Month: October 2017

DFD Sistem Informasi Pengadaan Barang

Sistem informasi pengadaan barang merupakan sebuah aplikasi administrasi yang digunakan untuk megelola pengadaan barang. Pengadaan barang berguna sebebagai cara untuk merencanakan sebuah kebutuhan dari barang yang akan digunakan.

Untuk kasus pengadaan barang sendiri biasanya terjadi dalam ruang linkup peruahaan dan juga instans atau lembaga pemerintahan. Berikut ini akan kita bahas bagaimana cara analisis data flow diagram atau DFD dari aplikasi berbasis php ini.

Untuk kasus yang akan kita bahas ini, aplikasi ini akan mengelola pengadaan barang yang akan dilakukan oleh admin atau operator pengadaan barang. Sehingga pengadaan barang di kelola langsung menggunakan aplikasi berbasis komputer. Sehingga aplikasi dapat di implementasi baik di perusahaan swasta ataupun di instansi pemerintah

Stakeholder sistem informasi pengadaan barang

  1. Admin, dalam kasus ini admin adalah operator yang memasukkan data pengadaan barang ke dalam aplikasi. Admin berperan sebagai pengelola aplikasi sehingga titik dari berjalannya pengadaan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien.

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pengadaan barang

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pengadaan barang

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pengadaan barang

Untuk data yang masuk kedalam aplikasi pengadaan barang ini seperti yang tertera pada konteks diagram diatas alah data admin, data supplier, dan data barang.

Sedangkan untuk data yang keluar dari aplikasi ini yaitu data info supplier, info barang. Yang mana dari kedua data ini berguna sebagai data yang akan di oleh dan di proses menjadi pengadaan barang.

DFD level 1 sistem informasi pengadaan barang

DFD level 1 sistem informasi pengadaan barang

DFD level 1 sistem informasi pengadaan barang

pada DFD diatas untuk memulai menggunakan aplikasi admin berhadapan dengan proses login. Selanjutnya terdapat proses data master. Data master merupakan data induk yang menjadi data dasar pada proses inti pengadaaan. Data master tersebut yaitu data supplier dan juga data barang.

Untuk selanjutnya proses inti yang ada pada aplikasi pengadaan barang baik secara online maupun offline ini yaitu pengadaan. Proses pengadaan adalah proses utama yang mengelola pengadaan barang baik barang dan juga supplier yang menyediakan barang pengadaan.

Proses berikutnya yaitu laporan. Dari proses yang terjadi sebelumnya baik data master ataupun pengadaan maka data tersebut di jadikan acuan sebagai proses berikutnya yaitu pencetakan laporan pengadaan.

DFD Sistem Informasi Pengiriman Barang

Sistem informasi pengiriman barang adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola dan memanajemen pengiriman barang atau paket. Untuk aplikasi ini biasanya digunakan untuk jasa pengiriman paket atau ekspedisi seperti jne, tiki, pos, indah kargo dan lain sebagainya.

Dengan adanya aplikasi ini maka perusahaan akan lebih di mudahkan dalam hal diataranya yaitu pendataan barang kiriman, pendataan pengirim, pemantauan paket barang kiriman, pelacakan paket kiriman dan juga membuat laporan periode secara otomatsi dengan aplikasi pengiriman.

Stakeholder sistem informasi pengiriman barang

Untuk user yang terkait dengan aplikasi ini yaitu:

  1. Pimpinan, merupakan pimpinan perusahaan dalam suatu usaha pengiriman barang
  2. Admin, operator aplikasi yang berfungsi menjalankan aplikasi baik secara ofline maupun online berbasis web
  3. Pengirim, merupakan user yang melakukan pengiriman barang

Proses pada sistem informasi pengiriman barang

Secara umum berikut ini merupakan beberapa proses inti yang ada pada sistem informasi pengiriman barang

  1. Pengiriman, merupakan suatu proses pada aplikasi sistem informasi pengiriman barang atau produk untuk mendata dan mengelola pengiriman barang dari pengirim barang. Untuk pengambilan tidak di jadikan satu proses karena dapat digabungkan dengan menu pengiriman yang berupa pergantian status pengiriman dari terkirim atau sudah diterima misalnya.
  2. Pelacakan, merupakan proses untuk mencari data pengiriman barang

 

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pengiriman barang

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pengiriman barang

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pengiriman barang

Pada dfd level 0 daitas untuk aliran data yang di terima dan di berikan dari ke sistem yaitu:

#Data yang masuk kesistem

  1. Pimpinan -> data pimpinan
  2. Admin -> data admin, data kota
  3. Pengirim -> data pengirim, data kota

#Data yang di terima dari sistem

  1. Pimpinan – > data pimpinan, data pengirim, data pengiriman
  2. Admin -> data admin, data pimpinan, data pengirim, data pengiriman, data barang
  3. Pengirim -> data pengirim, data pengiriman

DFD level 1 sistem informasi pengiriman barang

DFD level 1 sistem informasi pengiriman barang

DFD level 1 sistem informasi pengiriman barang

Pada DFD level 1 diatas akan terbentuk data master, data master ini merupakan data yang didapat dari data utama masing-masing user.

Kegunaan data master pada sistem ini merupakan untuk mengelola proses berikutnya yaitu proses pengiriman barang.

 

 

 

Postingan berikutnya

  1. contoh data flow diagram pengiriman barang

Menggabungkan Metode Forward Chaining dan Bayes

Jika biasanya salah satu metode ini dipisah dalam kasus penyelesaian kepakaran, kali ini akan di kombinasikan menjadi satu kesatuan alur untuk satu tujuan yang sama yaitu menentukan keputusan berdasarkan pengetahuan pakar.

Untuk pengembangan aplikasi penggabungan dua metode ini Saya menggunakan bahasa pemrograman berbasis web php. Untuk database yang digunakan yaitu mysql serta untuk desain menggunakan html dan css serta javascript.

Beberapa hal tentang penggabungan metode Forward Chaining dan Bayes yaitu:

Konsep metode Fordward Chaining dan Bayes

Kedua metode ini merupakan dua metode yang mempunyai fungsi sama namun berkonsep berbeda.

#Forward chaining

Metode sistem pakar yang digunakan untuk mencari suatu solusi atau goal dengan teknik pencarian data.

 

#Bayes

Metode sistem pakar yang digunakan untuk mencari suatu solusi atau goal dengan teknik probabilitas data.

 

Perbedaan Struktur database forward Chaning dan Bayes

Beradasarkan analisa sebelumnya, jika berdiri sendiri untuk database pada masing-masing metode ini jika di buat kedalam aplikasi yaitu sebagai berikut:

#Database Forward Chaining

  1. admin, tabel yang berguna untuk menyimpan data admin pada aplikasi sistem pakar forward chaining. Admin ini merupakan user yang mengelola isi aplikasi termasuk data-data yang di dalamnya.
  2. diagnosa, merupakan tabel yang berfungsi untuk menyimpan data dianosa penyakit
  3. gejala, merupakan tabel yang berguna untuk menyimpan data gejala
  4. konsultasi, merupakan tabel yang berguna untuk menyimpan data konsultasi user
  5. pengetahuan, merupakan tabel yang berguna untuk menyimpan data aturan forward chaining, berupa data alur gejala penyakit.

#Database Bayes

  1. admin, merupakan tabel menyimpan data admin
  2. aturan, tabel yang berfungsi untuk menyimpan data aturan tentang perhitungan probabilitas bayes
  3. gejala, sama dengan fungsi tabel pada database forward chaining
  4. penyakit, mempunyai fungsi tabel pada database forward chaining

Database forward chaining dan bayes

Dan untuk database penggabungan kedua metode ini yaitu

  1. admin
  2. gejala
  3. diagnosa
  4. penyakit
  5. konsultasi
  6. pengetahuan, berfungsi untuk mengatur perhitungan forward chaining
  7. pengetahuan2 (aturan), berfungsi untuk mengatur perhitungan bayes

Contoh hasil dari penggabungan forward chaining dan bayes

Berikut ini contoh hasil proses dengan menggunakan kedua metode tersebut untuk FD adalah fordward chaining.

Hasil Pakar konsultasi fordward chaining

Hasil Pakar konsultasi fordward chaining

Hasil riwayat pertanyaan berdasarkan gejala

Hasil riwayat pertanyaan berdasarkan gejala

Gejala terpilih pada konsultasi

Gejala terpilih pada konsultasi

Hasil konsultasi pada bayes

Hasil konsultasi pada bayes

Hasil konsultasi detail gejala berdasarkan probabilitas gejala

Hasil konsultasi detail gejala berdasarkan probabilitas gejala

Demikian dari sharing kali ini, semoga bermanfaat.

DFD Sistem Informasi Nilai

Sistem informasi nilai berbasis web merupakan aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi nilai. Aplikasi ini biasanya digunakan di sekolah untuk tingkat SMP/MTs, SMA/SLTA, kampus atau lembaga kursus.

Pada sharing kali ini akan kita bahas, analisa dan perancangan berupa DFD atau data flow diagramnya. Seperti biasa untuk dfd sendiri terdiri  dari beberapa level diataranya yaitu level 0 atau konteks diagram sistem informasi nilai, level 1.

Untuk contoh kasus, dfd ini akan kita bahas stakeholder untuk ruang lingkup sistem informasi nilai sekolah tingkat SMA.

User sistem

Ruang lingkup untuk pengguna sistemnya yaitu:

  1. Admin, pada sistem ini admin berfungsi untuk mengelola jalannya aplikasi secara keseluruhan. Meliputi entri data master serta memantau data-data yang ada pada proses penilaian aplikasi.
  2. Guru, merupakan user level kedua yang berperan menginputkan nilai berdasarkan mata pelajaran yang di ajarkan pada sekolah yang menggunakan sistem
  3. Siswa, merupakan user level ke-3 yang berperan sebagai penerima nilai yang di inputkan oleh guru mata pelajaran.

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi nilai

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi nilai

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi nilai

Untuk konteks diagram diatas, terlihat jelas aliran data yang masuk dan keluar dari dan ke sistem.  Untuk rincian datanya yaitu:

Data masuk ke sistem:

  1. Admin, data yang masuk yaiatu data pelajaran
  2. Siswa, data yang masuk yaitu data siswa
  3. Guru, data yang masuk yaitu data guru dan data nilai

Data keluar sistem:

  1. Admin, data yang diterima yaitu data guru, data nilai, data siswa, data pelajaran
  2. Guru, data yang diterima dari sistem yaitu data guru, nilai, pelajaran dan siswa
  3. Siswa, data yang diterima yaitu data guru, nilai, pelajaran dan siswa

DFD level 1 sistem informasi nilai

DFD level 1 sistem informasi nilai

DFD level 1 sistem informasi nilai

Untuk dfd level satu pada sistem nilai ini proses induk utamanyayaitu pada proses penilaian. Yang mana pada proses no 3 ini, acuan data yang di ambil yaitu pada proses sebelumnya yaitu data master. Dari data master inilah yang dioleh pada proses penilaiannya.

Untuk laporan di hasilkan dari penarikan data dari 2 proses kedua sebelumnya yaitu data master dan juga data penilaian. Dari penarikan kedua proses tersebut maka akan di hasilkan laporan pelajaran, laporan siswa, laporan guru dan juga laporan penilaiannya.

Untuk membuat DFD diatas, dibuat menggunakan microsoft visio berekstensi vsd untuk buat yang butuh filenya silahkan berkomentar di bawah.

Postingan berikutnya

  1. contoh dfd penilaian
  2. contoh dfd penilaian siswa
  3. dfd sistem penilaian

DFD Sistem Informasi Pemesanan Barang

Pemesanan barang kini dapat langsung dengan cepat dan mudah menggunakan aplikasi sistem informasi. JIka biasana pemesanan barang atau produk kita harus datang ke toko namun kali ini pemesanan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak peduli jam buka toko.

Nah kali ini akan kita bahas analisa dan perancangan aplikasi sistem informasi pemesanan barang yaitu mengenaii DFD atau data flow diagram. Untuk jenis barang-barang ada  banyak barang misalnya barang harian dan toko bangunan. Ini adalah analisis untuk merancang sebuah sistem order barang yang lebih canggih secara online berbasis web.

User sistem informasi pemesanan barang

User merupakan pengguna dari aplikasi. Untuk user biasanya terdapat beberapa level  dan level-level ini adalah batasanya atas proses mana saja yang akan di tampilkan oleh masing-masing user berdasarkan level yang ada. Berikut ini user pada aplikasi pemesanan barang berbasis web dan online seperti yang akan kita rancang pada DFD ini:

  1. Admin, merupakan pengguna aplikasi sistem informasi yang mempunyai rule semua proses yang ada pada sistem.
  2. Member, member dalam sistem ini nantinya akan berlevel pemesan. Dimana pemesan inilah yang melakukan pemesanan barang melalui aplikasi.

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pemesanan Barang

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pemesanan barang

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pemesanan barang

Pada diagram level 0 diatas, sistem informasi pemesanan barang mendapat masukan data dari kedua user. Untuk data yang di masukkan ke dalam sistem yaitu data admin dan data barang dari user admin. Kemudian untuk data pesanan dan juga data member, dimasukkan dari user member.

Untuk data yang keluar dari sistem yaitu info member, info barang, info pesanan ini merupakan data yang di berikan oleh sistem untuk user admin. Kemudian untuk data keluar dari sistem selanjutnya yaitu info barang yang juga di berikan oleh sistem untuk user member. Data inilah yang menjadi info barang yang akan di pesan oleh member melalui sistem.

DFD level 1 sistem informasi pemesanan barang

DFD level 1 sistem informasi pemesanan barang

DFD level 1 sistem informasi pemesanan barang

Untuk rangkaian dfd level 1 ini adalah penjabaran dari konteks diagram diatas. Untuk acuan aliran data yang masuk sama dengan konteks diagram. Namun untuk level ini terdapat lingkaran proses yang menunjukkan proses yang ada pada sistem.

Untuk alurnya yaitu:

  1. Login sistem, merupakan proses login untuk menggunakan sistem
  2. Data master, merupakan data utama yang menjadi data indek proses sistem
  3. Pemesanan, merupakan proses inti dari aplikasi sistem informasi pemesanan barang
  4. Laporan, merupakan proses akhir output untuk menghasilkan laporan yang dibuat oleh sistem berdasarkan data-data yang telah di proses

Untuk konsepnya seperti itu.

Postingan berikutnya

  1. dfd level 0 api whatsapp
  2. buatlah dfd pemrosesan barang
  3. dfd level 1 pemesanan
  4. diagram konteks pemesanan barang

DFD Sistem Informasi Pariwisata

Sistem informasi pariwisata berguna untuk mengelola sebuah objek-objek pariwisata yang ada pada suatu daerah. Dalam perancangan aplikasi sistem informasi pariwisata salah satunya membutuhkan dfd sebagai dasar untuk melihat alur proses sistem aplikasi.

Untuk perancangan dan analisis beberapa yang dibutuhkan selain DFD yaitu ERD dan Flowchart. Namun untuk kali ini yang akan kita bahas adalah bagaimana membuat DFD nya.

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi pariwisata

DFD level 0 Konteks diagram Sistem informasi pariwisata

DFD level 0 Konteks diagram Sistem informasi pariwisata

Untuk user atau pengguna aplikasi ini, ada 3 yaitu pimpinan,pengunjung dan  admin dengan rincianya sebagai berikut:

  1. Admin, merupakan operator aplikasi yang mengentri data pariwiata pada aplikasi sistem informasi pariwisata
  2. Pimpinan, merupakan pemegang kewenangan tentang informasi pariwisata yang di masukkan ke dalam aplikasi
  3. Pengunjung, merupakan pengjung aplikasi web sistem informasi pariwisata yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi tentang pariwisata yang ada pada aplikasi sistem informasi pariwisata

Data yang masuk kedalam sistem:

  1. Admin yaitu data pariwisata
  2. Pimpinan yaitu data pimpinan

Data yang di keluar dari sistem:

  1. Admin yaitu data admin, data pimpinan, data pariwisata
  2. Pimpinan yaitu data admin, data pariwisata
  3. Pengunjung yaitu data pariwisata

 

DFD level 1 sistem informasi pariwisata

DFD level 1 Sistem informasi pariwisata

DFD level 1 Sistem informasi pariwisata

Pada sistem ini, proses utama dari aplikasinya adalah pengelolaan pariwisata yang di tunjukkan seperti pada lingkarang no 3. Kenapa diagram ini hanya sampai level 1 saja ?, ya karena proses utama pada aplikasi ini tidak membutuhkan pemecahan lagi menjadi beberapa proses lainya.

Jika proses utama masih bisa di pecah atau di breakdown lagi, maka kemungkinan DFD bisa terdiri dari lebih 1 level. Maka dengan demikian, untuk proses yang di pecah tersebut akan terdapat sub menu dari menu yang di pecah tadi.

Pada sistem informasi pariwsata ini akan menghasilkan sebuah laporan tentang pariwisata yang ada pada suatu daerah, meliputi apa saja yang ada pada lokasi tersebut. Untuk kedepannya ini akan menjadi aplikasi yang menarik untuk mempromosikan suatu daerah terhadap tempa-tempat wisata yang ada pada daerah tersebut. dengan demikian, akan juga meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menjual apa apa saja yang khas pada daerah tesebut dan itu juga dapat di kelola dengan aplikasi ini sekaligus.

Postingan berikutnya

  1. sistem dfd diagram aplikasi travel