DFD Sistem Informasi Toko

By , November 6, 2017,

Sistem informasi toko adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola penjualan barang-barang atau produk yang ada di toko.

Mengelola toko dengan aplikasi ini dapat membantu dalam pendataan, pengecekkan dan perencanaan penjualan produk di waktu yang akan datang atau di bulan depanya. Hal ini dapat dilakukan karena pada sistem informasi ini biasanya menghasilkan sebuah laporan penjualan dan juga laporan stok produk yang ada pada toko.

Nah kali ini kita akan bahas bagaiman merancang aplikasi toko dengan cepat dan mudah. Untuk topik kali ini adalah tentang DFD atau data flow diagram sistem informasi toko. Untuk sharing berikutnya  yang akan kita bahas adalah ERD, flowchart serta pengembangan aplikasina, baik berbasis web maupun offiline.

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi toko

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi toko

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi toko

Pada diagram level 0 diatas atau kita kenal dengan diagram konteks user dalam stake holder terdapat 2 user yaitu admin dan kasir. Berbeda dengan aplikasi penjualan dengan pendataan member ada pelanggan sebagai user ke-3.

Admin apliksi toko berperan dalam memasukkan data produk serta dan menerima data produk, data kasir serta data penjualan produkk atau barang toko.

Sedangkan seorang kasir adalah operator penjualan yang menjalan aplikasi untuk proses penjualan produk toko.

DFD level 1 sistem informasi toko

DFD level 1 sistem informasi toko

DFD level 1 sistem informasi toko

Pada DFD level 1 diatas aplikasi dimulai dari login aplikasi. Kemudian admin memasukkan data master seperti data produk serta data kasir.

Selanjutnya user kasir toko juga melakukan login jika ingin melakukan penjualan produk. Proses no 3 merupakan proses inti aplikasi toko. Yang mana data penjualan tersebut mengacu pada proses sebelumnya yaitu data master kasir serta data produk.

Untuk admin berperan sebagai pemantau berjalannya aplikasi menambah data utama serta melihat laporan penjualan barang-barang toko secara depat efektif dan juga efisien. Dengan demikian kegiatan penambahan stok dan penambahan barang baru dapat terkontrol dan terpantau dengan mudah.

Untuk jenis-jenis toko dengan konsep diagram seperti diatas misalnya dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi toko kelontong, toko harian, toko serba ada dan jenis toko penjualan lainya.

 

Postingan berikutnya

  1. DFD aplikasi toko
  2. merancang aplikasi sederhana serta flowchart