Month: May 2018

SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

SPK adalah sebuah konsep aplikasi yang sering kita kenal dengan nama sistem pendukung keputusan, sistem pengambil keputusan, sistem penunjang keputusan. Sebuah aplikasi yang berguna membantu user atau pengguna untuk mengambil sikap terhadap permasalahan yang sedang di tangani.

Dalam penerapannya SPK di rancang  menggunakan banyak metode, seperti halnya kali ini metode yang kita gunakan yaitu association rule. Sebuah metode yang  mampu memberikan solusi terhadap kesulitan menentukan keputusan yang objektif. Metode ini mempunya konsep support dan confidence yang pengertiannya adalah dukungan dan keyakinan. Jika kamu pengen paham tentang metode ini, di postinganya sebelumnya pernah kita bahas mengenai metode ini diantaranya pada postingan:

  1. 31+ Judul Skripsi dan Tesis dengan Metode Association Rule
  2. SPK dengan Metode International Association Rule

Kali ini yang berbeda adalah pada studi kasus penggunaan metode ini. Pada kasus ini kasus yang akan di selesaikan yaitu:

Seorang ketua jurusan mengalami kesulitan yang manakan judul yang boleh di teruskan atau dilanjutkan untuk ke tahap berikutnya. Misalkan saja dari pengajuan proposal, ke seminar hasil dan seterusnya. Dengan menggunakan aplikasi ini, dosen tersebut mampu memilih judul skripsi yang layak dan tidak layak untuk di lanjutkan yang diajukan oleh mahasiswa ataupun mahasiswi pada kampus tersebut.

ANALISIS DAN PERANCANGAN

Sebelum msuk ke implementasi dalam pembangunan aplikasi berikut analisa perancangan yang dilakukan.

Analisa

Konteks diagram (dfd level 0)

Konteks diagram SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Konteks diagram SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Gambar diatas merupakan rankaian konteks diagram dari aplikasi ini. Ranakaian ini sering kita kenal dengan istilah dfd level 0 atau dimana rancangan utama dari sistem yang akan di bangun. Untuk data yang diberikan kedalam sistem yaitu: data admin, data kriteria, data mahasiswa dan juga data penilaian.

Sedangkan data yang diterima dari sistem kepada admin atau pengguna yaitu info admin, info kriteria, info mahasiswa,info penilaian, info seleksi.

DFD level 1

DFD level 1 SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

DFD level 1 SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Ini adalah dfd dari pemecahan proses selanjutnya yaitu dfd level 1 yang mana pada proses ini adalah proses dari pemecahan proses penilaian untuk data yang di masukkan yaitu data penilaian dan akan menghasilkan data nilai yang di simpan kedalam tabel penilaian pada database. Sedangkan info yang diberikan kepada admin yaitu info data nilai.

ERD

ERD SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

ERD SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Diatas merupakan rangkaian tabel yang ada pada database dan juga tabel serta field-field yang ada. Untuk Data tabelnya yaitu:

#User

  • idUser
  • username
  • password
  • namaUser
  • telpUser
  • alamtUser
  • ketUser

#kriteria

  • idKriteria
  • kriteria

#mahasiswa

  • idMhs
  • namaMhs
  • nim
  • judul

#penilaian

  • idNilai
  • idMhs
  • idKriteria
  • nilai

#Seleksi

  • idSeleksi
  • idMhs
  • status

 

 

Flowchart

Flowchart SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Flowchart SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Flowchart merupakan aliran apliaksi bagaiamana aplikasi tersebut bekerja. UI adalah tampilan dari proses user interface. Dan admin adalah user yang berinteraksi dengan aplikasi atau sistem. Hal ini di jelaskan bahwa user yang terlibat yaitu hanya satu user saja, namun jika user lebih dari satu level maka dapat di gambarkan proses pada sebelahnya atau dapat juga dipisah masing-masing.

Penjelasannya yaitu:

  1. Admin melakukan login kedalam aplikasi, jika login berhasil maka admin akan dapat masuk ke aplikasi. Namun jika gagal admin harus login lagi. Jika admin menolak untuk login lagi, maka proses telah selesai.
  2. Jika admin berhasil masuk kedalam aplikasi selanjutnya hal yang dilakukan adalah melakukan pengelolaan data yang ada. Pertama yang dikelola adalah data master yang meliputi data admin, data kriteria, data mahasiswa.
  3. Melakukan pengelolaan data penilaian dan data yang diolah adalah data nilai
  4. Pengelolaan seleksi, admin dapat melihat hasil seleksi yang telah dilakukan
  5. Selesai, merupakan tahap akhir aplikasi.

Perancangan

Login

Login SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Login SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu user

User SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

User SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu kriteria

Menu kriteria SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu kriteria SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu mahasiswa

Menu mahasiswa SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu mahasiswa SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu penilaian

Menu penilaian SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu penilaian SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu seleksi

Menu seleksi SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu seleksi SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu pengaturan

Menu pengaturan SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

Menu pengaturan SPK Seleksi Judul Skripsi dengan Metode Association Rule

 

Aplikasi yang di kembangkan menggunaan pemrograman php mysql dapat juga di kembangkan menggunakan framework ci atau codeigniter, laravel dan yii. Untuk aplikasi lain dengan metode yang sama seperti ini dapat menghubungi kami.

31+ Judul Skripsi dan Tesis dengan Metode Association Rule

31+ Judul Skripsi dan Tesis dengan Metode Association Rule

31+ Judul Skripsi dan Tesis dengan Metode Association Rule / gambar: lydiemagnetiseur

Metode Association rule merupakan sebuah metode yang menggunakan konsep algoritma pada penilaiannya. Di beberapa kalangan peniliti metode ini juga di kenal dengan nama metode international association rule atau juga hampir sama dengan metode a priori.

Secara konsep metode ini menerapkan asosiasi terhadap himpunan data yang ada, kemudian membandingkannya dengan 2 tipe yaitu support dan confidence. Support adalah jenis variabel yang mengidentifikasi bahwa variabel tersebut berperan sebagai nilai penunjang sedangkan confidence adalah jenis variabel yang di jadikan sebagai variabel penentu atau variabel kepastian.

Dalam perhitungannya baik manual (excel) atau aplikasi biasanya hasil dari keluaran perhitungan metode association ini adalah sebuah persentasi support dan juga persentasi confidence. Dari kedua keluaran inilah yang nantinya akan dijadikan kesimpulan pada aplikasi sistem pendukung keputusan menggunakan metode association rule.

Oke baiklah, inilah beberapa judul penilitian yang sumbernya juga ada di internet baik jurnal maupun penelitian sebelumnya.

Judul menggunakan metode association rule

  1. MULTILEVEL AND MULTIDIMENSION ASSOCIATION RULE UNTUK ANALISA MARKET BASKET
  2. PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITAMA APRIORI PADA SIMULASI PREDIKSI HUJAN
  3. ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ASSOCIATION RULE MINING PADA COLLABORATION RECOMMENDER SYSTEM MENGGUNAKAN ALGORITMA ASSOCIATION RULES FOR RECOMMENDER SYSTEM
  4. PENERAPAN ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN POLA DATA PENJUALAN ACCESSORIES HANDPHONE
  5. PENERAPAN ASSOCIATION RULE MINING PADA DATA BURSA EFEK INDONESIA
  6. PENERAPAN ASSOCIATION RULE PADA DATA PERSEDIAAN BAHAN BAKU
  7. METODE ASSOCIATION RULE UNTUK ANALISIS CITRA CT ORGAN PASIEN KANKER OVARIUM
  8. ANALISA POLA DATA PENYAKIT RUMAH SAKIT DENGAN MENERAPKAN METODE ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
  9. ANALISIS DAN IMPLEMENTASI TEKNIK DATA MINING DENGAN METODE ASSOCIATION RULE MINING UNTUK MEMPREDIKSI STRATEGI PEMASARAN PRODUK
  10. IMPLEMENTASI ALGORITMA ASSOCIATION RULE DAN K-MEANS SEBAGAI SISTEM REKOMENDASI PRODUK PADA WEBSITE PENJUALAN ONLINE
  11. PENENTUAN ASSOCIATION RULE PADA PEMILIHAN PROGRAM STUDI CALON MAHASISWA BARU MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
  12. PENERAPAN ASSOCIATION RULE MINING UNTUK REKOMENDASI PENELUSURAN BUKU DENGAN ALGORITMA CT-PRO
  13. IMPLEMENTASI DATA MINING MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE UNTUK MEGOLAH DATA PERPUSTAKAAN
  14. ASSOCIATION RULE PADA POINT OF SALE SWALAYAN DENGAN MARKET BASKET ANALYSIS PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN POLA PEMINJAMAN BUKU
  15. PENGEMBANGAN SISTEM REKOMENDASI PENELUSURAN BUKU DENGAN PENGGALIAN ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
  16. DETEKSI E-MAIL DAN SPAM MENGGUNAKAN FUZZY ASSOCIATION RULE MINING
  17. DATA MINING UNTUK ANALISA TINGKAT KEJAHATAN JALANAN DENGAN ALGORITMA ASSOCIATION RULE METODE APRIORI
  18. SISTEM REKOMENDASI BIDANG MINAT MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE DAN ALGORITMA APRIORI
  19. PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENGIDENTIFIKASI POLA PENYAKIT RADANG SENDI
  20. ANALISIS TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN METODE ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
  21. PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MINING (ARM)
  22. UNTUK MEMPREDIKSI RENCANA PENAMBAHAN STOK PUPUK BERDASARKAN KEBIASAAN PELANGGAN
  23. IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN ASSOCIATION RULE DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK KORELASI PEMBELIAN PRODUK MENGGUNAKANALGORITMA APRIORI
  24. FUZZY ASSOCIATION RULES MINING PADA DATA KLIMATOLOGI DAN JUMLAH HOTSPOT
  25. IMPLEMENTASI ASSOCIATION RULE MINING UNTUK MENENTUKAN MENU PAKET MAKANAN DENGAN ALGORITMA FIN MENGGUNAKAN NODESETS
  26. APLIKASI DATA MINING PERHITUNGAN FREKUENSI DATA PEMUTARAN LAGU DENGAN METODE ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
  27. APLIKASI ASSOCIATION RULE MINING UNTUK MENEMUKAN POLA PADA DATA NILAI MAHASISWA MATEMATIKA
  28. ANALISIS DATA PENDIDIKAN TINGGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN DATA MINING
  29. PENERAPAN ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA APRIORI PADA TRANSAKSI PENJUALAN DI MINIMARKET
  30. PENERAPAN FUZZY MULTIDIMENSIONAL ASSOCIATION RULE UNTUK MENGANALISA KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PLUS KEPADA CALON PELANGGAN
  31. PENERAPAN DATA MINING ASSOCIATION RULE MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DAN MEMBERIKAN REKOMENDASI PEMASARAN PRODUK SPEEDY
  32. PENENTUAN LOKASI BARANG PADA “A SWALAYAN” MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA FP-GROWTH

 

Diatas adalah judul tentang association rule terbaru yang menarik untuk di kembangkan dan di teliti lagi. Pengembangan yang dapat dilakukan misalnya mengimplementasikannya pada kasus yang berbeda atau mengkombinasikan dengan metode yang lain yang masu satu konsep dengannya.

Untuk aplikasi pada judul diatas saya mengembangkan dengan berbasis web dan database mysql. Untuk jasa pembuatan aplikasi association rule Anda boleh menggunakan jasa kami. Untuk kontak dapat menghubungi 0822 8541 7594.

Postingan berikutnya

  1. contoh judul metpen asosiasi
  2. contoh judul skripsi asosiasi

Aplikasi Pencarian Lelang dengan Algoritma Boyermoore

Disebuah instansi baik swasta atau pemerintah, lelang merupakan bagian pengadaan baik jasa dan barang untuk keperluan instansi. Lelang digunakan untuk menghindari tindakan kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang terlibat dalam proyek lelang tersebut. Atas dasar tersebut lelang pengadaan diadakan oleh intansi untuk menghindari kecurangan yang terjadi.

Pada kasus lelang ini, pengembangan aplikasi dimaksudkan untuk merancang dan membangun sebuah aplikasi yang digunakan untuk mencari proyek lelang yang diadakan oleh instansi. Pencarian lelang ini ditujukan untuk pencari lelang yang ingin mengajukan penawaran lelang yang dimiliki  oleh perusahaanya.

Pada konsepnya sebuah pencarian dapat juga dilakukan dengan menggunakan query langsung mencari pada tabel database mysql. Namun kasus kali ini pencarian dengan menggunakan sebuah metode pencarian. Metode pencarian ini yaitu menggunakan sebuah algoritma pencarian boyermoore.

Algoritma pencarian boyermore bekerja dengan menggunakan alur pencarian dan pencocokan kata. Kemudian setelah kata dicocokkan maka dihitung kecocokan kata tersebut dan di urutkan berdasarkan kata yang paling banyak ditemukan dan juga kata yang paling sesuai susunannya query atau string yang simasukkan oleh user pada form pencarian.

Dari pencarian yang dilakukan maka output yang dihasilkan adalah judul yang sesuai dengan tanda merah pada kata yang sesuai, jumlah setiap kata yang ditemukan dan persentasi dari kemiripan query terhadap data yang telah ditemukan.

Untuk pengembangan aplikasi ini menggunakan pemrograman berbasis web yaitu php dan database yang digunakan adalah mysql. Secara alurnya berikut alur dan perancangannya.

ANALISIS APLIKASI

Konteks Diagram (DFD level 0)

Konteks Diagram sistem pendukung keputusan pencarian lelang boyermoore

Konteks Diagram sistem pendukung keputusan pencarian lelang boyermoore

Diatas merupakan diagram konteks atau sering kita kenal dengan nama dfd level 0. Maksud dari level 0 ialah bahwa analis sistem mulai dari rancang pada tahap ini. Seperti yang kita lihat pada gambar diatas, terdapat lingkaran dan juga kotak yang saling terhubung.

Pada gambar diatas kotak adalah user atau stakeholder yang terkait dengan sistem. Yang mana pada aplikasi ini user kita rancang yaitu 2 level diantaranya admin dan juga pengguna. Admini adalah user yang berperan sebagai administrator, sedangkan pengguna merupakan user yang mengakses pencarian pada aplikasi atau sistem.

Untuk panah yang menghubungkan antara kotak dengan lingkaran merupakan aliran data. Aliran data ini di definisikan dengan garis panah mengarah ke lingkaran dan juga garis panah mengerah dari lingkaran ke kotak.  Dan pengertiannya adalah jika garis yang mengarah ke lingkaran merupakan data yang diberikan atau di masukkan ke sistem sedangkan garis yang keluar dari lingkaran adalah data yang diterima oleh user. Untuk data-datanya dapat dilihat pada gambar diatas.

DFD level 1

DFD level 1 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

DFD level 1 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Dengan konsep seperti diatas tadi ini adalah perluasan dari diagram konteks yang telah dirancang. yang mana pada lingkaran kali ini adalah berupa proses yang ada pada sistem. Dari sinilah akan kita ketahu menu-menu yang ada pada aplikasi nantinya.

Untuk garis yang mengarah kelingkaran adalah data yang masuk kesistem sama seperti sebelumnya tadi. Sedikit perbedaanya yaitu pada lingkaran ini terdapat garis panah lagi yang mengarah ke kotak dengan garis atas bawah. Maksudnya adalah pada proses tersebut akan terbentuk data kemudia akan tersimpan kepada tabel penyimpanan (kota dengan garis atas bawah).

Kemudian pada setelah garis atas bawah tersebut terdapat pula panah yang mengarah kelingkaran, ini maksudnya adalah data yang tersimpan tersebut di pakai untuk proses yang di tuju oleh panah tersebut.

DFD level 2

DFD level 2 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

DFD level 2 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Pada gambar diatas merupakan pemecahan dari proses 3 yang ada pada DFD sebelumnya. Jika kita lihat pada dfd ini, proses yang ada tergambar sebagai proses utama aplikasi atau sistem.

DFD level 3

DFD level 4 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

DFD level 4 sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Ini adalah dfd pemecahan dari level selanjutnya pada proses 4 secara konsep hampir sama dengan dfd level 2. Dan ini juga sebagai proses utama pada aplikasi.

ERD

ERD sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

ERD sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Pada gambar diatas merupakan rangkaian tabel yang terbentuk dari analisis yang telah dilakukan pada dfd sebelumnya. ERD adalah entity relationship diagram yang dapat dijelaskan pada gambar diatas yaitu kotak adalah entitas dan garis lonjong gambar diatas adalah field pada tabel yang ada pada database. Setiap entitas berelasi antara satu dengan yang lain, relasi ini di tentukan berdasarkan tabel atau proses man ayang terkait.

Jika kita melihat pada gambar diatas entitas yang berkaitan atau berelasi contoh misalnya antara entias atau tabel lelang dengan kategori, demikian pula dengan yang lainya.

Flowchart

Flowchart sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Flowchart sistem pendukung keputusan (SPK) pencarian lelang dengan boyermoore

Flowchart merupakan aliran proses yang tergambar pada user interface sistem. Jika mengacu pada konteks diagram user yang terkait ada 2, maka secara interface juga terdapat 2. Secara teknis gambaran flowchart untuk user tersebut dapat di pisah dan juga di gabungkan. Alangkah baiknya UI di pisahkan jika user level atau user pada aplikasi terdapat lebih dari 2 atau banyak user.

Cara membaca flowchart pada analisis aplikasi seperti misalnya pada gambar diatas yaitu dengan mengurutkan langkah atau prosesnya dari atas kemudia kebawah. Kita baca misalnya untuk user admin, proses dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Admin melakukan login dan cek validasi, jika berhasil maka lanjut ke proses berikutnya jika tidak maka user akan menentukan pilihan login lagi atau selesai
  2. Admin melakukan pengelolaan data master
  3. Admin melakukan pengelolaan lelang
  4. Admin melakukan pengelolaan pencarian
  5. Selesai proses aplikasi.

Implementasi

Secara implementasi ke dalam aplikasi berikut aplikasi yang ada, user inteface terbagi menjadi  2 seperti analisis yang telah dilakukan diatas.

User interface pengguna

#Pencarian lelang

Pencarian lelang boyermoore

Pencarian lelang boyermoore

Pengguna melakukan pencarian pada form yang telah disediakan dan kemudian sistem menghitung query yang dimasukkan dengan data lelang yang ada.

#2 Hasil pencarian lelang

Hasil pencarian lelang boyermoore

Hasil pencarian lelang boyermoore

Berikut tampilan hasil pencarian. Dari hasil yang ada pengguna dapat mengetahui judul lelang berdasarkan query yang di masukkan oleh pengguna. Jika ada maka akan diberi tanda merah pada lelang yang ada. Selanjutnya informasi mengenai total filter kata yang ada serta detail kata yang di temukan kemudian di hitung persentasenya.

User interface admin

#1 Login

Login spk pencarian lelang boyermoore

Login spk pencarian lelang boyermoore

Admin harus login terlebih dahulu untuk melalukan proses manajemen aplikasi. Untuk user adalah yang sudah terdaftar atau mempunyai akun.

#2 Dashboard

Dashboard Pencarian lelang dengan boyermoore

Dashboard Pencarian lelang dengan boyermoore

Dasbhoard adalah halaman utama ketika admin berhasil melakukan login kedalam sistem atau aplikasi. Pada tampilan awal ini user dapat melihat panduan singkat mengenai aplikasi.

#3 user

User Pencarian lelang dengan boyermoore

User Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan user atau admin aplikasi. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data user.

#4 Instansi

instansi Pencarian lelang dengan boyermoore

instansi Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan instansi yang dilelangkan. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data instansi.

#5 Kategori

Kategori Pencarian lelang dengan boyermoore

Kategori Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan kategori yang dilelangkan. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data kategori.

#6 Lelang

Lelang Pencarian lelang dengan boyermoore

Lelang Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan lelang yang dilelangkan. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data lelang.

#7 Pencarian

Pencarian Pencarian lelang dengan boyermoore

Pencarian Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan pencarian yang dilelangkan. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data pencarian.

#7 Hasil Pencarian

Hasil pencarian Pencarian lelang dengan boyermoore

Hasil pencarian Pencarian lelang dengan boyermoore

Menu yang berguna untuk melakukan pengelolaan hasil pencarian yang dilelangkan. Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data hasil pencarian.

 

Untuk pengembangan aplikasi atau program ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis web menggunakan desain responsive dan bootstrap. Untuk pengembangan aplikasi lainya dengan metode yang sama silahkan menggunakan jasa kami.

Cara Simpel Menjumlahkan Kolom Matrik di PHP

Cara Simpel Menjumlahkan Kolom Matrik di PHP

Cara Simpel Menjumlahkan Kolom Matrik di PHP

Beberapa waktu lalu saya mengerjakan sebuah projek penelitian skripsi. Pada projek tersebut saya mengolah data kedalam sebuah matrik yang terbentuk dengan php. Pada prosesnya saya membutuhkan data yang di jumlahkan dari kolom matrik tersebut.

Sebelum ke pembahasan utamanya matrik adalah sebuah rangkaian data yang terdiri dari baris dan kolom. Baris adalah susunan sell seperti halnya yang terdapat pada microsoft excel. Sedangkan kolom adalah bagian yang membujur atau yang terusun dari atas kebawah.

Untuk melihat matriknya sepeti yang sudah saya gambarkan diatas, dengan asumsinya kita akan menghitung pada kolom pertama seperti yang sudah diberi tanda merah diatas. Matrik diatas terbuat dari susuan array dengan konsep dua dimensi atau multidimensional array. Dan jika array tersebut di cetak akan tercetak struktur sebagai berikut:

Array (

[0] => Array ( [0] => 1 [1] => 2 [2] => 3 )

[1] => Array ( [0] => 1 [1] => 1 [2] => 1 )

)

Dengan gambaran cetak array seperti di atas, berarti kita akan menjumlahkan array dengan key yang sama, misalkan saja array dengan key 0 dan 0, berarti key array tersebut berposisi pada 1 kolom.

Langkah-langkahnya yaitu jika kita memahami bahwa matrik diatas adalah tersusun dengan konsep array, maka kita membacanya atau menjumlahkannya juga dengan array lagi. Sebelum lanjut ke penjelasan berikutnya kamu juga harus paham, jika melihat susunan cetak array diatas, maka matriks tersebut dapat ita pahami sebagai matrik 2×3 atau dalam artianya 2 baris dengan 3 kolom.

Cara simpel dan lengkapnya:

1.Membuat matriks awal

 

for($i=1;$i<3;$i++){

for($j=1;$j<4;$j++){

$nilai[$i][$j]=$j;

}

}

Matrik diatas akan menghasilkan keluaran atau gambaran yaitu:

123

123

Asumsinya matrik yang kita bangun adalah seperti script diatas, jadi contoh nilainya di ambil dari nilai perulangannya saja, Jika apda matrik gambar diatas, menggunakan data yang di ambil dari data pada tabel database mysql.

Nah untuk melakukan penjumlahan kolom matriknya caranya cukup mudah dan simpel gunakan saja fungsi berikut ini:

for($i=1;$i<3;$i++){

for($j=1;$j<4;$j++){

$jmlKolom=array_column($sell, $j);

echo $jmlKolom;

}

}

Maka akan menghasilkan keluaran

246

Demikian tutorial simepl ini semoga bermanfaat dan dapat membantu, jika ada yang ingin ditanyakan mengenai pembuatan matrik menggunakan php ini dapat langsung berkomentar di artikel ini.

39+ Judul Skripsi dengan Metode ELECTRE

39+ Judul Skripsi dengan Metode ELECTRE

39+ Judul Skripsi dengan Metode ELECTRE / gambar:colourbox

Metode ELECTRE adalah singkatan dari Elimination Et Choix Traduisant la Realite, merupakan metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus SPK atau sistem pendukung keputusan.

Secara konsep metode electre hampir sama dengan metode AHP. Kesamaan tersebut dapat kita lihat pada penggunaan kriteria dan juga alternatif. Kriteria merupakan variabel inputan yang digunakan untuk menilai. Sedangkan alternatif adalah bagian dari penilaian terhadap metode. Kriteria dan alternatif berguna pada pembuatan matriks perhitungannya. Sama halnya dengan metode AHP yang juga menggunakan matrik dalam perhitungannya.

Dalam langkah-langkah menyelesaikan kasus dengan metode electre yang dapat kamu lakukan juga diantaranya menghitung secara manual menggunakan excel dan juga dengan menggunakan implementasi aplikasi. Untuk pengembangannya dapat juga di implementasikan kedalam program berbasis web seperti php dan mysql, untuk basis dekstop misalnya menggunakan java, vb ataupun jika ingin mengembangkan versi mobile seperti android, ios juga bisa.

Nah judul-judul berikut ini mungkin bisa menjadi acuan bagi kamu yang ingin meneliti menggunakan metode electre.

Judul Skripsi Metode ELECTRE

  1. PEMILIHAN PENGRAJIN TERBAIK DENGAN METODE ELECTRE DAN TOPSIS
  2. IMPLEMENTASI METODE ELECTRE PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SNMPTN JALUR UNDANGAN
  3. PENGGUNAAN METODE ELECTRE  DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENU MAKANAN SEHAT
  4. SPK REKOMENDASI TEMPAT WISATA DENGAN METODE ELECTRE
  5. PENERAPAN METODE ELECTRE UNTUK MENENTUKAN LOKASI BISNIS TERBAIK
  6. IMPLEMENTASIKAN METODE ELECTRE PADA SEBUAH APLIKASI SELEKSI PENERIMA BANTUAN
  7. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN METODE ELECTRE PADA BAURAN PEMASARAN
  8. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN TAS CARRIER DENGAN METODE ELECTRE
  9. ANALISIS DAN IMPLEMENTASI METODE FUZZY AHP DAN ELECTRE PADA SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  10. IMPLEMENTASI METODE ELECTRE SEBAGAI PENENTU PENERIMA BEASISWA
  11. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK) PEMILIHAN TANAMAN PANGAN BERDASARKAN KONDISI TANAH MENGGUNAKAN METODE ELECTRE DAN TOPSIS
  12. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KENAIKAN JABATAN DENGAN METODE ELECTRE
  13. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  14. SISTEM REKOMENDASI PEMILIHAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) SEDERAJAT MENGGUNAKAN METODE AHP-ELECTRE DAN SAW
  15. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KARYAWAN TELADAN DENGAN METODE ELECTRE
  16. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN MEDIA IKLAN PADA PERUM BULOG MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  17. SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN FASKES BPJS TINGKAT 1 MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  18. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KONSULTAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  19. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN DOSEN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  20. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SUPPLIER OBAT MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  21. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN ANGGOTA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  22. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE BERBASIS WEBSITE
  23. IMPLEMENTASI SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE UNTUK PEMBERIAN BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN
  24. IMPLEMENTASI METODE ELECTRE UNTUK MENGANALISA PENGARUH PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK DARI CUSTOMER
  25. PENERAPAN METODE ELIMINATION AND CHOICE TRANSLATION REALITY DALAM PENENTUAN BANK BAGI CALON NASABAH
  26. PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN DESA MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  27. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI DI PERGURUAN TINGGI
  28. PEMILIHAN KETUA BEM FAKULTAS TEKNIK DENGAN METODE ELECTRE
  29. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN TANAMAN TOGA DENGAN METODE ELECTRE
  30. IMPLEMENTASI METODE ELECTRE  PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN KREDIT
  31. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN PERINGKAT PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN ELECTRE
  32. SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN TOPIK TUGAS AKHIR MAHASISWA  DENGAN METODE ELECTRE
  33. SISTEM PEMILIHAN TEMPAT KOST BERBASIS SIG MENGGUNAKAN METODE ELECTRE DAN GOOGLE MAPS API
  34. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN
  35. UKM/HMJ PENERIMA BANTUAN DANA TAKTIS DENGAN METODE ELECTRE DAN WEIGHTED PRODUCT
  36. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP MENGGUNAKAN FUZZY ELECTRE
  37. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PRODUK UNGGULAN DAERAH MENGGUNAKAN METODE ENTROPY DAN ELECTRE
  38. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI GERAI WARALABA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE DAN AHP
  39. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
  40. IDENTIFIKASI TANAMAN KACANG-KACANGAN BERDASAR ZAT HARA LAHAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE

 

Yang terpenting dalam menentukan pengambilan judul dengan metode ini adalah kamu harus yakin terhadap studi kasus yang akan kamu ambil. Studi kasus adalah bagian dari penelitian yang kadang sebagian mahasiswa bingung dalam menentukannya.

Saya beri contoh studi kasus, misalkan pada sebuah sekolah akan menentukan guru-guru terbaik dan akan di beri reward atau hadian setelah mengetahui guru terbaik tersebut di ketahui. Permasalahan yang ada adalah kepala sekolah tidak di perbolehkan menilai menurut intusisi atau pendapatnya, karena dengan alasan subjektifitas, Maka dari masalah itu di rancanglah sebuah aplikasi untuk membantu menentukan guru terbaik di antara guru-guru yang ada di sekolah tersebut dengan metode electre. Dari kasus ini kita simpulkan studi kasusnya adalah penentuan guru terbaik. Begitu pula dengan studi kasus yang lainya.

Poin utamanya adalah menggaris bawahi permasalah utama yang akan di selesaikan dengan penelitian yang kamu lakukan.

Dan dari contoh tersebut jika kita tarik kesimpulan, kriteria dan alternatifnya adalah sebagai berikut:

Kriteria (ini contoh saja):

  • Kedisiplinan
  • Cara mengajar
  • Kerapihan
  • Integritas
  • dll

Alternatif:

  • Bpk abdul
  • Bpk Rohman
  • dll

Nah Secara umum, studi apapun yang akan kamu pakai konsepnya adalah 2 diatas, kamu harus mengetahui kriteria apa yang akan kamu pakai untuk menilai dan juga siapa sih alternatif yang akan kamu nilai. Jika kesulitan dalam menentukan kriteria biasanya saya mencari kriteri berdasarkan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan. Dan biasanya  saya mencari atau mendapatkan referensinya dari jurnal-jurnal tentang penelitian. Semoga beramfaat.

Postingan berikutnya

  1. judul skripsi metode electre

SPK dengan Metode International Association Rule

SPK (sistem pendukung keputusan) aplikasi yang sering digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya di berbagai aspek bidang yang mendorong seseorang untuk bersikap tentang permasalahan serta menentukan solusi terbaiknya.

SPK banyak bidang dalam ruang lingkupnya misalnya SPK untuk dunia pendidikan, SPK untuk dunia bisnis, SPK untuk dunia kesehatan, SPK untuk dunia pertanian dan juga perkebungan serta peternakan dan masih banyak lagi bidang yang dapat di implementasi atau di terapkan dengan menggunakan konsep aplikasi SPK ini.

Untuk mengembangkan aplikasi dengan metode perhitungan tidaklah mudah, perlu pembelajaran khusus sehingga aplikasi dapat memungkinkan digunakan dalam penentuan keputusan terbaik. Keputusan terbaik tersebut adalah sebuah kesimpulan dari penilaian yang dilakukan terhadap sebuah studi kasus.

Kasus:

Pada kesempatan kali ini kasus yang di kami teliti adalan tentang pemilihan asesor. Permasalahan yang timbul pada pemilihan asesor ini adalah jika penilaian dilakukan secara manual maka nilai yang diberikan di anggap tidak objektif melainkan subjektif.

Nah dengan alasan tersebut kita perlu mengembangkan atau merancang aplikasi yang dapat memberikan nilai terhadap asesor yang di ajukan dan yang akan di tentukan kualifikasi terbaiknya. Untuk kosepnya penelitian ini adalah kuantitatif.

Metode International Association Rule adalah metode dengan konsep penghitungan berdasarkan pola. Pola ini adalah sebuah variabel kriteria, yang mana kriteria yang di gunakan di bedakan menjadi 2 komponen yaitu support dan confidence.

Variabel atau kriteria dengan komponen support adalah variabel yang berperan dalam pendukung keputusan dari segi keyakinan penentuan.

Sedangan variabel komponen confidence adalah varibel yang digunakan untuk meyakinkan keputusan terhadap support yang dihasilkan.

Aplikasi ini di kembangkan dengan bahasa pemrograman berbasis web dengan menggunakan bahasa program php dan database mysql. Untuk pengembangan script php atau source code nya menggunakan notepad. Untuk aplikasi notepad dapat di unduh gratis di Internet.

SPK dengan Metode International Association Rule PHP dan Mysql

Login aplikasi pemilihan asesor

Login Aplikasi asesor dengan international association rule

Login Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu yang digunakan untuk mengautentikasi user sebelum masuk kedalam aplikasi. User dapat ditambahkan, di edit, dan juga di hapus pada halaman adminaplikasi.

Menu user

Menu user Aplikasi asesor dengan international association rule

Menu user Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu untuk mengelola data user yang dapat menggunakan aplikasi. Untuk user sendiri dalam implementasi sebenarnya misalnya dapat berupa seorang pimpinan, manajer ataupun subjek yang berperan dalam pengambilan keputusan.

Menu kriteria

Menu kriteria Aplikasi asesor dengan international association rule

Menu kriteria Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu kriteria, kriteria adalah variabel yang digunakan untuk melakukan perhitungan metode association rule. Variabel di bedakan menjadi 2 yaitu support dan confidence. Pada variabel ini masing-masing kriteri aterdiri dari beberapa subkriteria. Subkriteria ini adalah variabel pendukng dari keriteria yang digunakan untuk menilai. Dan pada masing-masing subkriteria dapat kita beri nilai sesuai kebutuhan.

Menu Alternatif

Menu alternatif Aplikasi asesor dengan international association rule

Menu alternatif Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu yang berguna untuk mengelola alternatif. Alternatif adalah orang atau objek yang akan dilakukan penilaian terhadap aplikasi. Dalam kasus ini alternatif yang dimaksud adalah asesor.

Menu penilaian

Menu penilaian Aplikasi asesor dengan international association rule

Menu penilaian Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap asesor dengan kriteria serta subkriteria yang ada. Penilaian yang dilakukan dengan konsep perlengkapan data, dan dalam kasus ini sangat membantu.

Menu Hasil

Menu hasil Aplikasi asesor dengan international association rule

Menu hasil Aplikasi asesor dengan international association rule

Merupakan menu yang digunakan untuk melihat hasil dari perhitungan aplikasi. Hasil yang ditampilkan adalah hasil dengan alternatif dan nilai berdasarkan urutan penilaian tertinggi. Dengan urutan pertama merupakan objek dengan rekomendasi terbaik oleh aplikasi. Dan selanjutnya keputusan langsung dapat di simpulkan. Untuk urutan berikutnya merupakan alternatif terpilih pendukung.

 

Demikian aplikasi pemilihan asesor dengan menggunakan metode international association rule. Untuk aplikasi dapat menghubungi kami. Untuk perhitungannya baik manual atau excel mengacu pada referensi jurnal penelitian yang ada. Jika Anda menginginkan untuk pengembangan aplikasi dengan kasus yang lain dapat juga mengontak kami. Ataupun mengkombinasikan dengan metode yang lainya.