Sistem Pakar

Sistem Pakar Metode Naive Bayes

Metode Naive bayes adalah metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan dalam penyelesaian kasus kepakaran. Konsep yang digunakan adalah menghitung nilai probabilitas kemunculan setiap varibel yang di pilih dalam perhitungannya dan selanjutnya   mengklasifikasinya berdasarkan variabel yang di masukkan.

Sistem pakar banyak sekali menggunakan pilihan metode, beberapa konsep dalam sistem pakar misalnya clustering dan probabilitas. Berkut ini sistem pakar yang saya kembangkan menggunakan metode Naive Bayes. Kasus yang kita ambil adalah untuk mendeteksi kasus perkembangan anak.

Untuk data yang diperlukan yaitu data gangguan serta data gejala terhadap gangguan permasalahan anak. Simak terus artikel ini.

Langkah-Langkah sistem pakar metode Naïve Bayes

Langkah-Langkah sistem pakar metode Naïve Bayes

Langkah-Langkah sistem pakar metode Naïve Bayes

Aplikasi Sistem Pakar Naïve Bayes

Pada analisis kali ini user interaface atau stakeholder yang terkait dengan aplikasi terdapat 2 user. User tersebut yaitu Admin dan member. Untuk masing-masing fungsi dan fiturnya yaitu:

  1. Admin, Merupakan user yang berperan dalam hal mengontrol jalannya aplikasi secara keseluruhan.
  2. Member, Merupakan user dengan fungsi menggunakan aplikasi dengan hanya beberapa fitur saja sesuai levelnya.

 

Nah untuk fitur dan detail masing-masing user level di atas yaitu:

#Admin

Login

Login pakar naive bayes

Login pakar naive bayes

Login, Sebelum menggunakan aplikasi pakar teorema bayes ini admin harus melakukan login kedalam aplikasi. Data login adalah data yang terdaftar pada menu user aplikasi. Admin login atau masuk aplikasi dengan menggunakan username dan password. Jika username dan password yang di masukkan salah, maka admin tidak bisa login.

User

User sistem pakar naive bayes

User sistem pakar naive bayes

User, merupakan menu yang berada pada data master. Data master merupakan data utama yang mempunyai fungsi untuk keperluan proses pada menu berikutnya. Untuk data master bisa terdapat lebih dari 1 menu atau bisa terdapat banyak menu. Oke, menu user  ini digunakan untuk mengelola user yang menggunakan aplikasi. Prosesnya diantaranya yaitu menambah user, mengedit user, dan menghapus user.

Gangguan

Gangguan sistem pakar naive bayes

Gangguan sistem pakar naive bayes

Gangguan, merupakan menu data master yang digunakan untuk mengelola data gangguan. Jika disamakan dengan konsep sistem pakar lain menu gangguan ini mungkin bisa kita namakan penyakit, namun jika pada kasus ini namanya gangguna. Proses detailnya yaitu menambah gangguan, mengedit gangguan, dan menghapus gangguan.

Gejala

Gejala sistem pakar naive bayes

Gejala sistem pakar naive bayes

Gejala, merupakan menu data master yang digunakan untuk mengelola gejala yang yang ada. Gejala adalah bagian yang terlibat terhadap gangguan. Untuk prosesnya meliputi menambah gejala, mengedit gejala, menghapus gejala.

Relasi

Relasi sistem pakar naive bayes

Relasi sistem pakar naive bayes

Relasi, merupakan menu data master yang digunakan untuk mengelola relasi antara gejala dengan gangguan. Relasi adalah hubungan yang mengindikasikan gangguan berdasarkan gejala. Untuk prosesnya mengedit relasi antara gejala terhadap gangguan.

Konsultasi

Konsultasi sistem pakar naive bayes

Konsultasi sistem pakar naive bayes

Konsultasi, merupakan menu yang digunakan untuk melihat data konsultasi yang diakukan. Pada user interface admin, admin dapat melihat user yang melakukan konsultasi,  termasuk admin sendiri. Detail informasi konsultasi seperti waktu konsultasi serta hasil perhitungan konsultasi kepada aplikasi pakar ini. Proses yang ada yaitu melakukan konsultasi.

Logout

Logout, merupakan menu yang digunakan untuk keluar dari aplikasi.

#Member

Register

Register sistem pakar naive bayes

Register sistem pakar naive bayes

Register, merupakan form untuk melakukan pendaftaran yang di lakukan member. Pada aplikasi atau sistem ini member daftar mendaftar untuk menggunakan aplikasi

Login

Login sistem pakar naive bayes

Login sistem pakar naive bayes

Login, merupakan form yang di gunakan untuk masuk aplikasi oleh member

Profil

Profil sistem pakar naive bayes

Profil sistem pakar naive bayes

Profil, merupakan menu yang digunakan untuk mengelola data member. Proses yang ada yaitu mengedit data profil atau data member.

Konsultasi

Konsultasi memberl sistem pakar naive bayes

Konsultasi memberl sistem pakar naive bayes

Konsultasi, merupakan menu yang digunakan untuk melihat data konsultasi yang pernah di lakukan. Bedanya dengan menu konsultasi pada halaman admin yaitu disini member hanya bisa melihat hasil konsultasinya dia sendiri dan tidak dengan hasil konsultasi user lain. Proses yang ada yaitu menu konsultasi lagi.

Logout

Logout, merupakan menu yang digunakan untuk keluar aplikasi sama seperti admin.

 

Terimakasih sudah membaca artikel ini. Jika kamu membutuhkan jasa sistemphp.com untuk mengembangkan aplikasi pakar dengan kasus yang berbeda ataupun mengkombinasikannya dengan metode lain kami siap membantu Kamu. Untuk pengembangan di lakukan menggunakan aplikasi berbasis web dan database mysql. Untuk info lebih lanjut bisa kontak kami langsung.

Postingan berikutnya

  1. aplikasi sistem pakar naive bayes
  2. sistem pakar metode naive bayes

Sistem Pakar – Penyakit Lambung – Metode Teorema Bayes

Sistem pakar penyakit lambung merupakan sistem pakar yang digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit lambung.

Metode pada sistem pakar kali ini yang digunakan adalah teorema bayes.

Metode teorema bayes adalah metode perhitungan dengan menafaatkan teori probabilitas dan statistika, yang mana teorema yang dihasilkan dapat berupa dua penafsiran yang berbeda. Namun pada intinya teorema bayes menafsirkan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Dalam penafsiran frekuentis teorema ini menjelaskan representasi invers probabilitas dua kejadian.

Tampilan

Login pakar lambung

login sistem pakar lambung teorema bayes

login sistem pakar lambung teorema bayes

Data master user

data master user login sistem pakar lambung teorema bayes

data master user login sistem pakar lambung teorema bayes

Pada tampilan diatas admin dapat menambah user, menghapus, dan mengedit user. Serta melakukan pencarian data dengan menggunakan fitur pencarian otomatis.

Data master gejala

data master gejala login sistem pakar lambung teorema bayes

data master gejala sistem pakar lambung teorema bayes

Konsultasi

konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

Hasil konsultasi

hasil konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

hasil konsultasi login sistem pakar lambung teorema bayes

Penyakit lainya

Untuk pengembangan penyakit yang dapat di impelementasikan diantaranya:

Ablasi,Retina,Abses,Gigi,Abses,Payudara,Achondroplasia,ADHD,Akalasia,Akromegali,Albinisme,Alergi,Alergi,Dingin,Alergi,Kacang,Alergi,Makanan,Alergi,Obat,Alergi,Susu,Alergi,Telur,Amnesia,Amputasi,Anemia,Anemia,Defisiensi,Besi,Anemia,Defisiensi,Vitamin,B12,dan,Folat,Anemia,Hemolitik,Anemia,Sel,Sabit,Angin,Duduk,Angina,Pektoris,Ankylosing,Spondylitis,Anoreksia,Nervosa,Anthrax,Aritmia,Ascariasis,Asma,Astigmatisme,Aterosklerosis,Atresia,Ani,Autisme,Balanitis,Barotrauma,Batu,Empedu,Batu,Ginjal,Batu,Kandung,Kemih,Batu,Kelenjar,Air,Liur,Batuk,Darah,Batuk,Kronis,Batuk,Rejan,Batuk-batuk,Bedbugs,Bell’s,Palsy,Biang,Keringat,Bidai,Tulang,Kering,Biduran,Bintitan,Bisul,Blefaritis,Blighted,Ovum,Botak,Botulisme,BPD,(Borderline,Personality,Disorder),BPH,(Benign,Prostatic,Hyperplasia),Bradikardia,Bronkiolitis,Bronkitis,Brucellosis,Bruxism,Bulimia,Bursitis,Buta,Warna,Cacar,Air,Cacing,Kremi,Campak,Candidiasis,Cantengan,Cedera,Hamstring,Cedera,Saraf,Tulang,Belakang,Cegukan,Chikungunya,Chlamydia,Cholangiocarcinoma,Cholangitis,Craniosynostosis,Crohn’s,Disease,Croup,CTS,(carpal,tunnel,syndrome),Cystic,Fibrosis,Cystitis,Deep,Vein,Thrombosis,Defek,Septum,Ventrikel,Defisiensi,Glukosa-6-Fosfat,Dehidrogenase,(G6PD,Deficiency),Degenerasi,Makula,Dehidrasi,Delirium,Demam,Demam,Berdarah,Demam,Kelenjar,Demam,Kuning,Demam,Pada,Anak,Demam,Reumatik,Demam,Scarlet,Demensia,Dengkur,Depresi,Dermatitis,Kontak,Dermatitis,Numularis,Dermatitis,Seboroik,Dermatographia,Diabetes,Diabetes,Gestasional,Diabetes,Insipidus,Diabetes,Tipe,1,Diabetes,Tipe,2,Diare,Difteri,Disartria,Disentri,Disfagia,Disfungsi,Seksual,Disleksia,Dislokasi,Dislokasi,Bahu,Dispareunia,Divertikulitis,Dry,Socket,Dwarfisme,Dystonia,E.,coli,Ebola,Edema,Paru,Efusi,Pleura,Ejakulasi,Dini,Eksim,Atopik,Emboli,Emboli,Paru,Emfisema,Endokarditis,Endometriosis,Ensefalopati,Entropion,Epidermolisis,Bulosa,Epididimitis,Epidural,Hematoma,Epiglotitis,Epilepsi,Esofagitis,Fenilketonuria,Fibrilasi,Atrium,Fibrilasi,Ventrikel,Fibroadenoma,Fibromyalgia,Fibrosis,Paru,Filariasis,Fimosis,Flek,Hitam,Floaters,Flu,Flu,Babi,Flu,Burung,Flu,Singapura,Fobia,Folikulitis,Frozen,Shoulder,Gagal,Ginjal,Akut,Gagal,Ginjal,Kronis,Gagal,Hati,Gagal,Jantung,Gagap,Gangguan,Bipolar,Gangguan,Dismorfik,Tubuh,Gangguan,Kecemasan,Sosial,Gangguan,Kepribadian,Gangguan,Makan,Gangguan,Metabolik,Gangguan,Pencernaan,Gangguan,Pendengaran,Gangguan,Penyimpanan,Lisosom,Gangguan,Tidur,Gangguan,Tidur,Berjalan,Gangrene,Gastritis,Gastroenteritis,Gastroparesis,Gastroschisis,Gawat,Janin,Gendang,Telinga,Pecah,Giardiasis,Gigantisme,Gigi,Bungsu,Ginekomastia,Glaukoma,Glomerulonefritis,Gondongan,Gonore,Hamil,Anggur,Hemangioma,Hematoma,Hematuria,Hemofilia,Hemokromatosis,Henoch-Schonlein,Purpura,Henti,Jantung,Mendadak,Hepatitis,A,Hepatitis,B,Hepatitis,C,Hepatomegali,Hernia,Hernia,Hiatus,Hernia,Inguinalis,Hernia,Umbilikalis,Herpes,Genital,(Herpes,Simplex),Herpes,Zoster,Hidradenitis,Suppurativa,Hidrokel,Hidronefrosis,Hidrosefalus,Hiperemesis,Gravidarum,Hiperhidrosis,Hiperkalemia,Hiperkolesterolemia,Hiperparatiroidisme,Hiperplasia,Adrenal,Kongenital,Hipertensi,Hipertensi,Pulmonal,Hipertensi,Sekunder,Hipertiroidisme,Hipertrofi,Ventrikel,Kiri,Hipoglikemia,Hipogonadisme,Hipokalemia,Hipoksia,Hiponatremia,Hipoparatiroid,Hipopituitarisme,Hipospadia,Hipotensi,Hipotensi,Ortostatik,Hipotermia,Hirsutisme,HIV,dan,AIDS,HPV,Hypoalbuminemia,Impetigo,Impotensi,Imunisasi,Infeksi,ginjal,Infeksi,Jamur,Infeksi,Kandung,Kemih,Infeksi,Kulit,Infeksi,Nosokomial,Infeksi,Payudara,Infeksi,Saluran,Kemih,Infeksi,Saluran,Pernapasan,Infeksi,Usus,Inkontinensia,Tinja,Inkontinensia,Urine,Insomnia,Intususepsi,Irritable,Bowel,Syndrome,Iskemia,ISPA,ITP,(Idiopathic,Thrombocytopenic,Purpura),Jamur,Kuku,Jantung,Berdebar,Jerawat,Jet,Lag,Kalazion,Kanker,Kanker,Darah,Kanker,Endometrium,Kanker,Esofagus,Kanker,Ginjal,Kanker,Hati,Kanker,Kandung,Kemih,Kanker,Kelenjar,Air,Liur,Kanker,Kolorektal,Kanker,Kulit,Kanker,Kulit,Melanoma,Kanker,Lambung,Kanker,Laring,Kanker,Lidah,Kanker,Mata,Kanker,Mulut,Kanker,Otak,Kanker,Ovarium,Kanker,Pankreas,Kanker,Paru-paru,Kanker,Payudara,Kanker,Prostat,Kanker,Rahim,Kanker,Sarkoma,Ewing,Kanker,Serviks,Kanker,Tenggorokan,Kanker,Testis,Kanker,Tiroid,Kanker,Tulang,Kanker,Usus,Besar,Kanker,Vagina,Kanker,Vulva,Kantuk,Kapalan,Kardiomegali,Karsinoma,Nasofaring,Karsinoma,Sel,Basal,Karsinoma,Sel,Skuamosa,Katarak,Pada,Manula,Kecanduan,Alkohol,Keguguran,Kehamilan,Ektopik,Kejang,Kejang,Demam,Kekurangan,Yodium,Kelahiran,Prematur,Kelainan,Darah,Kelainan,Kongenital,Kelumpuhan,Kembar,Siam,Keputihan,Keracunan,Makanan,Keratitis,Keratosis,Pilaris,Keratosis,Seboroik,Keriput,Kesehatan,Mental,Keseleo,Ketoasidosis,Alkoholik,Ketoasidosis,Diabetik,Ketombe,Kista,Baker,Kista,Bartholin,Kista,Dermoid,Kista,Epidermoid,Kista,Ganglion,Kista,Ginjal,Kista,Ovarium,Kista,Payudara,Kista,Pilonidal,Kleptomania,Kolera,Kolesistitis,Kolesterol,Tinggi,Kolitis,Ulseratif,Koma,Komedo,Komedo,Putih,Konjungtivitis,Konstipasi,Kostokondritis,Kudis,Kurap,Kusta,Kutil,Kutil,Kelamin,Kutu,Kemaluan,Kutu,Rambut,Kyphosis,Laringitis,Lemah,Jantung,Leptospirosis,Leukoplakia,Leukositosis,Lichen,Planus,Limfadenitis,Limfadenopati,Limfedema,Limfoma,Limfoma,Hodgkin,Limfoma,non-Hodgkin,Lipoma,Liposarcoma,Luka,Bakar,Lumpuh,Otak,Lupus,Lupus,Nefritis,Malabsorbsi,Makanan,Malaria,Mastalgia,Mata,Ikan,Mata,Kering,Mata,Malas,Megakolon,Meningioma,Meningitis,Menopause,Menorrhagia,Menstruasi,MERS,Mesothelioma,Microcephaly,Mielitis,Transversa,Migrain,Mikosis,Milia,Mimisan,Mimpi,Buruk,Miokarditis,Miom,Molluscum,Contagiosum,Mononukleosis,Morning,Sickness,Mual,Multiple,Myeloma,Multiple,sclerosis,Mulut,Kering,Myasthenia,gravis,Narkolepsi,Nefropati,Diabetik,Neuritis,Optik,Neuroblastoma,Neurodermatitis,Neurofibromatosis,Tipe,1,Neurofibromatosis,Tipe,2,Neuropati,Neuropati,Diabetik,Neuropati,Perifer,Nyeri,Dada,Nyeri,Haid,Nyeri,Otot,Nyeri,Panggul,Nyeri,Pergelangan,Tangan,Nyeri,Punggung,Nyeri,Sendi,Nyeri,Tumit,Obesitas,Obstruksi,Usus,OCD,(Obsessive,Compulsive,Disorder),ODD,(Oppositional,Defiant,Disorder),Orchitis,Osteoarthritis,Osteofit,Osteomalacia,Osteomielitis,Osteopetrosis,Osteoporosis,Osteosarcoma,Otitis,Eksterna,Otitis,Media,Pankreatitis,Akut,Pankreatitis,Kronis,Panu,Paraplegia,Parestesia,Paronikia,Patah,Kaki,Patah,Pergelangan,Kaki,Patah,Pergelangan,Tangan,Patah,Tulang,Pinggul,Patah,Tulang,Selangka,Patent,Ductus,Arteriosus,Patent,Foramen,Ovale,PCOS,Pectus,Excavatum,Pembengkakan,Kelenjar,Getah,Bening,Pemfigoid,Bulosa,Pemfigus,Penyakit,Addison,Penyakit,Alzheimer,Penyakit,Arteri,Perifer,Penyakit,Asam,Lambung,Penyakit,Asam,Urat,Penyakit,Beri-beri,Penyakit,Buerger,Penyakit,Celiac,Penyakit,Chagas,Penyakit,Ginjal,Penyakit,Ginjal,Polikistik,Penyakit,Gondok,Penyakit,Graves,Penyakit,Hirschsprung,Penyakit,Huntington,Penyakit,Jantung,Penyakit,Katup,Jantung,Penyakit,Kawasaki,Penyakit,Kuning,Penyakit,Lou,Gehrig,Penyakit,Lyme,Penyakit,Meniere,Penyakit,Menular,Seksual,(PMS),Penyakit,Paget,Penyakit,Parkinson,Penyakit,Paru,Interstisial,Penyakit,Paru,Obstruktif,Kronis,Penyakit,Peyronie,Penyakit,Retina,Penyakit,Sapi,Gila,Penyakit,Tangan,Kaki,dan,Mulut,Penyakit,Tiroid,Penyakit,Usus,Buntu,Penyakit,Von,Willebrand,Penyakit,Wilson,Perdarahan,Subarachnoid,Pergelangan,Kaki,Terkilir,Perikarditis,Perimenopause,Periodontitis,Peritonitis,Perlemakan,Hati,Perut,Kembung,Pes,Pheochromocytoma,Pilek,Pingsan,Pityriasis,Rosea,Plantar,Fasciitis,Plasenta,Akreta,Plasenta,Previa,Pleuritis,Pneumonia,Pneumothorax,Polihidramnion,Polio,Polip,Hidung,Polip,Pulpa,Polip,Rahim,Polip,Usus,Polisitemia,Vera,Pompholyx,Porfiria,Postpartum,Depression,Prediabetes,Preeklamsia,Presbikusis,Presbiopi,Priapismus,Progeria,Proktitis,Prolaktinoma,Prostatitis,Pruritus,Psikosis,Psoriasis,Psoriasis,Arthritis,Pterygium,PTSD,Pubertas,Dini,Pusing,Rabies,Rabun,Dekat,Rabun,Jauh,Radang,Amandel,Radang,Gusi,Radang,Otak,Radang,Panggul,Radang,Sendi,Radang,Usus,Rakitis,Rambut,Rontok,Rambut,Tumbuh,ke,Dalam,Rematik,Retensi,Plasenta,Retinoblastoma,Retinopati,Diabetik,Rhabdomyosarcoma,Rheumatoid,Arthritis,Rhinitis,Rinitis,Alergi,Rosacea,Roseola,Rotavirus,Ruam,Kulit,Ruam,Popok,Rubella,Sakit,Gigi,Sakit,Kepala,Sakit,Kepala,Cluster,Sakit,Kepala,Tegang,Sakit,Leher,Sakit,Lutut,Sakit,Maag,Sakit,Perut,Sakit,Pinggang,Sakit,Saraf,Sakit,Tenggorokan,Sariawan,Sarkoidosis,Sarkoma,Jaringan,Lunak,Sengatan,Lebah,Sepsis,Septic,Arthritis,Serangan,Jantung,Serangan,Panik,Servisitis,SIDS,Sifilis,Sindrom,Brugada,Sindrom,Cushing,Sindrom,Down,Sindrom,Eisenmenger,Sindrom,Guillain-Barré,Sindrom,Horner,Sindrom,Klinefelter,Sindrom,Marfan,Sindrom,Metabolik,Sindrom,Nefrotik,Sindrom,Prader-Willi,Sindrom,Rett,Sindrom,Reye,Sindrom,Sjögren,Sindrom,Stevens-Johnson,Sindrom,Tourette,Sindrom,Turner,Sindrom,Zollinger-Ellison,Sinusitis,Sirosis,Sistokel,Skiatika,Skizofrenia,Skizofrenia,Paranoid,Skleroderma,Skoliosis,Sleep,Apnea,Solar,Keratosis,Solusio,Plasenta,Spina,Bifida,Splenomegali,Spondilosis,Servikal,SSSS,Stenosis,Pilorus,Stenosis,Spinal,Striktur,uretra,Stroke,Stroke,Hemoragik,Strongiloidiasis,Suara,Serak,Syok,Anafilaktik,Syok,Hipovolemik,Syok,Kardiogenik,Syringomyelia,Taeniasis,Tahi,Lalat,Takikardia,TBC,Tulang,Belakang,Tendinitis,Tennis,Elbow,Tetanus,Tetralogy,of,Fallot,Thalassemia,TIA,(Transient,ischaemic,attack),Tifus,Tinea,Capitis,Tinea,Corporis,Tinea,Cruris,Tinea,Pedis,Tinnitus,Tiroiditis,Toksoplasmosis,Tongue-tie,(Ankyloglossia),Torsio,Testis,Tortikolis,Trakhoma,Trauma,Kepala,Berat,Trauma,Kepala,Ringan,Trigeminal,Neuralgia,Trigliserida,Trikomoniasis,Trikotilomania,Tromboflebitis,Trombositopenia,Trombositosis,Tuberkulosis,Tuberous,Sclerosis,Tukak,Lambung,Tumor,Tumor,Jinak,Parotis,Tumor,Otak,Tumor,Wilms,Ulkus,Dekubitus,Ulkus,Duodenum,Uveitis,Vaginitis,Vaginosis,Bakterialis,Varikokel,Varises,Varises,Esofagus,Vaskulitis,Ventricular,Tachycardia,Vertigo,Virus,Zika,Vitiligo,Wasir,(Hemoroid),Xanthelasma,Xerophthalmia,Xerosis

Postingan berikutnya

  1. sistem pakar metode bayes
  2. sistem pakar diagnosa gagal ginjal naive bayes
  3. sistem pakar diagnosa lambung

Cara Koneksi Database Sistem Pakar

Koneksi database sistem pakar

Koneksi database sistem pakar

Cara Koneksi Database Sistem Pakar. Pada sebuah sistem pakar, terdapat banyak data yang digunakan untuk menjalankan prosesnya. Diantaranya yaitu sebuah data variabel yang berupa kriteria yang digunakan sebagai perhitngna, selain data perhitungan terdapat juga data penyimanan hasil perhitungan. Beberapa data tersebut di simpan didalam sebuah database. Nah untuk menggunakan data  tersebut harus ada yang namannya penghubung antara database dengan script yang akan digunakan untuk proses.

Permasalahan

Kadang script sistem pakar terjadi error karena kesalahan koneksi pada database yang digunakan. Beberapa kesalahan tersebut diantaranya salah mengatur nama databasenya, salah penamaan password dan juga server. Catatan yang perlu di ketahui yaitu jika biasanya kita melakukan koneksi pada server lokal atau localhost pada komputer, namun untuk mengatur pada server yang sebenarnya atau hosting, untuk nama database, username dan password harus disesuaikan lagi dengan yang dibuat pada server hosting.

Beberapa cara koneksi database

Cara #1


<?php
 $dbhost = 'localhost';
 $dbuser = 'root';
 $dbpass = 'password_db_mu';
 $conn = mysql_connect($dbhost, $dbuser, $dbpass);

 if(! $conn ) {
 die('Tidak bisa terhubung: ' . mysql_error());
 }

?>

Pada script koneksi diatas terdapat 3 variabel yang menjadi inputan terhadap fungsi koneksi pada mysql, yaitu $dbhost, $dbuser, $dbpass. Selanjut variabel tersebt di proses pada sintak berikutnya yaitu menggunakan fngsi mysql_connect yang kegunaaannya yaitu menghubungkan server dengan php. Berlanjut ke koding berikutnya terdapt logika if yang berfungsi sebagai penjelas kondisi. Berdasarkan koding if diatas terdapat variabel $conn yang di kondisikan sebagai negasi dengan tanda seru atau berlawanan. Berarti pada kondisi tersebut artinya  jika tidak terjadi koneksi maka berikan informasi bahwa database tidak terhubung dan memunculkan letak error pada script koneksinya.

Cara #2

<?php
$username = "username_dbmu";
$password = "password_dbmu";
$hostname = "localhost";

//connection to the database
$dbhandle = mysql_connect($hostname, $username, $password)
 or die("Tidk dapat terhubung");
?>

Script koneksi diatas hampir sama dengan model pertama sebelumnya tadi Namu letak perbedaannya yaitu jika pada script pertama terdapat logika if jika terjadi kegagalan, namun pada script kedua ini langsung menggunakan fungsi or die yang artinya jika tidak terhubung atau gagal, maka akan muncul pesan yang seperti ada pada dalam kurung tersebut.

Cara #3


<?php
 $db = mysql_connect("localhost","username","password");
 if (!$db) {
 die("Database connection failed miserably: " . mysql_error());
 }
?>

Pada cara ketiga ini hampir sama dengan cara keduanya sebelumnya tadi. Letak perbedaannya yaitu pada fungsi mysql_connect yang langsung mengeksekusi nama database, server username, dan password. Dengan artianya tanpa menyimpannya terlebih dahulu dalam sebuah variabel.

Secara umum menghubungkan server php dengan database cukup mudah. Untuk tingkat lanjut tentang pemahaman ini mungkin lebih di perdalam lagi tentang penanganan error jika terjadi kesalahan pada eksekusi. Dengan artian pengendalian error jika beberapa hal terjadi misalnya request time out, database terlalu besar dan sbagainya. Oke demikian semoga bermanfaat.

Sistem Pakar Penyakit Jantung

Sistem pakar penyakit jantung

Sistem pakar penyakit jantung

Sistem pakar penyakit jantung adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk mendiagnosa pada penyakit manusia khususnya organ jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit manusia yang menyerang organ dalam. Penyakit tergolong sebagai penyakit yang berbahaya. Dengan perkembangan teknologi yang canggih pendeteksian dini penyakit jantung dapat dilakukan dengan segera dan secepat mungkin. Tujuannya adalah agar penderita penyakit jantung dapat segera mengambil tindakan terhadap penyakit jantung yang di deritanya sebelum memasuki serangan jantung ke stadium yang lebih tinggi.

Pengembangan:

Aplikasi pakar jantung di kembangkan dengan menggunakan basis web dengan menggunakan bahasa pemrograman php dan database mysql. Untuk script php di kelompokkan kedalam beberapa modul sesuai dengan proses yang ada pada sistem pakar jantung. Tujuan pengelompokkan kedalam masing-masing modul ini adalah agar, programmer lebih mudah memperbaiki jika ada kesalahan atau error

Fitur sistem pakar penyakit jantung

Beberapa fitur yang ada pada pakar jantung yang kami kembangkan yaitu:

1. Data master

Data master adalah data utama yang digunakan untuk proses pada sistem pakar jantung. Tujuan adanya data master yaitu agar, pengelolan dapat langsung berjalan dengan cepat dan otomatis jika memerlukan data utama sebgai dasar data. Jadi dengan kata lain admin tidak  perlu menginputkan lagi secara manual data-data dasar yang dibutuhkan untuk proses berikutnya.

Beberapa data master yang ada pada pakar jantung yaitu:

1.1. Master admin

Master admin merupakan data utama yang digunakan untuk mengelola admin dari sistem. Proses yang ada meliputi penambahan admin, edit data admin, dan juga menghapus admin.

1.2 Master User

Master user merupakan data utama pengguna sistem atau user sistem yang melakukan konsultasi penyakit jantung menggunakan sistem. Nah pada data ini dapat diakses oleh masing-masing,yaitu admin dan juga user. Untuk admin dapat melihat data user yang melakukan registrasi atau juga menambahkan sendiri user yang ingin berkonsultasi. Untuk tampilan yang ada pada admin, yaitu tampilan data user dengan pengelolaan penambahan user, edit user dan juga menghapus data user, blokir user.

Untuk tampilan yang ada pada user yaitu berupa profil data user.

1.3 Master Penyakit

Penyakit disini adalah penyakit jantung. Untuk pengelolaan data master ini meliputi data penyakit jantung yaitu data gejala data relasi dan dan juga stadium penyakit jantung.

2. Profil

Menu profil merupakan menu yang tampil pada menu user. Kegunaan menu profil ini adalah tujuannya untuk melakukan edit profil dan memperbaharui profil.

3. Diagnosa

Untuk tampilan menu konsultasi ada 2 yaitu tampilan untuk dmin dan user. Tampilan untuk admn yaitu berupa hasil diagnosa yang dilakukan oleh user, berikut jenis kategori penyakit jantung serta detail konsultasi. Selanjutnya tampilan untuk user adalah menu histori diagnosa jika sudah pernah berkonsultasi, Namun jika user belum melakukan konsultasi maka akan ada tampilan berkonsultasi pada menu ini.

4. Laporan

Laporan adalah menu yang tampil pada admin. Kegunaan laporan adalah untuk memberikan informasi mengenai user yang berkonsultasi sesuai dengan detail user. Serta informasi mengenai jenis penyakit jantung yang di deritanya.

FLOWCHART Sistem pakar penyakit Jantung

Flowchart sistem pakar penyakit jantung

Flowchart sistem pakar penyakit jantung

Penjelasan flowchart:

Pada tampilan flowchart diatas menjelaskan bagaimana interface sistem pakar jantung berjalan sesuai dengan prosesnya. Yang user pada sistem ini sesuai yang sudah dijelaskan yaitu dibagi menjadi dua admin dan user. Nah untuk yang pertama user yang ada sistem ini yaitu admin memulai prosesnya dengan login, kemudian admin dapat melakukan kontrol dan manajemen dengan menu yang ada, menu-menunya yaitu data master diagnosa dan juga laporan. Jika login yang dilakukan oleh admin gagal makan admin tidak masuk kedalam sistem, namun kembali lagi ke halaman login.

Yang kedua user pada sistem sebelum login dapat melakukan registrasi dulu, namun pada flowchart ini proses dimulai dari login user. Apabila user dapat login makan akan lanjut ke proses selanjutnya yaitu edit profil dan juga melakukan diagnosa penyakit jantung. Jika gagal maka akan kembali ke halaman login.

DFD Sistem Pakar Penyakit Jantung

DFD sistem pakar penyakit jantung

DFD sistem pakar penyakit jantung

Penjelasan dfd:

Pada dfd diatas aliran data di berikan dan di terima oleh user dan admin. Untuk admin input data pada user yaitu data admin, data user, data  penyakit, Kemudian data tersebut digunakan untuk proses berikutnya yaitu proses diagnosa. Untuk user dapat melakukan atau input diagnosa.  Selajutnya terdapat proses laporan yang di terima oleh admin dan juga user.

ERD Sistem Pakar penyakit jantung

ERD sistem pakar penyakit jantung

ERD sistem pakar penyakit jantung

Penjelasan ERD:

Pada gambar diatas menjelaskan sebuah struktur database yang terbentuk dari sistem pakar. Dimana untuk tabel yang berbentuk oval merupakan tabel filed database Dan untuk tabel berbentu jajar genjang merupakan relasi dari setiap tabel. pada gambar diatas dijelaskan bahwa bentuk kotak adalah tabel yang ada database

Struktur menu sistem pakar penyakit jantung

Tampilan sistem pakar penyakit jantung

Demikian Sistem pakar penyakit jantung semoga bermanfaat. Untuk info sistem pakar penyakit jantung hubungi kami.

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP. Merupakan sistem pakar yang mampu mendiagnosa jenis penyakit terjadi pada kulit. Selain kemampuan mendiagnosa, sistem pakar ini juga memberikan informasi masalah kulit yang terjadi beserta solusi untuk mengatasi penyakit kulit tersebut.

Kulit adalah merupakan lapisan penutup organ tubuh, Kulit manusia terdiri atas epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP

Sistem pakar ini di kembangkan dengan menggunakan database mysql serta berbasis web dan script php. Dan untuk implementasi sistem pakar penyakit kulit ini banyak sekali metode yang dapat digunakan.

Berkonsultasi

Berkonsultasi

Data admin pakar kulit

Data admin pakar kulit

Data user pakar kulit

Data user pakar kulit
Detail konsultasi user

Detail konsultasi user

Page pakar

Page pakar

Register pengguna konsultasi

Register pengguna konsultasi

Visualisasi pencarian data

Visualisasi pencarian data

histori-hasil-konsultasi

histori hasil konsultasi

hasil-konsultasi

hasil konsultasi

Penyakit Kulit

  1. Kanker Kulit
  2. Lupus
  3. Rubeola atau Campak
  4. Jerawat
  5. Hemangioma
  6. Herpes
  7. Psoriasis
  8. Rosacea
  9. Seborrheic Eczema atau eksim
  10. Hives / Urticaria (Gatal Alergi)
  11. Vitiligo
  12. Warts (Kutil)
  13. Necrotizing Fasciitis (Pembengkakan Jaringan Lunak)
  14. Cutaneous Candiasis
  15. Bisul (Carbuncle)
  16. Selulitis (Cellulitis)
  17. Hypohidrosis (tidak berkeringat)
  18. Impetigo
  19. Curtis Laxa
  20. Decubitus Ulcers
  21. Erysipelas
  22. Diaper Rash / biang keringat (Ruam ruam karena Popok)
  23. Dyshidrotic Eczema (Eksim Dishidrotik)
  24. Canker Sore (Sariawan)
  25. Herpes Stomatitis
  26. Fungal Nail Infection
  27. Ichtyosis Vulgaris
  28. Dermatomyositis
  29. Molluscum Contagiosum
  30. Ingrown Nails (Cantengan)
  31. Acrodermatitis
  32. Kista Sebaceous
  33. Seborrheic Keratosis
  34. Penyakit Pilonidal Sinus
  35. Keloid 

Untuk masing-masing penyakit kulit diatas mempunya gejala di setiap penyakitnya. Dari msin-masing gejala yang terjadi sistem akan mendiagnosis dan mencari penyakit mana yang terjadi berdasarkan gejala pada kulit yang terjadi.

Data sistem pakar penyakit kulit

Data yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem pakar diagnosa penyakit kulit yaitu data gejala, data solusi, data user dan juga jenis penyakit kulit.

1. Data user, Data user adalah data tentang pengguna sistem pakar, Untuk data user dalam aspek implementsinya ada dua jenis, yaitu data pengguna sistem pakar, dan juga data admin sistem pakar.

Dalam penggunaan dan fungsinya admin berguna dan bertugas menginput gejala dan juga hal-hal yang berhubungan dengan sistem pakar, misalnya menambah user atau juga memblokir user yang berkonsultasi. Sedangkan untuk user yang kedua atau pengguna sistem pakar atau orang yang ingin berkonsultasi.

2. Data penyakit kulit, Merupakan data yang diolah pada sistem pakar penyakit. Untuk jenis penyakit kulit dan dan gejala ini didapat berdarkan referensi kepakaran atau buku atau catatan medis tentang penyakit kulit.

3. Data gejala

Data gejala merupakan bagian dari data yang diolah. Data gejala ini berhubngan dengan data jenis penyakit kulit. Hubungan kedua data ini yaitu apabila penyakit telah di diagnosis dan memberikan kesimpulan akhir, maka akan memunculkan data penyakit beserta solusi untuk mengatasinya.

Analisa dan perancangan sistem pakar penyakit kulit

Sistem pakar penyakit kulit yang dibagun untuk mendiagnosa penyakit kulit dan cara penyembuhannya. Sistem ini bertujuan membantu user apat mengetahui jenis penyakit yang diderita dan penyembuhannya melalui solusi yang diberikan, serta informasi ramuan obat guna membantu proses penyembuhannya. Data rekomendasi yang
dihasilkan dalam sistem ini dilengkapi dengan jenis penyakit, gejala penyakit dan cara
penyembuahannya sehingga user dapat mengetahui penyakit yang diderita dan cara
pengobatannya. Sistem pakar akan menganalisis jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan agar dapat memperoleh jawaban berdasarkan basis pengetahuan yang terdapat dalam sistem pakar penyakit kulit ini. Sebelum menganalisis jawaban, sistem terlebih dahulu memberikan sejumlah pertanyaan kepada user melalui interface yang di rancang berbasis web tentang gejala penyakit yang diderita. Sistem akan menganalisis
jawaban dari user dengan melakukan proses pelacakan pada basis pengetahuan yang terdapat dalam data database.

Struktur menu

Struktur database

Tampilan Sistem

Referensi sistem pakar penyakit kulit

Beberapa referensi sistem pakar penyakit kulit yang bisa dijadikan acuan untuk merancang sistem pakar ini misalnya: laporan skripsi, thesis disertasi, jurnal dan penelitian-penelitian ilmiah lainya. Berikut ini beberapa referensi tentan penelitan penyakit kulit yang di implementasikan kedalam sistem cerdas:

  1. http://repository.upnyk.ac.id/1965/1/Paryati_edit.pdf
  2. http://eprints.uny.ac.id/2411/
  3. http://eprints.mdp.ac.id/317/
  4. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JFTI/article/view/298
  5. http://eprints.umk.ac.id/1940/1/HALAMAN_JUDUL.pdf
  6. http://jurnal.sttgarut.ac.id/index.php/algoritma/article/viewFile/14/14
  7. http://jumadi.blog.ugm.ac.id/files/2012/05/Evi-Nurfitriani.pdf
  8. http://eprints.upnjatim.ac.id/997/1/File_1.pdf

Postingan berikutnya

  1. sistem pakar penyakit kulit
  2. artikel jurnal penelitian cellulitis
  3. coding konsultasi penyakit

Aplikasi Sistem Pakar

Membuat aplikasi sistem pakar untuk skripsi atau tugas akhir sekarang menjadi trend penelitian. Dalam implementasinya, pembuatan sistem pakar nampaknya terlihat mudah. Namun pada kenyataanya banyak kesulitan yang di hadapi oleh para peneliti pada saat mengimplementasikannya kedalam bahasa pemrograman PHP dan menggunakan  database MYSQL.

Lalu apa penyebab mendasar yang membuat peneliti kesulitan atau terhambat pada saat mengimplementasikannya kedalam bahasa pemrograman. Jawabanya adalah pemahaman tentang sistem apa yang dibuat dan untuk apa sistem itu sendiri dibuat.

Oke, Kali ini saya akan sharing panduan bagaimana cara membuat aplikasi atau program sistem pakar sederhana. Meskipun sederhana panduan ini sudah mencakup rangkaian dari pembuatan sistem pakar dari berbagai jenis.

Untuk contoh yang akan kita ulas kali ini yaitu membuat sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada kucing.

Langkah-langkah membuat sistem pakar (diluar konteks analisa pada laporan), berikut ini panduan sederhana yang bisa Anda coba :

Membuat aplikasi sistem pakar

  1. Nama sistem pakar, sistem apa yang ingin anda buat aplikasi atau programnya. Dalam sharing ini nama sistem pakarnya yaitu “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kucing“.
  2. Setalah topik atau judul aplikasi Anda ketehui yang perlu Anda pahami yaitu sistem ini akan menghasilkan apa?,, Pada contoh ini sistem akan digunakan untuk mengetahui jenis penyakit kucing berdasarkan gejala-gejala yang di alami. Dan pada hasil akhirnya nanti akan diberikan solusi untuk pengobatan dan perawatan kucing yang mengalami penyakit lebih lanjut.
  3. Lanjut ke no tiga, sitelah tujuan akhir yang diminta di ketahui, selanjutnya adalah Anda mencari kebutuhan dari sistem yang Anda buat, Misalnya dalam kasus kucing ini, Saya berarti harus mencari Jenis-jenis penyakit yang terjadi pada kucing, gejala-gejala yang ditimbulkan pada masing-masing penyakit kucing, pengobatan pada setiap jenis penyakit tersebut. Tipsnya: kumpulkan sebanyak dan selengkap mungkin yang disebutkan tadi. Jika Anda paham, dari ketiga tersebutlah yang dimaksud dengan pakar. Untuk mencari informasi pakar tersebut bisa melalui buku, dokter hewan yang bersangkutan, atau referensi-referensi yang ada.
  4. Oke dari sini kita bisa mulai buat aplikasi sistem pakarnya.

Untuk kasus kucing. Kita bisa ambil contoh jenis penyakitnya misalnya ada 3 yaitu

1. Penyakit A

Gejala: G1, G2, G3

Solusi: S1

2. Penyakit B

Gejala: G1, G4, G5

Solusi: S1

3. Penyakit C

Gejala: G1,G3, G5, G6

Solusi: S3

Di atas adalah contoh analogi penyakit, gejala dan solusi. Untuk implementasi sistem pakar bisa juga Anda gunakan seperti itu. Nah Untuk analisa pembahaman logika pada sistemnya. seperti berikut ini:

Analisa cara kerja aplikasi sistem pakar:

Aplikasi sistem pakar

Aplikasi sistem pakar

 

Inti pembuatan program php sistem pakar

1. Membuat database dengan tabel, penyakit, gejala dan solusi ( ini untuk sekedar contoh sederhana), jadi anasilanya menggunakan tiga tabel itu saja dulu. Kara pada sharing ini membahas letak pakar pada sebuah sistem aplikasi php.

2. Buat logika pencarian terhadap penyakit yang di diagnosa berdasarkan inputan yang dilakukan.

Postingan berikutnya

  1. contoh aplikasi sistem pakar sederhana
  2. contoh sistem pakar sederhana
  3. cara membuat sistem pakar berbasis web
  4. contoh aplikasi program sistem pakar menggunakan php
  5. cara membuat aplikasi sistem pakar
  6. belajar membuat sistem pakar php
  7. contoh cara membuat sistem pakar