Month: November 2015

MYSQL – Query Where Lebih Dari 1

Query Where Lebih Dari 1. Dulu sebelum tahu cara ini tidak sempat terfikir di dalam otak saya apakah bisa menggunakan query di dalam query dalam pemanggilan field tabel pada database. Beriring dengan  berjalannya waktu, selain pemanggilan tabel menggunakan query relasi, baik join, inner join dan joinya yang lainya, ternyata dapat juga menggunakan query where bersarang atau artian lain di dalam query ada where lebih dari satu, bisa 2 (dua), 3 (tiga) dan seterusnya. Nah caranya gimana, simak terus ya.

Berhubung ada beberapa yang menanyakan tentang bagaimana penggunaan query yang didalamnya ada query lagi. Sebelumnya harus diketahui juga fungsi query “WHERE” pada sql adalah menunjukkan fungsi query logika, jika diartikan kedalam bahasa indonesia, maknya adalah dimana atau ketika. Nah jadi untuk menggunakan query where kita harus paham tentng pemanggilan tabel yang bagaimana yang akan kita lakukan.

Query Where Lebih Dari 1

Dalam contoh ini kita asumsikan akan memanggil where dalam where pada studi kasus tabel pemesanan barang. Dimana dalam contoh yang akan kita baha ini tabel yang kita asumsikan yaitu tabel user, tabel produk, dan tabel pemesanan. Untuk lebih jelas contoh tabelnya lihat tabel database dibawah ini.

1. Contoh tabel pemesanan

Contoh tabel pemesanan

Contoh tabel pemesanan

2. Contoh tabel produk

Contoh tabel produk

Contoh tabel produk

3. Contoh tabel user

Contoh tabel user

Contoh tabel user

Nah berdasarkan dari contoh ketiga tabel diatas. Misalkan saja kita ingin menampilkan data nama produk pada tabel produk yang di pesan oleh user tertentu, dimana untuk status nama barang yang akan ditampilkan adalah barang yang statusnya lunas. Oke untuk querynya sebagai berikut:

$sql = "SELECT nama_produk FROM tabel_produk WHERE kd_produk NOT IN (SELECT  * FROM tabel_pemesanan WHERE status = 'belum lunas' AND id_user = '1'"

Pada contoh query diatas terdapat dua query yang fungsinya pada contoh diatas yaitu kita menampilkan nama produk pada tabel produk dimana kd_produk pada tabel pemesanan oleh user tertentu contoh diatas oleh user satu yang belum lunas, berarti yang akan ditampilkan adalah nama produk yang statusnya lunas. Pada contoh di atas kita menggunakan bantuan fungsi logika sql yaitu NOT IN, fungsi logia lain misalnya IN dan yang lainya. Nah pada contoh diatas terdapat dua fungsi WHERE dalam satu query. Untuk penerapan pemanggilan isi tabel database, bisa terdapat lebih dari dua query where yang bisa dilakukan.

Berdasarkan contoh diatas maka hasil yang akan ditampilan yaitu seperti pada gambar tabel berikut ini:

tabel hasil query where

tabel hasil query where

Oke sekian Query Where Lebih Dari 1 semoga dapat memberikan informasi dan membantu semuannya.

Postingan berikutnya

  1. mysql where lebih dari 2

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP. Merupakan sistem pakar yang mampu mendiagnosa jenis penyakit terjadi pada kulit. Selain kemampuan mendiagnosa, sistem pakar ini juga memberikan informasi masalah kulit yang terjadi beserta solusi untuk mengatasi penyakit kulit tersebut.

Kulit adalah merupakan lapisan penutup organ tubuh, Kulit manusia terdiri atas epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

Sistem Pakar Penyakit Kulit PHP

Sistem pakar ini di kembangkan dengan menggunakan database mysql serta berbasis web dan script php. Dan untuk implementasi sistem pakar penyakit kulit ini banyak sekali metode yang dapat digunakan.

Berkonsultasi

Berkonsultasi

Data admin pakar kulit

Data admin pakar kulit

Data user pakar kulit

Data user pakar kulit
Detail konsultasi user

Detail konsultasi user

Page pakar

Page pakar

Register pengguna konsultasi

Register pengguna konsultasi

Visualisasi pencarian data

Visualisasi pencarian data

histori-hasil-konsultasi

histori hasil konsultasi

hasil-konsultasi

hasil konsultasi

Penyakit Kulit

  1. Kanker Kulit
  2. Lupus
  3. Rubeola atau Campak
  4. Jerawat
  5. Hemangioma
  6. Herpes
  7. Psoriasis
  8. Rosacea
  9. Seborrheic Eczema atau eksim
  10. Hives / Urticaria (Gatal Alergi)
  11. Vitiligo
  12. Warts (Kutil)
  13. Necrotizing Fasciitis (Pembengkakan Jaringan Lunak)
  14. Cutaneous Candiasis
  15. Bisul (Carbuncle)
  16. Selulitis (Cellulitis)
  17. Hypohidrosis (tidak berkeringat)
  18. Impetigo
  19. Curtis Laxa
  20. Decubitus Ulcers
  21. Erysipelas
  22. Diaper Rash / biang keringat (Ruam ruam karena Popok)
  23. Dyshidrotic Eczema (Eksim Dishidrotik)
  24. Canker Sore (Sariawan)
  25. Herpes Stomatitis
  26. Fungal Nail Infection
  27. Ichtyosis Vulgaris
  28. Dermatomyositis
  29. Molluscum Contagiosum
  30. Ingrown Nails (Cantengan)
  31. Acrodermatitis
  32. Kista Sebaceous
  33. Seborrheic Keratosis
  34. Penyakit Pilonidal Sinus
  35. Keloid 

Untuk masing-masing penyakit kulit diatas mempunya gejala di setiap penyakitnya. Dari msin-masing gejala yang terjadi sistem akan mendiagnosis dan mencari penyakit mana yang terjadi berdasarkan gejala pada kulit yang terjadi.

Data sistem pakar penyakit kulit

Data yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem pakar diagnosa penyakit kulit yaitu data gejala, data solusi, data user dan juga jenis penyakit kulit.

1. Data user, Data user adalah data tentang pengguna sistem pakar, Untuk data user dalam aspek implementsinya ada dua jenis, yaitu data pengguna sistem pakar, dan juga data admin sistem pakar.

Dalam penggunaan dan fungsinya admin berguna dan bertugas menginput gejala dan juga hal-hal yang berhubungan dengan sistem pakar, misalnya menambah user atau juga memblokir user yang berkonsultasi. Sedangkan untuk user yang kedua atau pengguna sistem pakar atau orang yang ingin berkonsultasi.

2. Data penyakit kulit, Merupakan data yang diolah pada sistem pakar penyakit. Untuk jenis penyakit kulit dan dan gejala ini didapat berdarkan referensi kepakaran atau buku atau catatan medis tentang penyakit kulit.

3. Data gejala

Data gejala merupakan bagian dari data yang diolah. Data gejala ini berhubngan dengan data jenis penyakit kulit. Hubungan kedua data ini yaitu apabila penyakit telah di diagnosis dan memberikan kesimpulan akhir, maka akan memunculkan data penyakit beserta solusi untuk mengatasinya.

Analisa dan perancangan sistem pakar penyakit kulit

Sistem pakar penyakit kulit yang dibagun untuk mendiagnosa penyakit kulit dan cara penyembuhannya. Sistem ini bertujuan membantu user apat mengetahui jenis penyakit yang diderita dan penyembuhannya melalui solusi yang diberikan, serta informasi ramuan obat guna membantu proses penyembuhannya. Data rekomendasi yang
dihasilkan dalam sistem ini dilengkapi dengan jenis penyakit, gejala penyakit dan cara
penyembuahannya sehingga user dapat mengetahui penyakit yang diderita dan cara
pengobatannya. Sistem pakar akan menganalisis jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan agar dapat memperoleh jawaban berdasarkan basis pengetahuan yang terdapat dalam sistem pakar penyakit kulit ini. Sebelum menganalisis jawaban, sistem terlebih dahulu memberikan sejumlah pertanyaan kepada user melalui interface yang di rancang berbasis web tentang gejala penyakit yang diderita. Sistem akan menganalisis
jawaban dari user dengan melakukan proses pelacakan pada basis pengetahuan yang terdapat dalam data database.

Struktur menu

Struktur database

Tampilan Sistem

Referensi sistem pakar penyakit kulit

Beberapa referensi sistem pakar penyakit kulit yang bisa dijadikan acuan untuk merancang sistem pakar ini misalnya: laporan skripsi, thesis disertasi, jurnal dan penelitian-penelitian ilmiah lainya. Berikut ini beberapa referensi tentan penelitan penyakit kulit yang di implementasikan kedalam sistem cerdas:

  1. http://repository.upnyk.ac.id/1965/1/Paryati_edit.pdf
  2. http://eprints.uny.ac.id/2411/
  3. http://eprints.mdp.ac.id/317/
  4. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JFTI/article/view/298
  5. http://eprints.umk.ac.id/1940/1/HALAMAN_JUDUL.pdf
  6. http://jurnal.sttgarut.ac.id/index.php/algoritma/article/viewFile/14/14
  7. http://jumadi.blog.ugm.ac.id/files/2012/05/Evi-Nurfitriani.pdf
  8. http://eprints.upnjatim.ac.id/997/1/File_1.pdf

Aplikasi Audit Sistem Informasi

Aplikasi Audit Sistem Informasi. Audit adalah salah satu tindakan untuk menilai suatu pencapaian atau gold dari target yang dikerjakan. Sistem Informasi merupakan suatu alat atau sarana yang digunakan untuk mengelola informasi agar menjadi suatu data yang bernilai dan berguna. Kaitannya dengan audit sistem informasi adalah suatu cara agar berjalannya sistem informasi dapat sesuai dengan alur yang telah di tentukan, alur yang di maksud yaitu, pencapaian goal apakah sesuai harapan dan kepuasan pengguna atau hanya beberapa persen target yang dituju berhasil cicapai.

Aplikasi Audit Sistem Informasi

Audit dapat dikatakan juga sebagai kegiatan pemeriksaan yang dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi tindakan atau kegiatan, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak artinya penilaian yang dilakukan harus berdasarkan nilai yang real nyata dan kuantitatif, untuk tipe pengaudit disebut juga auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Tujuan Audit atau Evaluasi

Tujuan umum audit atau evaluasi adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran laporan hasil dan tujuan tercapaiannya kegiatan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip- prinsip evaluasi yang telah di tentukan.

Projek Audit sistem Informasi Akademik

Evaluasi dan Audit sistem informasi Akademik

Evaluasi dan Audit sistem informasi Akademik

Diatas adalah salah satu contoh projek-projek tentang audit dan evaluasi yang kami kerjakan.

Beberapa software sistem aplikasi audit dan evelauasi yang kami kembangkan:

  1. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Pegawai
  2. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Dosen
  3. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Guru
  4. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja PNS
  5. Software aplikasi dan Sistem Audit Keuangan (Desa, Sekolah, Kecamatan,Kabupaten, dan provinsi)
  6. Software aplikasi dan Sistem Audit Anggaran Belanja
  7. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi Pendapatan Perusahaan
  8. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi Pemasaran
  9. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi produksi
  10. Software aplikasi dan Sistem Audit Investasi
  11. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Proyek
  12. Software aplikasi dan Sistem  Program pembangunan dan pemberdayaan
  13. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Pembelajaran
  14. dll

Di atas adalah contoh-contoh sistem audit untuk kebutuhan audit lainya Anda dapat menghubungi kami. Dan silahkan konsultasikan, kami akan kembangkan sistem audit sesuai dengan kebutuhan Anda. Hal penting dalam audit dan evaluasi yang lain adalah variabel dan hasil.

1. Variabel Audit

Merupakan variabel atau kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Variabel ini digunakan sebagai dasar penilaian dan aspek pembanding antara kriteria penilaian satu varabel dengan yang lainnya.

Contoh-contoh variabel audit:

  1. Kualitas Sistem
  2. Kualitas informasi
  3. Kualitas layanan
  4. Manfaat
  5. Solutif

2. Hasil audit

Merupakan bagian yang menjadi aspek penting. Hasil audit diharapkan menghasilkan penilaian yang objektif, bukan berdasarkan aspek supjektif tentang suatu penilaian. Dengan Penilaian objektif, maka nilai lebih adil untuk penilaian audit. Dalam beberapa projek yang kami kembangkan, hasil audit dapat berupa perankingan nilai variabel audit, persentase pencapaian, dan penilaian akhir yang bersifat kualitatif dan didasarkan nilai kuantitatif.

 

Aplikasi Audit Sistem Informasi yang kami kembangan menggunakan basis web php. Script ini kami gunakan agar implementasi audit dapat juga dilakukan secara mobile. Meskipun berbasis web, sistem audit ini juga dapat di pasang dalam satu komputer internal dan lokal Saja. Pemesanan sistem audit, informasi harga projek, silahkan hubungi kami.

3 DFD Sistem Informasi Koperasi

DFD Sistem Informasi Koperasi. Sistem informasi yang digunakan pada koperasi adalah merupakan program atau software yang mampu mengelola dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur jalannya aktivitas adminstrasi yang ada pada lembaga koperasi. Jenis-jenis koperasi yang dapat menggunakan aplikasi ini misalnya sistem informasi koperasi simpan pinjam, sistem informasi koperasi perkreditan, sistem informasi koperasi desa, sistem informasi keperasi sekolah, sistem informasi koperasi kantor dan masih banyak lagi jenis-jenis koperasi yang bisa menggunakan software ini.

Selanjutnya sebelumya sudah berbicara program dan aplikasinya, kali ini ada DFD, apa itu DFD, DFD merupakan jalannnya proses sebelum program atau software tersebu dibuat. Nah berikut ini Data Flow Diagram sistem informasi koperasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi koperasi.

Contoh DFD Sistem Informasi Koperasi

DFD Aplikasi Koperasi

DFD Aplikasi Koperasi

DFD Aplikasi Koperasi

DFD Sistem Informasi Koperasi

DFD Sistem Informasi Koperasi

DFD Sistem Informasi Koperasi

DFD Software Koperasi

DFD Software Koperasi

DFD Software Koperasi

DFD Sistem Informasi Koperasi adalah bagian dari cara merancang sistem koperasi. Ini adalah sebagaian dari tahapan analisa sistem yang di antara analisa yang lainya yaitu pembuatan ERD, struktur menu pembuatan frime time pengerjajaan projek. Serta modul laporan dibuat untuk memberikan informasi bagaimana sistem berjalan dan bekerja dan cara menggunakannya.

Data data yang ada dalam erd koperasi yaitu data anggota koperasi, data admin koperasi, data peminjaman, data angsuran, data produk data keuangan dan laporan-laporan kegiatan koperasi.

Postingan berikutnya

  1. contoh dfd koperasi simpan pinjam
  2. dfd simpan pinjam pada koperasi
  3. dfd koperasi simpan pinjam
  4. dfd koperasi
  5. context diagram koperasi

Meranking Baris Pada Tabel Database

Merangking Baris Pada Database. Oke sempat  juga membuat tutorial untuk merangking atau mengurutkan nilai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Saya sebelumnya pernah posting tentang script mengurutkan angka di php. Nah untuk kali ini perankingan yang digunakan langsung melalui query yang ada pada database, caranya seperti apa dan bagaimana, simak terus tutorial ini ya.

Pengalaman

Saya sharing tutorial ini pada awalnya ketika saya ingin membuat dan sebuah pertanyaan yang di ambil dari tabel database. Nah Pertanyaan tersebut dalam tabel database saya, saya beri nama dengan gejala. Jadi yang ingin Saya lakukan adalah memunculkan pertanyaan yang berupa gejala kepada user. Untuk menampilkan pertanyaan ini saya menggunakan tabel gejala yang terhubung ke dalam tabel relasi. Untuk detailnya tabel yang bersangkutan tentang permasalahan ini yaitu tabel gejala, tabel relasi, dan tabel rusak. Jadi yang saya lakukan adalah memanggil tabel relasi.

yang mana didalamnya adalah relasi antara kd gejala dan kd rusak. Selanjutnya hubungannya dengan permasalah perangkingan adalah, Pada tabel ralasi tersebut setiap kd rusak, terdapat beberapa kd gejala misalnya dalam satu tabel relasi tersebut terdapat lebih dari satu kd gejala. Jadi Saya mengingingkan untuk menampilkan jumlah kd gejala terbanyak hingga yang ke terndah, maka dari itu saya merangking baris database, dan menghitungnnya dari yang terbesar hingga yang terkecil kemudian menampilkannya. Untuk menampilkan sendiri saya beri limit satu kd gejala saja.

Asumsi tabel database

Berikut ini beberapa field tabel database, untuk datanya banyak namun yang saya ambil hanya beberapa sebgai contoh analogi saja.

1. Tabel rusak

Tabel Rusak

Tabel Rusak

2. Tabel Gejala

Tabel Gejala

Tabel Gejala

3. Tabel Relasi

Tabel Relasi

Tabel Relasi

Hasil perankingan dengan besar ke kecil dengan limit 1

Ranking dengan Limit

Ranking dengan Limit

Haril perangkingan semua dari besar ke kecil

Ranking besar kecil

Ranking besar kecil

Hasil perangkingan semua data dari kecil ke besar

Ranking Kecil Besar

Ranking Kecil Besar

Untuk script query mysqlnya sebagai berikut:

SELECT kd_gejala FROM relasi GROUP BY kd_gejala ORDER BY count(kd_gejala) DESC LIMIT 1

Nah untuk memodifikasi pengurutan yang dilkaukan tinggal ganti saja DESC dengan ASC. Kalau DESC pengurutan dari yang besar hingga yang kecil, kalau ASC dari besar hingga kecil. Untuk fungsi mysql yang digunakan yaitu saya memanfaatkan fungsi count untuk menghitung field tabel gejala. Nah selanjutnya Saya menggunakan group untuk mengelompokkan berdasarkan kd_gejala yang sama. Oke demikian Merangking Baris Pada Database semoga bisa membantu. Bila ada yang ditanyak seputar script php berupa tutorial atau script lainya silahkan berkomentar.