Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan

By , April 1, 2017,
Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan / gambar: harshbaid.in

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan – Sistem informasi manajemen merupakan mekanisme yang dapat digunakan untuk mengelola suatu SOP (standar operasional prosedur) menjadi lebih efektif dan efisien. Sistem informasi manajemen berkaitan denan pengambilan keputusan dalam sebuah kasus atau sop.

Model dasar sistem manajemen adalah adanya sebuah masukan sehingga dapat dilaukan pengolahan dan menjadi sebuah pengeluaran. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam waktu periode sebelumnya. Dengan konsep tersebut maka pada model sistem informasi ditambahkan pula media penyimpan data
(database) yang mempunyai fungsi untuk mengolah informasi atau mengubah data menjadi informasi agar dapat untuk dipergunakan lebih lanjut dalam kasus ini adalah pengambilan keputusan.

Bagaiamana sistem inforamsi manajemen dapat berkaitan dengan penentuan atau pengambilan keputusan bergantu darii aspek sistem yang berjalan pada sebuah manajemen. Apabila manajemen sistem sudah mewakili terhadap kaitan dengan sebuah keputusan maka adanya sistem tersebut dapat membantu dan menunjang pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah.

Konsep SIM dalam pengambilan keputusan (Gordon B. Davis)

Sistem informasi manajemen mempunyai peran dalam beberapa hal, diantaranya:

  1. SIM untuk perencanaan strategis dan kebijakan serta pengambilan

  2. Informasi manajemen untuk  perencanaan taktis, dan pengambilan keputusan

  3. Informasi manajemen untuk perencanaan, operasional, pengambilan keputusan dan pengendalian

  4. Pengolahan transaksi, pemberian informasi (tanggapan atas pertanyaan)

Konsep Keputusan

Dalam sebuah penelitian di jelaskan bahwa keputusan meliputi:

#1

Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yang berulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tingkat bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

#2

Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh: Keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

#3

Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting
didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.

Contoh Kasus SIM Pengambilan Keputusan

Pada sebuah kasus dapat kita ambil sebuah contoh misalnya sebuah perusahaan pemasaran produk. Perusahaan tersebut pastinya akan berusaha  meningkatkan jumlah produk yang terjual dipasaran. Dengan Dasar tersebut sebuah perusahaan akan melakukan manajemen dan juga pengelolaan informasi terhadap data penjualan yang pernah dilakukan dalam jangka waktu periode tertentu.

Misalkan saja, aspek data keluaran dari sebuah sistem informasi manajemen yang dimiliki yaitu adalah data penjualan perregional atau daerah, data tanggal dan juga data statistik pembelian. Dengan contoh keluaran daari sistem informasi manajemen tersebut perusahaan akan menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan peningkatan penjualan melalui cara-cara yang bisa dilakukan. Misalkan saja promosi. Nah itu contoh kecil dalam perusahaan mengambil keputusan berdasarkan sistem informasi manajemen.

Dengan konsep diatas, penggunaan aplikasi SIM akan mempermuah perusahaan dalam menentukan keputusan secara cepat, Dibandingkan dengan jika sebelum menggunakan SIM yang terstruktur dengan baik yaitu misal, perhitungan dan pencatatan data penjualan secara manual, penyimpanan data tidak terstruktur, maka hal tersebut dapat memperlambat diambilnya keputusan terhadap peningkatan penjualan produk perusahaan.

Demikian ulasan mengenai pengambilan keputusan menggunakan sebuah sistem informasi. Semoga bermanfaat.

Postingan berikutnya

  1. contoh menggunakan sim dalam pengambilan keputusan
  2. contohkasus pengambilan keputusan berdasarkan sim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *