Month: November 2017

ERD Sistem Informasi Kuesioner

Perancangan database aplikasi kuesioner kali ini sedikit lebih singkat, hal ini di karenakan kontruksi tabel yang terbantuk dari analisis data flow nya tidak begitu kompleks. ERD sistem informasi kuesioner kali ini hanya terdiri dari beberapa tabel saja.

Tabel tabel yang ada pada database aplikasi kuesion ini di jelaskan dalam bentuk entity relationship diagram dan kemudian akan kita terjemahkan ke dalam struktur data yang ada pada tabel beserta field-field yang ada pada setiap tabelnya.

Sebenarnya dalam perancangan analisa program berupa ERD ini, mengacu dan juga terkait dengan DFD aplikasi. Nah untuk DFD aplikasi kuesioner ini dapat di lihat di DFD sistem inforamasi kuesioner.

Oke langsung saja, berikut gambaran ERD yang terbentuk sesuai DFD yang sudah di buat:

ERD sistem informasi Kuesioner

ERD sistem informasi Kuesioner

ERD sistem informasi Kuesioner

Uraian:

Berdasarkan gambar rangkaian entitas pada aplikasi kuesioner diatas terdapat 3 entitas yang saling terhubung dan berelasi. Pada relasi tersebut membentuk keterhubungan berdasarkan konsep dari aplikasi.

Keterhubungan tersebut diantaranya tabel atau entitas pertanyaan terhubung dengan entitas kuesioner. Kemudian entitas pertanyaan terhubung dengan entitas responden. Dan entitas pertanyaan dan responden terhubung dengan jawaban. Nah jawaban inilah yang akan menjadi hasil dari proses atau inti aplikasi kuesioner ini.

Selanjutnya, jika kita lihat gambar di atas kembali, terdapat entitas yang memisahkan diri dari entitas lainya yaitu entitas user. Ya, entitas user tidak terkait dengan proses entitas lain, dengan artian entitas tersebut entitas yang berdiri sendiri tidak terdapat relasi padanya dengan yang lain.

Jika mengacu pada diagram diatas, entitas yang terbentuk adalah sebagai berikut;

  1. User
  2. Responden
  3. Kuesioner
  4. Pertanyaan
  5. jawaban

 

Untuk entitas beserta field yang menyertainya di jelaskan sebagai berikut:

#User

Berisi field:

  1. idUser, beritipe integer dan panjang datanya 11
  2. nama, bertipe varchar dengan panjang data 50
  3. username, bertipe varchar dengan panjang data 25
  4. password, bertipe varchar dengan panjang data 25.

#Responden

Berisi field:

  1. idResponden, bertipe integer dengan panjang data 11
  2. nama, bertipe varchar dengan panjang data 50
  3. bidang, bertipe varchar dengan panjang data 100
  4. jabatan, bertipe varchar dengan panjang data 100
  5. telp, bertipe varchar dengan panjang data 13

#Kuesioner

Berisi field:

  1. idKuesioner, bertipe integer dengan pajang data 11
  2. kuesioner, bertipe varchar dengan panjang data 250

#Pertanyaan

Berisi field:

  1. idTanya, bertipe integer dengan panjang data 11
  2. idKuesioner, bertipe integer dengan panjang data 11
  3. pertanyaan, bertipe varchar dengan panjang 250
  4. pilihan, bertipe text dengan panjang unlimited

#Jawaban

Berisi field:

  1. idJawaban, bertipe integer dengan panjang data 11
  2. idResponden, bertipe integer dengan panjang data 11
  3. idPertanyaan, bertipe integer dengan panjang data 11
  4. jawaban, bertipe text dengan panjang data unlimited

 

catatan: untuk panjang data yang digunakan silahkan sesuaikan dengan kasus masing-masing. Untuk panjang data adalah kebutuhan ruang untuk penyimpanan data berdasarkan jumlah karakter yang ada.

Semoga bermanfaat.

 

Postingan berikutnya

  1. sistem kuesioner web

DFD Sistem Informasi Keusioner

Sistem informasi kuesioner merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengentahui tanggapan dari responden tentang suatu permasalahan atau kasus.

Suatu permasalahan yang di ajukan dengan kuesioner ini akan di hitung berapa rata-rata jawaban dari setiap tanggapan yang diberikan berdasarkan pilihan yang di berikan pada pertanyaan.

Untuk kali ini kuesioner nya berupa lembar verivikasi berbasis web.

Kuesioner di berbagai bidang digunakan untuk proses penelitian dan juga evaluasi. Di dunia pendidikan misalnya seorang mahasiswa mencari tanggapan responden tentang kasus yang sedang di telitinya misal dalam skripsi, thesis dan juga disertasi.

Dalam dunia bisnis, kuesioner berguna untuk mendapatkan informasi konsumen dalam hal respon terhadap produk yang di pasarkan.

Pada instansi pemerintahan misalnya kuesioner digunakan sebagai alat evaluasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap kinerja yang ada pada suatu instansi pemerintahan tersebut.

Itu gambaran dari penggunaan kuesioner yang ada di kehidupan kita  sehari-hari.

Nah kali ini, kita akan bahas tahapan analisa dari perancangan aplikasi kuesioner yaitu berupa DFD atau data flow diagram. oia, sedikit bocoran, aplikasi ini menggunakan pertanyaan otomatis, dan juga pilihan otomatis, sehingga dapat membantu dalam pengelolaan pertanyaan, kuesioner dan juga pilihan yang diberikan.

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Keusioner

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Keusioner

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Keusioner

Terdapat 2 user dalam konteks diagram aplikasi kuesioner lembar verivikasi ini. User tersebut yaitu admin dan juga responden.

Data data yang di kelola dengan aplikasi ini yaitu:

  1. Data admin, merupakan user yang mengelola aplikasi kuesioner
  2. Data responden, user yang mempunyai peran menerima pertanyaan dari kuesioner yang diberikan
  3. Data kuesioner, merupakan data kasus kuesioner atau topik kuesioner
  4. Data pertanyaan, merupakan data pertanyaan yang ada pada masing-masing topik kuesioner yang ada. Untuk pertanyaan ini seperti yang sudah kita singgung di atas, untuk pengelolaannya dapat dilakukan secara otomatis. Yaitu di tambah melalui halaman admin, serta pilihan yang ada pada pertanyaan tersebut. Ini berguna agar aplikasi lebih dinamis.
  5. Data jawaban, Merupakan data jawaban tentang kuesioner yang diberikan oleh aplikasi kepada responden

DFD level 1 Sistem Informasi Keusioner

DFD level 1 Sistem Informasi Keusioner

DFD level 1 Sistem Informasi Keusioner

Melihat gambaran diagram level 1 diatas, langkah-langkah alur data yang ada pada proses aplikasi kusioner sebagai berikut:

  1. Admin melakukan login aplikasi
  2. Admin mengelola data admin
  3. Admin mengelola data kuesioner
  4. Admin mengelola data pertanyaan
  5. Admin mengelola data responden
  6. Admin melihat data hasil kuesioner
  7. Admin melakukan pencetakan laporan

Demikian ulasan mengenai anilisis data pada aplikasi kusioner dengan menggunakan php dan mysql. Untuk basik pemrograman lain secara umum hampir sama. Hanya saja, jika ada fitur atau proses lainya yang ingin di tambahkan, untuk diagram diatas juga perlu penambahan. semoga bermanfaat.

DFD Sistem Informasi Kasir

Sistem Informasi kasir merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola penjualan dan atau pelayanan yang ada pada suatu usaha bidang jual beli atau pelayanan jasa.

Aplikasi kasir biasanya digunakan oleh toko atau usaha yang mempunyai banyak produk atau pelayanan. Untuk contohnya misalkan toko harian, toko baju, toko bangunan, jasa bengkel, jasa service dan masih banyak lagi yang lainya.

Aplikasi sistem informasi kasir memudahkan untuk penghitungan pendapatan serta pencatatan penjualan yang terjadi, baik itu produk maupun jasa seperti yang telah disebutkan di atas.

Untuk membangun software atau aplikasi ini hal yang harus di rancang di antaran aliran dapat pada proses aplikasi. Berikut ulasan mengenai data flow diagram atau DFD nya.

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Kasir

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Kasir

DFD level 0 (konteks diagram) Sistem Informasi Kasir

Secara proses kasir melayani pembeli yang akan membayar produk atau jasa yang di dapatkannya. Seperti yang terlihat pada konteks diagram diatas, user di gambarkan dengan 2 kotak. Kedua user tersebut yaitu admin dan konsumen.

Admin merupakan operator atau yang menjalankan aplikasi kasir. Admin bertugas mengentri produkk atau jasa yang ada. Kemudian memasukkan data aktivitas pembayaran ke dalam aplikasi.

Konsumen pada kasus ini, merupakan user pasif yang hanya memberikan data pembelian saja. Sehinga dari data ini akan di masukkan ke data pembayaran oleh admin aplikasi tadi.

Untuk data pada konteks diagram:

  1. Data admin, merupakan data user login pengguna aplikasi kasir
  2. Data produk, merupakan data yang ada pada toko atau usaha penjualan
  3. Data jasa, merupakan data yang ada pada penyedian usaha jasa atau sejenisnya
  4. Data konsumen merupakan data yang di berikan oleh konsumen kepada admin yang berguna untuk mencetak struk pembayaran

DFD level 1 Sistem Informasi Kasir

DFD level 1 Sistem Informasi Kasir

DFD level 1 Sistem Informasi Kasir

Pada diagram level 1 ini adalah ceriman dari proses yang ada pada aplikasi. Untuk proses yang ada di gambarkan oleh lingkaran yang ada di tengah pada diagram diatas.

Alur prosesnya:

  1. Admin login ke dalam aplikasi
  2. Admin mengelola data admin
  3. Admin mengelola data produk atau jasa yang ada
  4. Admin memasukkan data pembayaran
  5. Admin mencetak laporan
  6. Admin keluar aplikasi

Secara umum gambaran aplikasi kasir dengan proses seperti di atas. Namun untuk pengembangan yang lebih maju lagi, aplikasi kasir dapat juga di kaitkan atau dihubungkan dengan barcode scanner yang lebih memudahkan mengentri data pemebayaran dengan code yang ada pada produk yang dibeli.

Semoga bermanfaat.

Postingan berikutnya

  1. dfd kasir
  2. dfd level 0 dan 1 toko
  3. diagram aplikasi kasir
  4. sistem kasir adalah

DFD Sistem Informasi Pembayaran Listrik

Sistem informasi pembayaran listrik merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembayaran tagihan serta tuggakan listrik.

Pembayaran listrik terkait dengan seberapa banyak listrik yang digunakan oleh pelanggan.

Semakin banyak daya listrik yang digunakan, semakin banyak pula pembayaran yang di tagihkan kepada pelanggan tersebut.

Bagi kamu yang ingin mengembangkan aplikasi pembayaran listrik, baik pasca bayar maupun pra bayar dapat menggunakan aplikasi atau software ini untuk manajemennya.

Fungsinya adalah untuk mengetahui jumlah pembayaran perbulannya, serta jumlah pelanggan yang membayar pada tempat usaha yang menggunakan aplikasi ini.

Dalam perancangan apliksinya berikut ulasan mengenai data flow diagram atau DFD nya:

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pembayaran listrik

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pembayaran listrik

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi pembayaran listrik

Konteks diagram aplikasi pembayaran listrik seperti gambar diatas terlihat 2 user yang terkait dalam sistem. Namun, untuk user pelanggan, lebih kepada user pasif yang hanya memberikan data pembayaran serta data pelanggan ke dalam sistem.

Untuk admin pada sistem pembayaran tagihan listrik ini merupakan user aktif yang melakukan entri data atau memasukkan data ke dalam sistem.

Data tersebut diantaranya data admin, data pembayaran, data tagihan, dan data pelanggan.

Mesikpun user aktif dalam aplikasi ini hanya 1 namun dalam konsep konteks diagram tetap harus di tampilkan user dalam stakeholder yang terkait dalam sistem tersebut.

Melihat pada konteks diagram diatas, “data” merupakan data yang di masukkan ke dalam sistem. Sedangkan “info” merupakan data yang diterima dari sistem.

DFD level 1 sistem informasi pembayaran listrik

DFD level 1 sistem informasi pembayaran listrik

DFD level 1 sistem informasi pembayaran listrik

Untuk aliran tingkat berikutnya yaitu level 1 seperti yang terlihat seperti diatas. Untuk menjalan proses yang ada pada aplikasi pembayaran listrik, admin harus login terlebih dahulu.

Login ini berguna untuk mengamankan proses yang ada pada aplikasi.

Setelah login admin dapat menggunakan fitur yang ada pada aplikasi, misalnya menambahkan data pelanggan, data tagihan, data pembayaran serta mencetak laporan pembayaran ataupun pelanggan.

Untuk alur prosesnya dapat di baca secara berurutan dari atas ke bawah pada lingkaran yang ada pada DFD level 1 diatas.

Kotak sebelah kiri merupakan user sistem pembayaran listrik, lingkaran di tengahnya adalah prosesnya, kotak paling kanan merupakan data yang terbentuk yang nantinya akan menjadi tabel dalam database pembayaran listrik pelanggan. Untuk panah yang mengarah ke lingkaran merupakan data yang di berikan.

Untuk panah yang mengerah ke kotak merupakan data yang di infokan.

 

Beberapa analisa lain terkait apliksi pembayaran listrik seperti ERD, Flowchart akan di bahas di postingan berikutnya. Semoga bermanfaat.

 

Postingan berikutnya

  1. definisi pembayaran listrik berbasis web
  2. souce kode pembayaran listrik php

DFD Sistem Informasi KRS

Sistem informasi KRS merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengisi mata kuliah beserta untuk melihat jadwal serta ruangan yang ada pada suatu proguruan tinggi atau universitas.

Pengisian KRS dilakukan oleh mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah.

Untuk mata kuliah yang disediakan merupakan tugas dosen selaku pengampu mata kuliah yang ada. Sedangkan untuk data ruangan, merupakan tugas administrator untuk menginfokan ke dalam aplikasi mengenai ruang mana saja yang masih tersedia.

Untuk info saja kepanjangan dari KRS apa sih?,, KRS adalah kartu rencana studi. ūüėÄ

Kalau jaman dulu sebelum dunia kampus mengenal aplikasi seperti kebanyakan sekarang ini, pengisian KRS masih menggunakan kertas.

Penggunaan kertas tersebut melewati beberapa proses yang ada pada masing-masing fakultas serta jurusan yang ada. Nah sekarang, jaman semakin canggih, pengisian KRS pun bisa di lakukan dari mana saja, dengan perangkat mobile sekalipun.

Dan fasilitas pengisian KRS secara online pun sudah hampir digunakan di seluruh kampus dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik negeri maupun swasta.

DFD level 0 (konteks diagram) pengisian KRS

DFD level 0 (konteks diagram) pengisian KRS

DFD level 0 (konteks diagram) pengisian KRS

Dalam pengisian KRS secara prosedur biasanya  membutuhkan verifikasi, validasi dari stakeholder yang barkaitan.

Dalam kasus ini stakeholder yang di maksud adalah PA atau pembimbing akademik. Namun jika pada kampus yang tidak membutuhkan verivikasi pembimbing akademik dalam pengisian KRS dapat mengabaikan hal ini.

Untuk kasus lain, biasanya persetujuan dari Pembimbing Akademik adalah untuk memverifikasi dan validasi pengisian KRS yang sebenarnya.

Jika di terapkan dengan konsep DFD ini, user dosen bisa juga bersatatus sekaligus menjadi PA (Pembimbing Akademik). Masalah ini hanya teknis dari data yang ada pada aplikasi.

Oke, kembali ke konteks diagram diatas,

Untuk user terdapat 3  beserta proses data yang ada pada user tersebut yaitu:

  1. Admin, operator yang bertugas untuk mengatus jalannya aplikasi pengisian KRS secara otomatis. Dan data yang di masukkan adalah data ruangan, mata kuliah, serta data user. Untuk admin dapat melihat semua data yang ada pada aplikasi, terutama data master.
  2. Dosen merupakan pengajar yang bertugas memasukkan nilai, serta jadwal yang tersedia. Untuk informasi yang di terima berupa data ruangan, data mata kuliah, serta data mahasiswa
  3. Selanjutnya adalah mahasiswa, mahasiswa merupakan user yang melakukan pengisian KRS pada aplikasi. Mahasiswa mengisi kars berdasarkan data matakuliah yang di sediakan, dosen yang ada serta ruangan.

Dan untuk validasi pengisian biasanya menggunakan nilai yang ada pada indeks prestasi (IP)  atau juga indeks prestasi komulatif (IPK). Tergantung dari masing-masing kampus.

DFD level 1 pengisian KRS

DFD level 1 pengisian KRS

DFD level 1 pengisian KRS

Sesuai dengan judul yang kita buat, sharing kali ini berupa sistem aplikasi pengisian KRS. Jadi proses inti KRS yang terbentuk. Namun jika ini di kembangkan menjadi sistem informasi akademik, maka proses akan menjadi bertambah.

Misalkan saja terdapat beberapa proses lagi, selain nomor 3 diatas, yaitu penilaian, dan sebagainya.

Nah demikian sharing kali ni, semoga membantu dan bermanfaat. Jangan lupa berkomentar jika ingin sharing atau ada hal yang ingin di tanyakan.

 

Postingan berikutnya

  1. contoh dfd level 1 krs mahasiswa
  2. dfd level 0 krs
  3. dfd sistem krs
  4. diagram konteks krs
  5. diagram level 0 krs

DFD Sistem Informasi Kearsipan

Sistem Informasi Kearsipan merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola arsip.

Untuk projek sebelum ini yang pernah saya kembangkan adalah aplikasi pencarian arsip serta aplikasi penyimpanan arsip. Untuk aplikasi penyimpanan arsip ini di masukkan ke dalam aplikasi penggabungan dari beberapa konsep digitalisasi penyimpanan dokumen. Dan aplikasi tersebut namanya adalah e-dokumentasi.

Nah untuk sharing analisa dan perancangan kali ini, analisis data flow diagram yang akan di ulas adalah mengenai DFD sistem informasi kearsipan.

Sistem informasi ke arsipan ini berguna untuk manajemen arsip baik dari segi penyimpanan, pencarian, pengelompokkan atau pengklasifikasian dan juga pengelolaan lainya terkait dengan ke arsipan.

Untuk pengelolaan kearsipan ini biasanya di lakukan di perkantoran atau instansi pemerintah, perusahan-perusahaan dan juga bidang usaha yang mempunya keterkaitan dengan penyimpanan dan penggunaan data yang sangat banyak.

DFD level 0 (konteks diagram) sistem informasi kearsipan

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi kearsipan

DFD level 0 konteks diagram sistem informasi kearsipan

Melihat pada diagram diatas, analisis ini di kembangkan untuk aplikasi arsip dengan 2 user sebagai pengguna aplikasi. Ke-2 user tersebut beserta fungsi dan tugasnya sebagai berikut:

  1. Administrator, merupakan user yang mempunyai tugas mengelola  seluruh proses aliran data yang ada pada aplikasi kearsipan. Namun untuk lebih utamanya adalah dalam penanganan data master yang ada pada aplikasi arsip.
  2. Admin bidang, merupakan admin bidang dalam kasus lain bisa berupa admin divisi atau lainya. Admin ini mempunya untuk memasukkan data arsip setiap masing-masing bidang atau divisi. Ini lebih memudahkan dan membantu  instansi atau perusahaan seandainya perusahaan mempunyai banyak bidang atau divisi. Sekalipun divisi tersebut berbeda ruangan atau gedung, pengelolaan arsip ini tetap fleksibel dan mudah.

Data-data:

Data data yang ada pada aplikasi sistem arsip ini, sebagai berikut:

  1. Data administrator, merupakan data user login administrator
  2. Data admin bidang, merupakan data user login admin bidang atau divisi
  3. Data bidang, merupakan data bidang yang ada pada instansi atau perusahaan
  4. Data klasifikasi, merupakan data pengelompokkan jenis arsip misalnya berupa arsip video, teks pdf, suara dan file digital lainya
  5. Data arsip, merupakan data arsip yang di simpan ke dalam aplikasi
  6. Data Lokasi, merupakan data lokasi di mana data arsip di simpan guna mempermudah mencari dan menemukan arsip jika suatu saat akan digunakan kembali untuk kebutuhan yang lainya.

DFD level 1 sistem informasi kearsipan

DFD level 1 sistem informasi kearsipan

DFD level 1 sistem informasi kearsipan

Diatas merupakan gambaran penjabaran proses yang ada pada sistem arsip. Untuk kotak sebelah kiri terdapat 2 kotak, kotak tersebut merupakan identifikasi bahwa user  yang menggunakan aplikasi terdapat 2 user.

Untuk lingkaran di tengah-tengah tersebut merupakan  proses yang ada pada sistem atau aplikasi.

Kemudian terdapat kota kota sebelah lingkaran merupakan data yang di hasilkan dari proses pada sistem arsip. Kota tersebut nantinya akan menjadi tabel pada database aplikasi yang akan di rancang.

Untuk proses secara berurutan di mulai dari atas ke bawah pada lingkaran tersebut.

Dan yang terakhir proses inti pada aplikasi ini di tunjukkan pada no 3 yaitu kearsipan. Proses ini merupakan proses pengelolaan arsip dalam aplikasi. Dan output yang akan di hasilkan yaitu pada proses no 4 yang berupa laporan. Demikian