Month: November 2017

DFD Sistem Informasi Bengkel

Sistem Informasi Bengkel merupakan aplikasi yang digunakan untuk manajemen bengkel. Dalam kasus penerapannya beberapa yang termasuk bengkel ini yaitu:

Bengekl mobil, bengkel sepeda motor, dan juga jasa service perangkat adan alat elektronik atau komputer.

Beberapa faktor yang membuat aplikasi sistem informasi bengkel menjadi aplikasi yang perlu di gunakan oleh bengkel adalah memudahkan pendataan pelanggan, pendataan sparepart, pendataan mekanik, dan juga pendataan pelayanan yang diberikan terhadap bengkel terhadap kerusakan atau perbaikan yang terjadi pada pelanggan.

Poin pentingnya adalah manajemen data dan pelaporan.

Manajemen data pada aplikasi sistem informasi ini memudahkan admin atau pencataan pengelolaan data keseharian. Ini dilihat jika entri data pada bengekl manual di tulis tangan. Dengan Aplikasi atau software ini bagian pencataan atau pembukuan hanya mengentri dengan mentetik dan mengkliknya saja.

Menghemat waktu dan tenaga.

Pelaporan dalam hal ini berguna sebagai informasi pimpinan terhadap perkembangan bengkel. Baik penjualan sparepart, pelayanan bengekl, pekerjaan mekanik dan mengkoordinir sparepart dalam hal stokis barang.

Untuk perancangannya akan kita bahas sebagaimana data flow berikut ini.

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem informasi bengkel

DFD level 0 Konteks diagram sistem informasi bengkel

DFD level 0 Konteks diagram sistem informasi bengkel

Jika melihat konteks diatas beberapa data yang di kelola yaitu:

  1. Data admin, merupakan data admin yang merupakan sekaligus pengguna aplikasi.
  2. Data Sparepart, merupakan data suku cadang yang ada di bengkel, baik itu suku cadang di bengkel mobil atau suku cadang sepeda motor
  3. Data pelayanan, merupakan data jasa apa saja yang diberikan pada bengekl tersebut kepada konsumen. Contohnya saja ganti oli, pemberian oli rantai, pengencangan baut dan masih banyak contoh lainya.
  4. Data mekanik, merupakan data anggota mekanik yang melakukan perawatan atau pengerjaan perbaikan pada bengkel terhadap kendaraan atau peralatan konsumen.
  5. Data konsumen, dalam kasus aplikasi ini data konsumen digunakan sebagai pencatakan faktur atau bon. Dan juga untuk mendata konsumen dengan aplikasi.

Beberapa data diatas di tujukkan alur seperti dapat dilihat pada konteks diagram yaitu panah yang mengarah pada SI bengekl merupakan data yang masuk atau data yang diberikan ke dalam sistem.

Sedangkan data yang di tunjukkan dengan arah panah keluar dari lingkaran SI bengkel merupakan data yang diberikan ole sistem kepada user yang terdapat dalam stakeholder aplikasi sistem ini.

DFD level 1 sistem informasi bengkel

DFD level 1 sistem informasi bengkel

DFD level 1 sistem informasi bengkel

Diatas merupakan diagram level 1 dari SI bengkel. Rancangan diatas berdasarkan pengembangan dari konteks diagram yang memunculkan proses baru yaitu pembayaran.

Kenapa terjadi proses pembayaran pada aplikasi ini. ?,

Untuk kasus yang kita jadikan analisis ini, mengacu pada kondisi bengekl yang secara umum.

Dengan kata lain, pengelolaan data yang ada secara umum seperti di jelaskan pada konteks diagram level 0 diatas.

Proses pembayaran sekaligus berguna membantu bengkel untuk memantau dan mengelola pendapatan bengkel.

 

Untuk analisis si bengkel secara umum demikian. Semoga bermanfaat dan membantu dalam memberikan gambaran pengembangan aplikasi bengkel secara lebih lengkap dan kompleks lagi.

Postingan berikutnya

  1. Cara Membuat dfd bengkel
  2. dfd bengkel motor
  3. dfd level 1 bengkel
  4. dfd rinci dan konteks bengkel
  5. pentingnya inventory di bengkel

DFD Sistem Informasi Inventory

Sistem informasi inventory atau sering di kenal dalam bahasa indonesia adalah aplikasi inventari merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola barang masuk dan juga barang yang keluar.

Aplikasi ini biasanya di pakai atau di gunakan di gudang atau pun penyetokan barang dengan data pemasukan dan pengeluaran barang yang tidak sedikit.

Menggunakan aplikasi ini dapat memudahkan pengelolaa dan manajemen data sehingga dapat lebih cepat dan maksimal.

Dengan jumlah data yang banyakk bahkan sampai ribuah atau puluhan ribuh, bayangkan jikga pengeloaan tersebut didata secara manual dengan mencatatnya di buka note menggunakan tulisan tangan.

Sungguh tidak efisien bukan.

Nah dengan latar tersebut di kembangkanlah aplikasi inventory ini sehingga dapat membantu dan memudahkan pengguna dalam mengelola inventory.

Sebelum membahas aplikasinya, kita akan ulas analisanya.

Analisa yang kita maksudkan disini adalah aliran data atau Data Flow Diagram atau yang sering kita kenal DFD nya.

Oke langsung Berikut ulasannya.

DFD level 0 (Konteks diagram) sistem informasi inventory

DFD level 1 sistem inventory

Menampilkan dan Menyembunyikan Form dengan Combobox

Tutorial kali ini kita akan mengulas bagaimana cara menampilkan dan menyembunykan form pada sebuah halaman web html dengan combobox.

Kalau sebelumnya saya membuat ini dengan cara memanfaatkan penggantian url dengan menyembunyikan dan menampilkan form, maka sekarang tanpa merubah url. Kelemahan dengan merubah url pada parameternya adalah page akan terefresh dan isian form sebelumnya akan hilang atau akan kembali kosong seperti sebelumnya.

Dengan  memanfaatkan cara simpel menggunakan javascript  ini, halaman tidak akan terefresh dan isian inputan yang telah kita inputkan pada form sebelumnya tidak akan hilang atau tidak akan terpengaruh.

Pada kasus yang terapkan disini, saya telah membuat jenis formnya pada kasusnya. Pertama saya menggunakan script ini ketika akan membuat form inputan data pegawai. Pada data pegawai tersebut form sangat banyak mulai dari detail pribadi sampai detail info kepegawaian. Pada intinya ketika saya ingin memilih jabatan, maka akan muncul form di bawahnya.

Contohnya jika Saya memilih jabatan kepala bidang maka di bawahnya akan muncul pilihan bidang. Jika saya memilih jabatan kepala subbidang maka akan muncul pilihan form di bawahnya pilihan subbidang. Lain halnya jika Saya memilih jabatan sebagai kepala dinas, maka pilihan di bawahnya tidak akan muncul apa-apa, Secara logika tutorial kali ini hampir sama cara kerjanya.

Studi kasus

Kasus yang kita terapkan pada tutorial kali ini adalah pada form cetak laporan. Pada form laporan terdapat inputan pertama yang berupa combobox. Yang mana combobox tersebut terdapat 3 pilihan didalamnya.

Pilihan yang ada yaitu supplier, permintaan dan pengiriman.

Jika saya memilih combobox supplier maka tidak akan tampil form lagi dibawahnya. Namun jika Saya memilih pilihan permintaan atau pengiriman maka di bawah form tersebut akan muncul form berikutnya yaitu form inputan tanggal dari tanggal sampai tanggal berapa.

Oke langsung simpak tutorial simpel dan mudahnya ini,

Tampilan Form awal

Menyembunyikan form inputan html

Menyembunyikan form inputan html

Diatas merupakan tampilan default form cetak laporan pada aplikasi yang Saya buat. Untuk supplier jika di cetak akan menampilkan data supplier yang ada pada database aplikasi.

Pada Form pilih laporan tersebut terdapat 3 laporan seperti yang sudah Saya jelaskan di atas sebelumnya.

Pada form diatas, sebenarnya terdapat form lagi di bawah form tersebut yaitu dari tanggal dan sampai tanggal. Karena memang form pilihan diatas tidak membutuhkan rentan tanggal maka formnya Saya sembunyikan.

Tampilan setelah Form awal

Menampilkan form inputan html

Menampilkan form inputan html

Nah, pada tampilan diatas sudah tampil form setelah form pilihan laporan di pilih. Untuk membuat konsep diatas kita menggunakan javascript yang didalam scriptnya terdapat kondisi untuk menampilkan form yang kita maksud itu.

Javascript menyembunyikan dan menampilkan form

Sebegai contoh agar mudah dipahami, langsung saya ambil script dari kasus Saya ini,

<label>Pilih Laporan</label>

<select name=”laporan” class=”form-control” onchange=” if (this.selectedIndex==1 || this.selectedIndex==2){ document.getElementById(‘tampil_tanggal’).style.display = ‘inline’ }else { document.getElementById(‘tampil_tanggal’).style.display = ‘none’ };”>

<option value=”supplier”>Supplier</option>

<option value=”permintaan”>Permintaan</option>

<option value=”pengiriman”>Pengiriman</option>

</select>

<span id=”tampil_tanggal” style=”display:none;”>

<label>Dari Tanggal</label>

<input type=”date” value=”<?php echo date(‘Y-m-d’);?>” name=”dari” class=”form-control”> <label>Sampai Tanggal</label>

<input type=”date” value=”<?php echo date(‘Y-m-d’);?>” name=”sampai” class=”form-control”>

</span>

 

Penjelasan:

onchange=” if (this.selectedIndex==1 || this.selectedIndex==2){ document.getElementById(‘tampil_tanggal’).style.display = ‘inline’ }else { document.getElementById(‘tampil_tanggal’).style.display = ‘none’ };”

Merupakan javascript berfungsi untuk menampilkan dan menyembunyikan form. Pada script tersebut terdapat kondisi jika maka yang di tunjukkan dengan fungsi if. Kemudian terdapat this.selectedIndex==1 dan this.selectedIndex==2 merupakan kondisi jika di pilih pilihan 1 atau 2 maka akan tampilkan form berikutnya.

Ingat, dalam konsep pemgrograman pilihan tersebut perhitungannya di mulai dari 0, maka 0,1,2 dan seterusnya.

<option value=”supplier”>Supplier</option>

<option value=”permintaan”>Permintaan</option>

<option value=”pengiriman”>Pengiriman</option>

Diatas merupakan pilihan dari combobox yang kita maksud dari tadi. Untuk perhitungan urutannya di mulai dari 0.

<span id=”tampil_tanggal” style=”display:none;”>

Script diatas merupakan script html yang secara default menyembunyikan form. Jika fungsi javascript di pilih maka baru akan melakukan perubahan.

 

Demikian tutorial singkat mudah dan semoga membantu dalam membuat program berbasis web yang sedang Kamu kerjakan.

Postingan berikutnya

  1. mode tampilkan dan sembunyikan untuk fungsi pada php

Cara Mudah Memasukkan Database SQL dalam Aplikasi Web

Database yang digunakan dalam aplikasi berbasis web adalah berekstensi .sql, Dalam konsepnya ekstensi sql ini, adalah dari rancangan database mysql.

Bagi kamu yang mau buat aplikasi berbasis pemrograman php dengan menggunakan database sql yang sudah ada, caranya cukup mudah saja. Dalam istilahnya memasukkan database sql ini di kenal dengan istilah import.

Caranya cukup mudah, ikuti langkah-langkah simpel berikut ini:

Cara simpelnya

1.Akses phpmyadmin, caranya cukup mudah dengan mengakses http://localhost/phpmyadmin, melalui browser kamu, baik google chrome, mozilla, internet explorere ataupun yang lainya. Maka akan tampil tampilan seperti berikut ini:

phpmyadmin

phpmyadmin

2.Pilih Menu import, merupakan menu yang berguna untuk memasukkan database sql kita. Selanjutnya pilih tombol choose file / pilih file jika dalam bahasa indonesia phpmyadmin kamu. Selanjutnya pilih database sql yang kamu punya.

import database mysql

import database mysql

3.Klik tombol go pada bagian bawah maka proses akan barlangsung upload. Tunggu sampai proses selesai.

import go database

import go database

Demikian cara mudah semoga membantu dalam memasukkan database yang kita punya ke dalam aplikasi yang akan kita rancan. Setelah database masuk ke dalam phpmyadmin. Selanjutnya  tinggal di konfigurasi saja mau di pakai ke aplikasi mana database tersebut digunakan.

 

 

DFD Sistem Informasi Klinik

Sistem informasi klinik merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola klinik. Mengelola data klinik membutuhkan ketilitian dan kejelian.

Secara manual, pengelolaan klinik berjalan secara lambat dan tidak efisien.

Aplikasi yang di rancang yang mampu memberikan informasi pengelolaan data serta laporan, memungkinkan pengelolaan berjalan lebih cepat dan efektif. Maka dari itu pengembangan aplikasi ini sangat menarik untuk di implementasikan.

Untuk aplikasi klinik berbeda dengan aplikasi rumah sakit. Jika rumah sakit dengan konsep dan stakeholder yang lebih besar, maka untuk klinik bisa lebih kecil dari rumah sakit.

Hal tersebut dapat di lihat misalnya, dari jumlah dokter, jumlah perawat, jumlah kamar, dan maupun jumlah pasien yang di lakukan perawatan atau berobat pada klinik.

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Klinik

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi klinik

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi klinik

Untuk penjelasan diatas, lingkaran yang berada pada tengah konteks diagram diatas merupakan sistem informasi. Sedangkan persegi empat di luar lingkaran tersebut merupakan stakeholder yang berupa user yang berkaitan dengan aplikasi sistem informasi.

Untuk panah masuk dan keluar lingkaran merupakan data yang di masukkan ke aplikasi dan juga data yang diterima dari aplikasi.

Sistem informasi klinik lebih kompleks di bandingkan dengan sistem informasi puskesmas. Hal ini di buktikan dengan pengelolaan data yang ada pada sistem informasi ini. Pengelolaan data yang ada yaitu:

  1. Data obat, merupakan data obat yang diberikan kepada pasien
  2. Data perawat, merupakan data perawat yang melakukan perawatan kepada pasien di setiap kamar
  3. Data dokter, merupakan data dokter pada klinik
  4. Data kamar, merupakan data dimana pasien di lakukan perawatan
  5. Data pasien, merupakan data orang yang dilakukan perawatan
  6. Data perawatan, merupakan data perawatan pasien

 

DFD level 1 Sistem Informasi Klinik

DFD level 1 sistem informasi klinik

DFD level 1 sistem informasi klinik

Berdasarkan rincian konteks diagram yang sebelumnya. Maka akan dapat di buat diagram level 1 seperti diatas. Untuk proses inti yang ada yaitu perawatan. Dalam kasus yang lebih besar, misalkan sistem informasi rumah sakit, DFD dapat berlevel lebih dari 1 karena terdapat beberapa proses besar selain perawatan.

Beberapa proses tersebut misalnya histori medis atau riwayat medis, rawat inap atau rawat jalan dan Juga pengelolaan proses lainya yang bergantung kondisi layanan yang ada pada rumah sakit yang memberikan layanan perawatan tersebut.

 

Sekedar informasi, untuk implementasi aplikasi ini, membutuhkan server yang handal. Gunanya adalah agar aplikasi dapat berjalan dengan maksimal tanpa kendala apapun disaat server down.

Dan biasanya untuk mengantisipasi hal tersebut layanan server yang baik menggunakan server beckup untuk manalangi down tersebut.

Jika tidak demikian, maka data yang berhubungan dengan perawatan akan sangat berbahasa jika terjadi crash suatu saat penginputan data pada aplikasi.

Postingan berikutnya

  1. dfd konteks level 0 klinik pasien rawat jalan
  2. dfd klinik
  3. dfd level 0 sistem informasi rumah sakit

Fungsi Mail() PHP Tidak Berfungsi Di Hosting

Projek kali ini adalah membuat aplikasi registrasi yang memerlukan konfirmasi email untuk aktivasi akunya.

Masalah yang terjadi rupanya fungsi mail() yang ada php tidak berfungsi.

Termasuk uji coba pada aplikasi yang saya buat di server hosting saya. Dulu saya juga pernah buat script untuk notifikasi ke email, tapi bisa-bisa saja. Nah kali ini tidak bisa? apa yang salah.

Untuk error script yang tidak terjadi pun tidak ada, termasuk saya sudah coba menggunakan library phpmailer. Sampai artikel ini di tulis Saya masih mencari tahu apa penyebab hosting tidak bisa mengirim ke email. Baik ke google, yahoo dan lainya.

Berdasarkan sumber yang saya baca, kemungkinan server tidak bisa mengirim email adalah karena beberapa hal berikut:

  1. Masalah konfigurasi server hosting
  2. Akun email pada hosting yang bermasalah
  3. Kelasalah konfigurasi pada php.ini untuk fitur pengiriman email
  4. Port yang ada pada hosting terproteksi dengan kuat

 

Jika sudah menemukan solusi tentang permasalahan ini, artikel ini akan Saya update baik masalahnya maupun cara penyelesaiannya.

Update

Alhamdulillah akhirnya ketemu cara mengirim email melalui hosting sendiri. Untuk hosting yang saya gunakan adalah IDWEBHOST.

Yang perlu di perhatikan dari permasalahan ini adalah:

  1. Kamu harus sudah punya akun email sendiri di hosting kamu
  2. Silahkan catat port SMTP yang di sediakan oleh hosting kamu (digunakan untuk script mengirim email ini)
  3. Serta email dan passwordnya (digunakan untuk script mengirim email)

Berbeda jika SMTP yang kamu gunakan menggunakan gmail. Kamu tidak perlu membuat akun email terlebih dahulu di hosting kamu.

Pada contoh kasus ini, saya akan mengirim email dengan email yang saya buat di hosting yaitu:

_________________

cs[at]sistemphp.com

_________________

Hal penting yang perlu digunakan:

  1. username: xxx@domainkamu.com
  2. papassword: passwordemailkamu
  3. SMTP Port: 123

SMTP port, sesuaikan dengan yang punya hosting kamu ya.

Sebelumnya SMTP adalah Service mail transfer protokol. Sebuah pelayanan pengiriman email melalui sebuah jalur yang ada pada setiap server yang Ada. Email ini, di kelola oleh server sebagaimana penyedia email gratis yang ada di luar sana.

Untuk kelebihannya adalah kita bisa menggunakan email dengan domain kita sendiri. Untuk kelemahanya yaitu kita harus memanajemen server sedemikian mungkin hingga server kita dapat berjalan maksimal untuk memberikan pelayanan dalam pengiriman email.

Untuk kali ini saya menggunakan fungsi library phpmailer, Untuk langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.Script mengirim email php

<?php
include “classes/class.phpmailer.php”;
$mail = new PHPMailer;
$mail->IsSMTP();
$mail->SMTPSecure = ‘tls’;
$mail->Host = “domain.com”; //host masing provider (hosting kamu)
$mail->SMTPDebug = 2;
$mail->Port = 587; (port email hosting kamu)
$mail->SMTPAuth = true;
$mail->Username = “xxx@sistemphp.com”; //user email
$mail->Password = “password_email”; //password email
$mail->SetFrom(“xxx@sistemphp.com”,”SISTEMPHP.COM”); //set email pengirim
$mail->Subject = “AKTIVASI AKUN SISTEMPHP.COM”; //subyek email
$mail->AddAddress(“tanyasistemphp@gmail.com”,”tanyasistemphp”); //tujuan email
$mail->MsgHTML(“Testing…”);
if($mail->Send()) echo “Message has been sent”;
else echo “Failed to sending message”;
?>

Email diatas berhasil mengirim email ke email gmail.

Untuk hasil tampilan di browser serta di halaman inbox email sebagai berikut:

Tampilan pada inbox email

Tampilan kotak masuk pengiriman email berhasil

Tampilan kotak masuk pengiriman email berhasil

Tampilan pada browser

Tampilan berhasil mengirim email

Tampilan berhasil mengirim email

Untuk library phpmailer yang digunakan silahkan ambil disini. Semoga membnatu dan bermanfaat. Jika masih ada permasalahan atau butuh bantuan silahkan berikan komentar artikel tutorial ini.

Untuk demo mengirim email disini