Gangguan,Penyimpanan,Lisosom,Gangguan,Tidur,Gangguan,Tidur,Berjalan,Gangrene,Gastritis,Gastroenteritis,Gastroparesis,Gastroschisis,Gawat,Janin,Gendang,Telinga,Pecah,Giardiasis,Gigantisme,Gigi,Bungsu,Ginekomastia,Glaukoma,Glomerulonefritis,Gondongan,Gonore,Hamil,Anggur,Hemangioma,Hematoma,Hematuria,Hemofilia,Hemokromatosis,Henoch-Schonlein,Purpura,Henti,Jantung,Mendadak,Hepatitis,A,Hepatitis,B,Hepatitis,C,Hepatomegali,Hernia,Hernia,Hiatus,Hernia,Inguinalis,Hernia,Umbilikalis,Herpes,Genital,(Herpes,Simplex),Herpes,Zoster,Hidradenitis,Suppurativa,Hidrokel,Hidronefrosis,Hidrosefalus,Hiperemesis,Gravidarum,Hiperhidrosis,Hiperkalemia,Hiperkolesterolemia,Hiperparatiroidisme,Hiperplasia,Adrenal,Kongenital,Hipertensi,Hipertensi,Pulmonal,Hipertensi,Sekunder,Hipertiroidisme,Hipertrofi,Ventrikel,Kiri,Hipoglikemia,Hipogonadisme,Hipokalemia,Hipoksia,Hiponatremia,Hipoparatiroid,Hipopituitarisme,Hipospadia,Hipotensi,Hipotensi,Ortostatik,Hipotermia,Hirsutisme,HIV,dan,AIDS,HPV,Hypoalbuminemia,Impetigo,Impotensi,Imunisasi,Infeksi,ginjal,Infeksi,Jamur,Infeksi,Kandung,Kemih,Infeksi,Kulit,Infeksi,Nosokomial,Infeksi,Payudara,Infeksi,Saluran,Kemih,Infeksi,Saluran,Pernapasan,Infeksi,Usus,Inkontinensia,Tinja,Inkontinensia,Urine,Insomnia,Intususepsi,Irritable,Bowel,Syndrome,Iskemia,ISPA,ITP,(Idiopathic,Thrombocytopenic,Purpura),Jamur,Kuku,Jantung,Berdebar,Jerawat,Jet,Lag,Kalazion,Kanker,Kanker,Darah,Kanker,Endometrium,Kanker,Esofagus,Kanker,Ginjal,Kanker,Hati,Kanker,Kandung,Kemih,Kanker,Kelenjar,Air,Liur,Kanker,Kolorektal,Kanker,Kulit,Kanker,Kulit,Melanoma,Kanker,Lambung,Kanker,Laring,Kanker,Lidah,Kanker,Mata,Kanker,Mulut,Kanker,Otak,Kanker,Ovarium,Kanker,Pankreas,Kanker,Paru-paru,Kanker,Payudara,Kanker,Prostat,Kanker,Rahim,Kanker,Sarkoma,Ewing,Kanker,Serviks,Kanker,Tenggorokan,Kanker,Testis,Kanker,Tiroid,Kanker,Tulang,Kanker,Usus,Besar,Kanker,Vagina,Kanker,Vulva,Kantuk,Kapalan,Kardiomegali,Karsinoma,Nasofaring,Karsinoma,Sel,Basal,Karsinoma,Sel,Skuamosa,Katarak,Pada,Manula,Kecanduan,Alkohol,Keguguran,Kehamilan,Ektopik,Kejang,Kejang,Demam,Kekurangan,Yodium,Kelahiran,Prematur,Kelainan,Darah,Kelainan,Kongenital,Kelumpuhan,Kembar,Siam,Keputihan,Keracunan,Makanan,Keratitis,Keratosis,Pilaris,Keratosis,Seboroik,Keriput,Kesehatan,Mental,Keseleo,Ketoasidosis,Alkoholik,Ketoasidosis,Diabetik,Ketombe,Kista,Baker,Kista,Bartholin,Kista,Dermoid,Kista,Epidermoid,Kista,Ganglion,Kista,Ginjal,Kista,Ovarium,Kista,Payudara,Kista,Pilonidal,Kleptomania,Kolera,Kolesistitis,Kolesterol,Tinggi,Kolitis,Ulseratif,Koma,Komedo,Komedo,Putih,Konjungtivitis,Konstipasi,Kostokondritis,Kudis,Kurap,Kusta,Kutil,Kutil,Kelamin,Kutu,Kemaluan,Kutu,Rambut,Kyphosis,Laringitis,Lemah,Jantung,Leptospirosis,Leukoplakia,Leukositosis,Lichen,Planus,Limfadenitis,Limfadenopati,Limfedema,Limfoma,Limfoma,Hodgkin,Limfoma,non-Hodgkin,Lipoma,Liposarcoma,Luka,Bakar,Lumpuh,Otak,Lupus,Lupus,Nefritis,Malabsorbsi,Makanan,Malaria,Mastalgia,Mata,Ikan,Mata,Kering,Mata,Malas,Megakolon,Meningioma,Meningitis,Menopause,Menorrhagia,Menstruasi,MERS,Mesothelioma,Microcephaly,Mielitis,Transversa,Migrain,Mikosis,Milia,Mimisan,Mimpi,Buruk,Miokarditis,Miom,Molluscum,Contagiosum,Mononukleosis,Morning,Sickness,Mual,Multiple,Myeloma,Multiple,sclerosis,Mulut,Kering,Myasthenia,gravis,Narkolepsi,Nefropati,Diabetik,Neuritis,Optik,Neuroblastoma,Neurodermatitis,Neurofibromatosis,Tipe,1,Neurofibromatosis,Tipe,2,Neuropati,Neuropati,Diabetik,Neuropati,Perifer,Nyeri,Dada,Nyeri,Haid,Nyeri,Otot,Nyeri,Panggul,Nyeri,Pergelangan,Tangan,Nyeri,Punggung,Nyeri,Sendi,Nyeri,Tumit,Obesitas,Obstruksi,Usus,OCD,(Obsessive,Compulsive,Disorder),ODD,(Oppositional,Defiant,Disorder),Orchitis,Osteoarthritis,Osteofit,Osteomalacia,Osteomielitis,Osteopetrosis,Osteoporosis,Osteosarcoma,Otitis,Eksterna,Otitis,Media,Pankreatitis,Akut,Pankreatitis,Kronis,Panu,Paraplegia,Parestesia,Paronikia,Patah,Kaki,Patah,Pergelangan,Kaki,Patah,Pergelangan,Tangan,Patah,Tulang,Pinggul,Patah,Tulang,Selangka,Patent,Ductus,Arteriosus,Patent,Foramen,Ovale,PCOS,Pectus,Excavatum,Pembengkakan,Kelenjar,Getah,Bening,Pemfigoid,Bulosa,Pemfigus,Penyakit,Addison,Penyakit,Alzheimer,Penyakit,Arteri,Perifer,Penyakit,Asam,Lambung,Penyakit,Asam,Urat,Penyakit,Beri-beri,Penyakit,Buerger,Penyakit,Celiac,Penyakit,Chagas,Penyakit,Ginjal,Penyakit,Ginjal,Polikistik,Penyakit,Gondok,Penyakit,Graves,Penyakit,Hirschsprung,Penyakit,Huntington,Penyakit,Jantung,Penyakit,Katup,Jantung,Penyakit,Kawasaki,Penyakit,Kuning,Penyakit,Lou,Gehrig,Penyakit,Lyme,Penyakit,Meniere,Penyakit,Menular,Seksual,(PMS),Penyakit,Paget,Penyakit,Parkinson,Penyakit,Paru,Interstisial,Penyakit,Paru,Obstruktif,Kronis,Penyakit,Peyronie,Penyakit,Retina,Penyakit,Sapi,Gila,Penyakit,Tangan,Kaki,dan,Mulut,Penyakit,Tiroid,Penyakit,Usus,Buntu,Penyakit,Von,Willebrand,Penyakit,Wilson,Perdarahan,Subarachnoid,Pergelangan,Kaki,Terkilir,Perikarditis,Perimenopause,Periodontitis,Peritonitis,Perlemakan,Hati,Perut,Kembung,Pes,Pheochromocytoma,Pilek,Pingsan,Pityriasis,Rosea,Plantar,Fasciitis,Plasenta,Akreta,Plasenta,Previa,Pleuritis,Pneumonia,Pneumothorax,Polihidramnion,Polio,Polip,Hidung,Polip,Pulpa,Polip,Rahim,Polip,Usus,Polisitemia,Vera,Pompholyx,Porfiria,Postpartum,Depression,Prediabetes,Preeklamsia,Presbikusis,Presbiopi,Priapismus,Progeria,Proktitis,Prolaktinoma,Prostatitis,Pruritus,Psikosis,Psoriasis,Psoriasis,Arthritis,Pterygium,PTSD,Pubertas,Dini,Pusing,Rabies,Rabun,Dekat,Rabun,Jauh,Radang,Amandel,Radang,Gusi,Radang,Otak,Radang,Panggul,Radang,Sendi,Radang,Usus,Rakitis,Rambut,Rontok,Rambut,Tumbuh,ke,Dalam,Rematik,Retensi,Plasenta,Retinoblastoma,Retinopati,Diabetik,Rhabdomyosarcoma,Rheumatoid,Arthritis,Rhinitis,Rinitis,Alergi,Rosacea,Roseola,Rotavirus,Ruam,Kulit,Ruam,Popok,Rubella,Sakit,Gigi,Sakit,Kepala,Sakit,Kepala,Cluster,Sakit,Kepala,Tegang,Sakit,Leher,Sakit,Lutut,Sakit,Maag,Sakit,Perut,Sakit,Pinggang,Sakit,Saraf,Sakit,Tenggorokan,Sariawan,Sarkoidosis,Sarkoma,Jaringan,Lunak,Sengatan,Lebah,Sepsis,Septic,Arthritis,Serangan,Jantung,Serangan,Panik,Servisitis,SIDS,Sifilis,Sindrom,Brugada,Sindrom,Cushing,Sindrom,Down,Sindrom,Eisenmenger,Sindrom,Guillain-Barré,Sindrom,Horner,Sindrom,Klinefelter,Sindrom,Marfan,Sindrom,Metabolik,Sindrom,Nefrotik,Sindrom,Prader-Willi,Sindrom,Rett,Sindrom,Reye,Sindrom,Sjögren,Sindrom,Stevens-Johnson,Sindrom,Tourette,Sindrom,Turner,Sindrom,Zollinger-Ellison,Sinusitis,Sirosis,Sistokel,Skiatika,Skizofrenia,Skizofrenia,Paranoid,Skleroderma,Skoliosis,Sleep,Apnea,Solar,Keratosis,Solusio,Plasenta,Spina,Bifida,Splenomegali,Spondilosis,Servikal,SSSS,Stenosis,Pilorus,Stenosis,Spinal,Striktur,uretra,Stroke,Stroke,Hemoragik,Strongiloidiasis,Suara,Serak,Syok,Anafilaktik,Syok,Hipovolemik,Syok,Kardiogenik,Syringomyelia,Taeniasis,Tahi,Lalat,Takikardia,TBC,Tulang,Belakang,Tendinitis,Tennis,Elbow,Tetanus,Tetralogy,of,Fallot,Thalassemia,TIA,(Transient,ischaemic,attack),Tifus,Tinea,Capitis,Tinea,Corporis,Tinea,Cruris,Tinea,Pedis,Tinnitus,Tiroiditis,Toksoplasmosis,Tongue-tie,(Ankyloglossia),Torsio,Testis,Tortikolis,Trakhoma,Trauma,Kepala,Berat,Trauma,Kepala,Ringan,Trigeminal,Neuralgia,Trigliserida,Trikomoniasis,Trikotilomania,Tromboflebitis,Trombositopenia,Trombositosis,Tuberkulosis,Tuberous,Sclerosis,Tukak,Lambung,Tumor,Tumor,Jinak,Parotis,Tumor,Otak,Tumor,Wilms,Ulkus,Dekubitus,Ulkus,Duodenum,Uveitis,Vaginitis,Vaginosis,Bakterialis,Varikokel,Varises,Varises,Esofagus,Vaskulitis,Ventricular,Tachycardia,Vertigo,Virus,Zika,Vitiligo,Wasir,(Hemoroid),Xanthelasma,Xerophthalmia,Xerosis

Postingan berikutnya

  1. sistem pakar metode bayes
  2. sistem pakar diagnosa gagal ginjal naive bayes
  3. sistem pakar diagnosa lambung

Cara Simpel Menghilangkan Tab, Spasi, Baris Baru pada Database

Setiap data yang kita masukkan pada tabel database menggunakan sintak atau query mysql dalam jumlah banyak kadang ada karakter yang membentuk sebuah spasi, tab atau juga baris baru pada data yang kita inputkan tersebut.

Lebih khusunya lagi data yang awalnya kita ambil atau didapat dari script html yang kita ekstrak atau parsing terlebih dahulu.

Hal ini sama kejadiannya dengan yang pernah saya alamai, yaitu, Saya menarik  data dari sebuah xml file kemudian data tersebut saya ekstrak kedalam file txt dan di pisahkan dengan baris baru. Pada tampilan langsung, spasi atau baris baru tidak tampak oleh mata, namun pada kenyataanya baris baru dan spasi tersebut masuk kedalam kolom database bersama data yang kita insertkan tersebut.

Masalahnya adalah:

Jika data yang di inputkan jumlahnya sedikit hal seperti ini tidak menjadi masalah. Tapi data yang saya insert ke database adalah data dengan jumlah puluhan ribu data.

Wah repot juga kalau harus edit satu demi satu data di field databasenya.

Cara simpelnya:

Mengilangkan spasi

UPDATE  namaTabel SET namaKolom= REPLACE(‘namaKolom’, ‘ ‘, ”)

Menghilangkan tab

UPDATE namaTabel SET  namaKolom= REPLACE(‘namaKolom’, ‘\t’, ” )

Menghilangkan Baris baru

UPDATE namaTabel SET  namaKolom= REPLACE(‘namaKolom’, ‘\n’, ”)

Menghilangkan Baris Berikutnya

UPDATE namaTabel SET  namaKolom= REPLACE(‘namaKolom’, ‘\r’, ”)

Untuk scrips diatas terdapat sintak \t,\n yang merupakan adalah sintak ascii yang dapat menginisialisasi sebuah perintah pada html. Namun pada hal ini di pakai pada mysql.

Demikian cara singkat dan simpel menghilangkan baris baru, tab dan juga karakter berikutnya. Semoga bermafnaat.

Codeigniter (CI) – Cara Simpel Membuat Kode Otomatis

Membuat kode otomatis dengan menggunakan data yang ada pada database banyak dilakukan untuk membuat beberapa aplikasi, misalnya:

  1. Kode barang, pada aplikasi penjualan barang, toko, gudang dan inventaris
  2. Kode Buku, pada aplikasi perpustakaan
  3. Kode Kendaraan, pada aplikasi perpajakan

Diatas contoh beberapa kode yang di implementasi kedalam aplikasi. Untuk penggunaannya bisa berupa kode biasa atau menggunakan barcode.

Yang perlu diketahui, pada setiap framework seperti codeigniter dan lainya konsepnya adalah MVC yaitu model view dan control.

Nah berikut ini akan Saya share, bagaina membuat kode untuk sebuah aplikasi perizinan bagunan. Untuk kode yang akan dibuat yaitu kode pemohon.

Untuk kode tersebut akan kita inisialkan dengan “P”. Misalkan pemohon yang didaftarkan adalah pemohon pertama maka akan terbuat kode “P1”, untuk pemohon kedua maka akan terbuat kode otomatis “P2” dan seterunya.

Oke langsung, saja..

3 Langkah Membuat Kode Otomatis

1. Controller

Pertama kamu buat dulu, sebuah controller untuk  mengidentifikasi fungsi yang akan memanggil model dan view pada kode otomatis tersebut.


defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');

class Home extends CI_Controller{    public function __construct(){ parent::__construct();

$this->load->model('M_pemohon');

}

function pemohon(){

$data['title'] = "Tambah Data Pemohon";$data['title'] = "Tambah Data Pemohon"; $data['header'] = "Tambah Pemohon"; $data['subheader'] = "manajemen pemohon"; $data['kode'] = $this->M_pemohon->kode_pemohon(); $this->load->view('v_kodePemohon',$data);

}

}

2. Model

Model adalah dimana tempat melakukan pemanggilan data yang berada pada database. Nah disinilah kamu bisa buat kode otomatis tersebut. Dan selanjutnya akan di panggil atau ditampilan pada view.

class M_pemohon extends CI_Model{

function kode_pemohon(){function kode_pemohon(){ $kode = $this->db->query("SELECT * FROM tabel_pemohon WHERE level='3'"); $kode = $kode->num_rows(); if($kode == 0){ $kode = "P1"; }else{ $n = $kode+1; $kode = "P$n"; } return $kode; }

}

3. View

Disini tempat menampilan kode otomatis yang telah kamu buat. Pernah saya coba membuat beberapa quer y disini, ternyata memang tidak bisa. Ini mengindikasikan bahwa memang framework memang sudah benar-benar menghandle hal ini.

Tujuan hal tersebut adalah untuk keamanan.

Di controller sudah di jelaskan ini:

$data[‘kode’] = $this->M_pemohon->kode_pemohon();

Ini maksudnya adalah memasukkan kode otomatis yang kamu buat tersebut ke dalam data variabel $kode.

untuk menampilan kode otomatis yang telah dibuat tersebut silahkan di print atau di echokan saja. di file kodePemohon.php pada view codeigniter kamu seperti ini:

<?php echo $kode;?>

Tinggal untuk penempatanya mau ditempakan dimana misalkan di  form.  Atau mau di pakai untuk proses lainya terserah kamu.

Note:

Untuk database yang digunakan silahkan di sesuaikan saja dengan yang kamu buat, untuk tabel nya pada contoh ini kita buat dengan nama ‘tabel_pemohon” dengan fieldnya;

  1. kodeUser (varchar)
  2. nama (varchar)
  3. username (varchar)
  4. password (varchar)

 

 

Postingan berikutnya

  1. bikin kode otomatis code igniter
  2. buat kode akun otomatis igniter

Codeigniter – Menghitung Jumlah Baris Tabel Database

Menghitung baris di php cukup mudah saja. Namun kali ni akan saya share bagaiman cara simpel juga untuk mengetahui jumlah baris data yang ada pada tabel database yang kamu gunakan.

Baris atau row ini, biasanya di hitung digunakan untuk melakukan suatu proses yang membutuhkan total data yang ada.

Untuk kasus penggunaannya sendiri misalnya yaitu pembuatan kode, mengetahui jumlah sebagaian atau seluruh data tertentu pada database, pembuatan logika tertentu, semua tergantung pada kebutuhan masing-masing. Berbeda dengan php biasa / php native, kalau framework codeigniter (CI) ini sintak sqlnya berada pada suatu tempat yang di pisahkan yaitu pada folder model, pada folder inilah script-script sql di simpan.

Pada tutorial ini, saya menerapkan penghitungan data database pada saat saya akan membuat kode yang terbuat otomatis pada sebuah aplikasi menggunakan framework CI. Oke, langsung aja,

Ini Cara menghitung Jumlah Baris di codeigniter

class M_kriteria extends CI_Model{
function kode_kriteria(){
$query = $this->$db->query("SELECT * FROM kriteria");
$total = $query->num_rows();
return $total;
}
}

Pada script diatas, ini adalah file data pada model kriteria. Dimana saya akan menghitung jumlah data kriteria yang sudah di masukkan ke dalam tabel database.

Pada contoh diatas, data akan di tarik lagi pada variabel total, dan selanjutnya untuk penggunaanya terserah kamu,  mau di apakan variabel itu.

Sampe disini, mudahkan untuk mengetahui total data pada database.

Contoh lagi, pada suatu tabel user pada database ada 3 level user yaitu: admin, pimpinan, dan juga member. Selanjutnya kamu ingin mengetahui total member pada tabel user tersebut. Caranya hampir sama, tinggal sisipkan saja kondisi untuk menghitung data dengan level member.

class M_kriteria extends CI_Model
{
function kode_kriteria(){

$query = $this-&gt;$db-&gt;query("SELECT * FROM kriteria");

$total = $query-&gt;num_rows();

return $total;

&nbsp;

}
}

Demikian cara simpel menghitung data pada codeigigniter. Silahkan berkomentar dan like page sistemphp.com Semoga bermanfaat.

Postingan berikutnya

  1. menghitung jumlah baris tabel codeigniter
  2. Logika menghitung jumlah data tabel html dengan php
  3. menampilkan jumlah data dalam database codeigniter
  4. menghitung jumlah data di codeigniter
  5. script php menampilkan dan menghitung jumlah pada database