Sistem Informasi

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan / gambar: harshbaid.in

Sistem Informasi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan – Sistem informasi manajemen merupakan mekanisme yang dapat digunakan untuk mengelola suatu SOP (standar operasional prosedur) menjadi lebih efektif dan efisien. Sistem informasi manajemen berkaitan denan pengambilan keputusan dalam sebuah kasus atau sop.

Model dasar sistem manajemen adalah adanya sebuah masukan sehingga dapat dilaukan pengolahan dan menjadi sebuah pengeluaran. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam waktu periode sebelumnya. Dengan konsep tersebut maka pada model sistem informasi ditambahkan pula media penyimpan data
(database) yang mempunyai fungsi untuk mengolah informasi atau mengubah data menjadi informasi agar dapat untuk dipergunakan lebih lanjut dalam kasus ini adalah pengambilan keputusan.

Bagaiamana sistem inforamsi manajemen dapat berkaitan dengan penentuan atau pengambilan keputusan bergantu darii aspek sistem yang berjalan pada sebuah manajemen. Apabila manajemen sistem sudah mewakili terhadap kaitan dengan sebuah keputusan maka adanya sistem tersebut dapat membantu dan menunjang pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah.

Konsep SIM dalam pengambilan keputusan (Gordon B. Davis)

Sistem informasi manajemen mempunyai peran dalam beberapa hal, diantaranya:

  1. SIM untuk perencanaan strategis dan kebijakan serta pengambilan

  2. Informasi manajemen untuk  perencanaan taktis, dan pengambilan keputusan

  3. Informasi manajemen untuk perencanaan, operasional, pengambilan keputusan dan pengendalian

  4. Pengolahan transaksi, pemberian informasi (tanggapan atas pertanyaan)

Konsep Keputusan

Dalam sebuah penelitian di jelaskan bahwa keputusan meliputi:

#1

Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yang berulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tingkat bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

#2

Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh: Keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

#3

Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting
didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.

Contoh Kasus SIM Pengambilan Keputusan

Pada sebuah kasus dapat kita ambil sebuah contoh misalnya sebuah perusahaan pemasaran produk. Perusahaan tersebut pastinya akan berusaha  meningkatkan jumlah produk yang terjual dipasaran. Dengan Dasar tersebut sebuah perusahaan akan melakukan manajemen dan juga pengelolaan informasi terhadap data penjualan yang pernah dilakukan dalam jangka waktu periode tertentu.

Misalkan saja, aspek data keluaran dari sebuah sistem informasi manajemen yang dimiliki yaitu adalah data penjualan perregional atau daerah, data tanggal dan juga data statistik pembelian. Dengan contoh keluaran daari sistem informasi manajemen tersebut perusahaan akan menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan peningkatan penjualan melalui cara-cara yang bisa dilakukan. Misalkan saja promosi. Nah itu contoh kecil dalam perusahaan mengambil keputusan berdasarkan sistem informasi manajemen.

Dengan konsep diatas, penggunaan aplikasi SIM akan mempermuah perusahaan dalam menentukan keputusan secara cepat, Dibandingkan dengan jika sebelum menggunakan SIM yang terstruktur dengan baik yaitu misal, perhitungan dan pencatatan data penjualan secara manual, penyimpanan data tidak terstruktur, maka hal tersebut dapat memperlambat diambilnya keputusan terhadap peningkatan penjualan produk perusahaan.

Demikian ulasan mengenai pengambilan keputusan menggunakan sebuah sistem informasi. Semoga bermanfaat.

Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api

Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api – Kereta api adalah sarana transportasi umum yang banyak sekali peminatnya. Dengan banyaknya minta dari pengguna transportasi ini penting sekali segala kemudahan agar pelanggan dapat di permudah untuk melakukan pembelian tiket kereta api. Pengembangan aplikasi sistem informasi yang dapat di  akses secara online dalam hal penjualan tiket, konsumen dapat dengan mudah membeli tiket dari manapun berada. Dengan memilih tujuan dan rute yang telah di tentukan. Hal in juga dapat menyingkat waktu bagi para pengguna transportasi ini untuk membeli tiket.

Latar Belakang pengembangan aplikasi ini

  1. Membantu konsumen untuk memberikan informasi rute, jadwal keberangkatan, tarif, dan juga tempat duduk yang masih tersisa atau belum di pesan
  2. Mengelola pelanggan, untuk membantu pihak perusahaan untuk meningkatkan pelayanan dengan pemantauan jumlah lonjakan pengguna kereta api
  3. Meningkatkan layanan dan mempercepat proses pemeblian tiket
  4. Menghindari antrean yang menumpuk di tempat penjualan tiket kereta api

Pengembangan aplikasi

Aplikasi atau software ini di kembangkan dengan rancangan berbasis web dengan detail sebagai berikut:

  1. Program PHP
  2. Database Mysql
  3. Desain HTML dan CSS
  4. Pengembangan analisis menggunakan DFD

Untuk pengembangan dengan menggunakan framework seperi codeigniter, yii dan laravel juga bisa di lakukan.

Data Flow Diagram (DFD)

Pada aplikasi sistem penjualan tiket kereta api ini aliran data yang terlibat didalamnya dapat digambarkan seperti ini:

1. DFD level 0 (konteks diagram)

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api

Penjelasan:

Berdasarkan data flow digaram level 1 pengguna aplikasi ada 2 yaitu admin dan juga pelanggan. Admin adalah pengelola sistem informasi penjualan tiket kereta api, sedangkan pelanggan adalah orang yang membeli tiket.

Pada gambar di atas ada beberapa data dan info, arah  panah yang mengarah ke dalam sistem informasi merupakan data yang di berikan kedalam sistem, sedangkan arah panah pada bagan yang mengarah ke pada user merupakan informasi yang di terima.

Admin

Pada sistem ini menunjukkan bahwa data yang diberikan oleh admin yaitu data jadwal, data kereta api, data tarif yang besar kemungkinan data ini berperan sebagai data master pada aplikasi. Sedangkan informasi yang diterima oleh admin sendiri yaitu informasi jadwal, informasi rute, informasi tarif, dan juga informasi pelanggan ( data yang diberikan oleh pelanggan).

Pelanggan

Pelanggan adalah pengguna yang akan membeli tiket. Data yang diberikan pelanggan pada sistem ini yaitu data pelanggan, dan data yang diterima pelanggan (pembeli tiket) yaitu data tarif, data jadwal, data rute.

Tabel proses konteks diagram

No Nama Proses Deskripsi
1 Pengguna Proses pengelolaan data pengguna atau pelanggan penjualan tiket keretaapi
2 Jadwal Proses pengelolaan jadwal keberangkatan kereta api
3 Kereta Api Proses pengelolaan data kereta api
4 Penjualan Proses pengelolaan penjualan tiket kereta api
5 Laporan Proses pengelolaan laporan penjualan tiket

2. DFD level 1

DFD level 1 Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api

DFD level 1 Sistem Informasi Manajemen Penjualan Tiket Kereta Api

Penjelasan:

Pada diagram diatas merupakan lanjutan darei proses konteks diagram sebelumnya  yang mana pada sebelah kanan membetuk sebuah data master, yang nantinya akan menjadi entitas pada database. Entitas pada database ini akan kita rancang berikutnya   menjadi erd. Untuk data entitas tersebut yaitu data pelanggan, data jadwal, data tarif, data rute dan juga data pembelian. Dan pada gambar diatas menjadi laporan pada akhir aplikasi

Entity Relationship Diagram (ERD)

Ini adalah rancangan relasi database dan juga tabel tabel yang terhubung pada aplikasi sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api.

ERD sistem informasi penjualan tiket kereta api

ERD sistem informasi penjualan tiket kereta api

Penjelasan:

Pada relasi erd diatas terdapat tanda # yang merupakan sebagai identifikasi bahwa field tersebut merupakan sebagai kunci utama atau primary key. Sedangkan untuk ## sebagai kunci kedua atau secondary key atau foreign key.

No Nama Deskripsi Atribut Primary key Foreigh Key
1 Tabel admin Menyimpan data admin idPengguna idAdmin
namaPengguna
alamatPengguna
telppengguna
tipePengguna
username
password
level
2 Tabel pelanggan Menyimpan data pelanggan idPelanggan idPelanggan
namaPelanggan
alamatPelanggan
telpPelanggan
ktpPelanggan
username
password
level
3 Tabel kereta Api Menyimpan data kereta api idKeretaapi idKeretaapi
keretaApi
rute
kelas
hargaTiket
4 Tabel jadwal Menyimpan data jadwal idJadwal idJadwal idKeretaapi
tglJadwal
jamJadwal
5 Tabel penjualan Menyimpan data penjualan idPenjualan idPenjualan idJadwal
idPelanggan
idKeretapi
tglPenjualan

Untuk beberapa tampilan dashboard admin:

No Nama Deskripsi Atribut Primary key Foreigh Key
1 Tabel admin Menyimpan data admin idPengguna idAdmin
namaPengguna
alamatPengguna
telppengguna
tipePengguna
username
password
level
2 Tabel pelanggan Menyimpan data pelanggan idPelanggan idPelanggan
namaPelanggan
alamatPelanggan
telpPelanggan
ktpPelanggan
username
password
level
3 Tabel kereta Api Menyimpan data kereta api idKeretaapi idKeretaapi
keretaApi
rute
kelas
hargaTiket
4 Tabel jadwal Menyimpan data jadwal idJadwal idJadwal idKeretaapi
tglJadwal
jamJadwal
5 Tabel penjualan Menyimpan data penjualan idPenjualan idPenjualan idJadwal
idPelanggan
idKeretapi
tglPenjualan

Beberapa tampilan aplikasi dashboard admin

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Sistem informasi manajemen penjualan tiket kereta api

Postingan berikutnya

  1. contoh use case sistem informasi kereta api
  2. css penjualan tiket kereta
  3. dfd sistem penjualan kereta api
  4. dfd sistem penjualan tiket kereta api
  5. erd sistem penjualan kereta api
  6. membuat erd untuk sistem pembelian tiket kerta api

5 Sistem Snformasi Manajemen pada Telkomsel

Sistem Informasi Manajemen pada Telkomsel – Sebuah aplikasi yang digunakan untuk manajemen proses bisnis yang ada pada perusahaan telkomsel. Telkomsel adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, yang sekarang terus bekembang pesat. Selain pelanggan yang sangat banyak, chanel-chanel mitra pemasaran juga banyak hingga sampai ke pelosok desa.

Selain beberapa pokok diatas, hal yang menarik untuk di perbincangkan dalam penggunaan aplikasi sistem informasi adalah karena untuk menjalankan proses telekomunikasi, banyak proses lainya yang salin terkait, misalnya sumber daya manusia yang ada pada telkomsel, BTS, pengelolaan konsumen dan juga pengelolaan mitra pemasaran.

Dan untuk saat ini seperti yang saya baca dari beberapa sumber, untuk pelanggan telkomsel sendiri sekitar 139,3 juta dan untuk membantu akivitas telekomunikasi dengan konsumen sebanyak itu, telkomsel memiliki sekitar 100.000 BTS.

Sistem Snformasi Manajemen pada Telkomsel

1. Sistem Informasi Manajemen BTS Telkomsel

Sistem informasi yang digunakan untuk mengelola BTS atau tower yang ada pada perusahaan telkomsel. Untuk data yang di keloa misalnya, Lokasi, jenis tipe dan juga penjaga atau teknisi yang mengelola BTS tersebut

2. Sistem Informasi manajemen Grapari Telkomsel

Sistem informasi yang digunakan untuk manajamen grapahi, memantau pelayanan grapahi dan juga hal ini dapat membantu perusahaan utama meingkatakan pelayanan dan produktivitas terhadap kinerja pelayanan di tingkat wilayah atau daerah.

3. Sistem Informasi Manajemen Distribusi Telkomsel

Sistem informasi yang digunakan untuk mengelola distribusi produk telkomsel.

4. Sistem Informasi Manajemen Pemetaan Pelanggan Telkomsel

Sistem informasi yang berguna untuk melakukan pemetaan pelanggan telkomsel. Pemetaan pelanggan tujuannya adalah untuk memudahkan pemasaran produk dari perushaan telkomsel. Dengan Pemetaan kita akan mengetahui dari demografi konsumen.

5. Sistem Informasi Manajemen Penjualan / Pemasaran Produk Telkomsel

Sistem informasi yang diguanakan untuk memasarkan produk telkomsel. Untuk data pengelolaan yang dilakukan misalnya pengelolaan agen counter pulsa telkomsel, dan juga belanja produk telkomsel. Untuk detail proses programnya dapat di kembangkan menjadi  modul-modul yang ada pada menu aplikasi.

Demikian Sistem Informasi Manajemen pada Telkomsel  semoga dapat bermanfaat. Untuk aplikasi dapat menghubungi kami.

Postingan berikutnya

  1. pemasaran demograsi PT TELKOMSEL
  2. sistem informasi bisnis yang digunakan telkomsel

5 Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart

5 Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart

5 Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart

Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart – Penggunaan sistem informasi merupakan fungsi penting dalam sebuah menjalankan Binis perusahaan. Penggunaan sistem informasi pada sebuah perusahaan dapat membantu kinerja menjadi lebih baik. Efisiensi dan efektifitas pekerjaan menjadi lebih maksimal dilakukan.

Seperti halnya alfamart, yang merupakan perusahaan yang berjalan di bidang penjualan retail dengan bekerja sama dengan banyak pihak misalnya pabrik, mitra agen dan juga mitra bisnis dalam penjualan produk yang ada di toko alfamart. Untuk menjalankan itu semua, mutlak diperlukan sekali sebuah aplikasi atau software yang mampu berjalan secara otomatis untuk membantu manajemen yang ada pada perusahaan tersebut, baik pengelolaan sumber daya maupun pengelolaan  yang tujuannya meningkatkan produktivitas perusahaan.

Sejarah singkat Alfamart

Alfamart adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

Dengan trademark Alfa, yang kini sahamnya dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya. Saat ini Alfamart sudah memiliki lebih dari 1000 gerai di Indonesia.

Pada tanggal 27 Juni 1999, PT. Alfa Mitramart Utama didirikan oleh PT. Alfa Retailindo, Tbk dan PT. Lancar Distrindo. Toko pertamanya dengan nama Alfa Minimart didirikan pada tanggal 18 Oktober 1999 di Jl. Beringin Raya, Karawaci, Tangerang.

Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan PT. Alfa Mitramart Utama beralih ke PT. Sumber Alfaria Trijaya yang sahamnya dimiliki oleh HM Sampoerna (70%) dan PT. Sigmantara Alfindo (30%).

Mulai tanggal 1 Januari 2003, Alfa Minimart berubah menjadi Alfamart. Pada bulan Januari 2009, PT. Sumber Alfaria Trijaya menggelar penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Saat ini, kantor pusat Alfamart serta gerai flagship-nya di Jabodetabek berada di Jl. MH. Thamrin No. 9, Cikokol, Tangerang.

sumber: wikipedia.org

5 Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart

1. Sistem Informasi Persediaan Barang Alfamart

Aplikasi sistem informasi ini berguna untuk mengelolaan persediaan barang yang ada di setiap cabang alfamart. Fungsi dari pengelolaan persediaan baranga dalah untuk membantu pihak pusat untuk memantau stok dan juga pendistribusiannya. Dengan demikian pendistribusian produk yang ada di alfamart tidak akan mengalami keterlambatan.

Untuk fitur modul aplikasi yang dapat di kembangkan misalnya: admin, data master meliputi produk, manajemen meliputi persediaan produk, dan juga laporan.

2. Sistem Informasi Gudang Alfamart

Sistem informasi manajemen yang berfungsi untuk memantau barang atau produk yang ada pada gudang alfamart. Alasan pengembangan sistem ini adalah karena produk yang ada pada gudang sangat banyak, sehingga dengan menggunakan aplikasi, pemantauan dapat di jalankan dengan cepat.

Untuk pengelolaannya meliputi: produ, mitra, cabang alfamart, supplier produk dan juga laporan

3. Sistem Informasi Distribusi alfamart

Aplikasi  sistem informasi yang berfungsi untuk membantu pendistribusian produk yang akan di jual ke cabang alfamart.

Untuk para pendistribusi, misalnya awak armada dapat alngsung dengan mudah dapat memantau produk yang di distribusikannya. Dan perusahaan dapat dengan mudah meelihat produkk yang di distribusikan dan siapa yang mendistribusikan

4. Sistem informasi Pelanggan Alfamart

Sistem informasi yang berguna untuk pemasaran produk-produk alfamart. Pemasaran yang dapat dilakukan dengan mengacu aplikasi ini misalnya promo, diskon-diskon, dapat langsung mengacu pada konsumen sesuaii dimana tempat daerah mereka tinggal.

5. Sistem informasi cabang alfamart

Aplikasi yang berguna untuk mengelola dan memanajemen cabang-cabang yang menjadi mitra alfamart. Serta produk apa saja yang dijualnya.

6. ide anda

Sistem Informasi Manajemen Pada Alfamart. Untuk pengembangan biasanya kami menggunakan pemrograman berbasis web dengan menggunakan database server mysql. Jika anda mengingikan aplikasi sesuai dengan diatas atau memesan sesuai dengan keperluan Anda dapat langsung menghubungi kami.

Postingan berikutnya

  1. manajement alfamart
  2. penerapan sistem informasi manajemen di alfa mart
  3. sistem informasi manajemen pada alfamart pada level operasional dan manajemen
  4. sistem management alfamart
  5. web portal alfamart

Sistem Informasi Agribisnis

Sistem Informasi Agribisnis – Agribisnis adalah salah satu sektor pertanian yang mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Khususnya di indonesia penggerakan usaha bidang agribisnis terus dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dari penduduk indonesia yang setiap tahunnya terus meningkat. Peningkatan tersebut sejalan dan beriring dengan kebutuhan pangan indonesia yang juga terus meningkat.

Pertanian merupakan sektor yang berperan dalam kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang mana dalam kegiatannya banya menopang beberapa aspek yaitu ekonomi, sosial dan juga kesejahteraan masyarakat.

Sistem Informasi Agribisnis

Sistem informasi agribisnis adalah sistem yang berguna untuk membantu masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dalam menjalankan aktivitas dan kegiatan agribisnis. Beberapa kegiatan diantaranya  pengelolaan hasil komoditi hasil pertanian, pemasaran hasil pertanian, manajemen sumber daya agribisnis dan beberapa hal yang terkait dengan kegiatan agribisnis misalnya penyaluran bantuan, penyuluhan dan juga pendampinangan petani.

Beberapa contoh pengelolaan data informasi pada agribisnis:

1. Pengelolaan kelompok tani dan luas lahan pertanian

Pengelolaan kelompok tani

Pengelolaan kelompok tani

Pada pengelolaan data di atas dapat dilihat beberapa kelompok tani, mulai di dirikan hingga jumlah anggora serta lahan yang dimiliki untuk agribisnis. Kegunaannya adalah untuk memudahkan memantau kelompok tani yang ada pada suatu wilayah.

2. Pengelolaan komoditi hasil pertanian

Pengelolaan komoditi hasil pertanian

Pengelolaan komoditi hasil pertanian

Hasil komoditi dapat di pantau secara menyuluh dari setiap daerah. Untuk mengelolah hasil komoditi ini perlu sekali data yang akurat agar, pemerintah, investor dapat melakukan pemasaran yang tepat dengan komoditi yang dihasilkan.

3. Pengelolaan harga komoditi

Untuk pengelolaan ini dapat dilakukan untuk memantau harga pasar dalam sekala lebih luas, misalkan saja, digunakan untuk memantu harga komoditi hasil pertanian perkecamatan, perkabupaten dan juga per provinsi. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemasaran yang dilakukan oleh petani hinngga ke konsumen akhir.

Dan dengan pengelolaan sistem informasi harga ini, petani akan lebih mudah untuk melihat harga pasar tanpa perlu takut lagi harga di kendalikan oleh tengkulak yang nakal.

Selain bidang pertanian bidang agribisnis yang dapat dikelola dengan sistem informasi ini adalah bidang perikanan dan perkebunan.

Dengan perkembangan teknologi beberapa pengelolaan agrisbisnis dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi. Aplikasi yang kami kembangkan memuat modul-modul pengelolaan diatas serta laporan per periode. Untuk model pengembangan aplikasi yang kami lakukan yaitu berbasis web sehingga dapat memudahkan pengguna untuk memantau dan menggunakan

sumber:

Jurnal pengembangan sistem informasi agribisnis desa labuan toposo kecamatan labuan kabupaten donggala http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Agrotekbis/article/viewFile/5098/3888

Postingan berikutnya

  1. sistem informasi agribisnis
  2. sistem informasi agrobisnis

Faktor Sukses Sistem Informasi Akademik

Faktor Sukses Sistem Informasi Akademik – Beberapa faktor yang di pergunakan untuk melakukan evaluasi adalah berdasarkan studi literatur penelitian sebelumnya pada jurnal internasional penelitian Stacie Petter, William DeLone dan Ephraim McLean. Faktor faktor ini di gunakan sebagai kriteria yang dipergunakan sebagai variable untuk evaluasi Sistem Informasi Akademik. Faktor faktor tersebut merupakan faktor yang dikembangkan terlebih dahulu oleh DeLone dan Mclean (2004) yan  mengkaji artikel-artikel sistem informasi dan electronic data interchange(EDI) yang ada dijurnal-jurnal akademik dan bisnis mulai tahun 1996 sampai dengan 2002. Hal tersebut memberikan ide banyak pengukuran-pengukuran kesuksesan Sistem Informasi.

Faktor Sukses Sistem Informasi Akademik

Dalam penilaian Sistem Informasi Akademik, kriteria yang akan di nilai di antaranya kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat dan masing-masing memiliki subkriteria. Intensitas kepentingan adalah hal yang digunakan untuk dasar pengambilan data yang akan diproses dalam evaluasi. Data tersebut menggunakan intensitas kepentingan yang di adopsi dari skala saaty yaitu rentang nilai intensitas kepentingan antara 1-9.

Berdasarkan tersebut hal yang akan digunakan dalam sebuah evaluasi adalah mengukur tingkat kepentingan kriteria dan subkriteria, yaitu:

1. Kualitas Sistem

Data penilaian ini diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilain Kualitas Sistem yang dinilai adalah kemudahan, fleksibitas, keandalan , dan Pemahaman. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan didalam kuisioner sebagai berikut:

1.1 Kemudahan

Penilaian kemudahan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Sebelum nilai kepentingan diatas diproleh hal yang dilakukan adalah memberikan pertanyaan kepada responden tentang kemudahan apa yang dirasakan oleh responden, seperti misalnya navigasi, istilah menu, struktur halaman.

1.2 Fleksibilitas

Penilaian fleksibilitas dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, yaitu pengaksesan, seperti misalnya via handphone, komputer, tablet.

1.3 Keandalan

Penilaian keandalan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya mampu diakses banyak user,tidak mudah down, mampu menangani error.

1.4 Pemahaman

Penilaian Pemahaman dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pemahaman terhadap pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Penilaian kriteria ini didapat dari nilai yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya mudah memahami penggunaannya.

2 Kualitas Informasi

Penilaian kualitas informasi diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna atau responden Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilain Kualitas Sistem yang dinilai adalah relevansi, pemahaman, akurasi, keringkasan, kelengkapan, dan kegunaan. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan didalam kuisioner sebagai berikut:

2.1 Relevansi

Penilaian relevansi dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi sesuai dengan kebutuhan.

2.2 Pemahaman

Penilaian pemahaman dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. dapat dilihat pada tabel 2.15 berikut ini. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi mudah dimengerti.

2.3 Akurasi

Penilaian akurasi dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi sesuai kebutuhan, tepat waktu.

.2.4 Keringkasan

Penilaian keringkasan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi mewakili kebutuhan,padat berisi.

2.5 Kelengkapan

Penilaian kelengkapan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan kepada responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi yang diberikan banyak.

2.6 Kegunaan

Penilaian kelengkapan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademi. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya informasi yang diberikan berguna.

3 Kualitas Layanan

Data penilaian kualitas layanan diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilain kegunaan yang dinilai adalah respon, akurasi, keandalan, simpati pengguna. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan kepada  responden sebagai berikut:

3.1 Respon

Penilaian respon dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya layanan yang diberikan cepat.

3.2 Akurasi

Penilaian akurasi pada layanan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya layanan yang diberikan akurat.

3.3 Keandalan

Penilaian keandalan terhadap layanan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik.Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya layanan yang diberikan andal.

4 Simpati Pengguna

Penilaian simpati pengguna terhadap layanan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya layanan yang diberikan memuaskan.

4.1 Penggunaan

Data penilaian penggunaan diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilain kegunaan yang dinilai adalah tujuan penggunaan, frekuensi penggunaan, kepuasan pengguna. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan kepada  responden sebagai berikut:

4.2 Tujuan Penggunaan

Penilaian dalam hal tujuan penggunaan sistem dinilai dari nilai yang diberikan oleh responden atas sistem yang digunakan. Hal yang dipertanyakan, seperti misalnya apakah beberapa kegiatan administrasi membutuhkan adanya sebuah Sistem Informasi Akademik.

4.3 Frekuensi Penggunaan

Penilaian frekuensi penggunaan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya frekuensi penggunaan dalam kurun waktu.

4.4 Kepuasan Pengguna

Penilaian kepuasaan penggunaan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik.  Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya puas terhadap penggunaan.

5 Solutif

Data penilaian solutif diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilaian kegunaan yang dinilai adalah kinerja, produktivitas, efektivitas, kemudahan pekerjaan, kegunaan pekerjaan. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan kepada  responden sebagai berikut:

5.1 Kinerja

Penilaian kinerja terhadap solusi dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya dengan adanya sistem kinerja terbantu.

5.2 Produktivitas

Penilaian produktivitas dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya produktivitas membaik.

5.3 Efektivitas

Penilaian efektifitas dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya penggunaan sistem informasi akademik efektif.

5.4 Kemudahan Pekerjaan

Penilaian kemudahaan pekerjaan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya pekerjaan menjadi mudah.

5.5 Kegunaan Pekerjaan

Penilaian kegunaan pekerjaan dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik.Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya berguna terhadap pekerjaan.

6 Manfaat

Data penilaian manfaat diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh pengguna Sistem Informasi Akademik, khususnya Mahasiswa. Penilain kegunaan yang dinilai adalah produktivitas,  profitabilitas, peningkatan kinerja. Dalam pengambilan data hal yang di pertanyakan kepada  responden sebagai berikut:

6.1 Produktivitas

Penilaian produktivitas organisasi dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti misalnya dengan adanya sistem kegiatan administrasi terbantu.

6.2 Profitabilitas

Penilaian profitabilitas dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kepentingan diatas diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti penghematan biaya ketika mencari informasi.

6.3  Peningkatan Kinerja

Penilaian peningkatan kinerja dinilai dari beberapa faktor yang berhubungan dengan pengaksesan Sistem Informasi Akademik. Nilai kriteria ini diproleh dari penilaian yang diberikan oleh responden, berkaitan dengan pertanyaan yang berikan, seperti peningkatan kinerja organisasi meningkat.