Sistem Informasi

Sistem Informasi Logistik Internal Perpusahaan

Aplikasi sistem informasi logistik internal perusahaan adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola logistik yang dibutuhkan oleh internal atau dalam ruang lingkup suatu perusahaan. Aplikasi ini berbeda dengan yang pernah kita pos sebelumnya mengenai aplikasi logistik. Jika sistem informasi logistik sebelumnya kaitannya dengan  pengiriman atau jasa pengiriman barang, namun untuk logistik internal ini lebih ke pengiriman penerimaan barang internal perusahaan.

Perusahaan yang menggunakan aplikasi logistik ini yaitu perusahaan yang berhubungan dengan pihak vendor atau luar sebagai penyuplai bahan baku dari proses produksi perusahaan. Contoh-contoh perusahaan yang menggunakan aplikasi ini yaitu: perusahaan produsen beton, perusahaan mixing dan perusahaan bertipe olahan yang menggunakan bahan baku dari luar perusahaan.

Pada implementasi aplikasi ini yaitu perusahaan beton, yang mana  perusahaan beton ini terdiri dari beberapa divisi pengolah produk perusahaan. Untuk detailnya sebagai berikut:

Aplikasi logistik internal perusahaan

Login aplikasi logistik internal perusahaan

Login aplikasi logistik internal perusahaan

Login aplikasi logistik internal perusahaan

 

Dashboard aplikasi logistik internal perusahaan

Dashboard aplikasi logistik internal perusahaan

Dashboard aplikasi logistik internal perusahaan

 

Admin aplikasi logistik internal perusahaan

Admin aplikasi logistik internal perusahaan

Admin aplikasi logistik internal perusahaan

 

Divisi aplikasi logistik internal perusahaan

Divisi aplikasi logistik internal perusahaan

Divisi aplikasi logistik internal perusahaan

 

Supplier aplikasi logistik internal perusahaan

Supplier aplikasi logistik internal perusahaan

Supplier aplikasi logistik internal perusahaan

 

Barang aplikasi logistik internal perusahaan

Barang aplikasi logistik internal perusahaan

Barang aplikasi logistik internal perusahaan

 

Permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

Permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

Permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

 

Pengiriman aplikasi logistik internal perusahaan

Pengiriman aplikasi logistik internal perusahaan

Pengiriman aplikasi logistik internal perusahaan

 

Laporan aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan aplikasi logistik internal perusahaan

 

Laporan supplier aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan supplier aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan supplier aplikasi logistik internal perusahaan

 

Laporan permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

Laporan permintaan aplikasi logistik internal perusahaan

 

Dashboard admin lapangan logistik internal perusahaan

Dashboard admin lapangan logistik internal perusahaan

Dashboard admin lapangan logistik internal perusahaan

 

Profil aplikasi logistik internal perusahaan

Profil aplikasi logistik internal perusahaan

Profil aplikasi logistik internal perusahaan

 

Analisa dan perancangan aplikasi

Flowchart

DFD

ERD

 

Sistem Informasi Manajemen Ruang Kelas

Sistem Informasi manajemen ruang kelas adalah sebuah aplikasi yang digunaan untuk mengelola dan mengatur penggunaan ruang kelas. Adanya ruang kelas yang banyak membuat pengelolaan kelas perlu dilakukan. Terlebih lagi jik kelas-kelas yang digunakan bermodel peminjaman atau tidak tetap pengguaannya.

Untuk mengelola dan mengatur ruang kelas yang banyak tersebut perlu adanya sebuah sistem, sistem yang di rancang mampu mengatu penggunaan kelas secara otomatis. Seorang admin hanya perlu mengentri data saja yang perlukan berkaitan dengan kelas-kelas yang akan digunakan.

Bagian penting dari sebuah sistem informasi manajemen ruang kelas adalah adanya output yang dihasilkan berupa laporan dari penggunaan kelas tersebut. Dengan demikian pengelola tidak perlu bersusah payah merekap data penggunaanya yang sangat banyak.

Ruang kelas yang biasa memakai sistem informasi ini misalnya ruang kelas sekolah, ruang kelas kampus, ruang kelas laboatorium, ruang kelas kursus dan kelas lainya.

Aplikasi sistem informasi ruang kelas

Login sistem informasi ruang kelas

Login sistem informasi ruang kelas

 

Ini adalah halaman awal sebelum pengguna atau pengelola dapat menggunakan sistem. Sistem di kunci menggunakan username dan password yang terdaftar pada akun masing-masing pengelola. Dengan akun tersebutlah pengelola dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada aplikasi.

Dashboard sistem informasi ruang kelas

Dashboard sistem informasi ruang kelas

Dashboard sistem informasi ruang kelas

dashboard adalah halaman depan dari aplikasi setelah pengelola masuk atau login kedalam sistem. Untuk Tampilan ini pengguna di berikan informasi mengenai penggunaan aplikasi.  Untuk pengembangan lebih lanjut dapat juga pada tampilan depan ini diberikan data grafik, data statiskin sebagai informasi singkat untuk pengelola.

Menu pengelola

Fitur menu yang berfungsi untuk mengelola akun pengelola aplikasi. Untuk akun pengelola dapat ditambahkan secara otomatis, di edit, dan juga di hapus. Untuk pengelola dalam aplikasi ini dapat kita masukkan sebagai user dengan level administrator. Sehingga user tersebut dapat mengelola seluruh konten menu aplikasi yang ada pada sistem.

Menu Kelas

Menu kelas digunakan untuk mendata seluruh ruang kelas yang akan digunakan untuk peminjaman atau pemaakaian. Data ruang kelas ini meliputi data informasi mengenai kelas misalnya penangngung jawab, isi dalam ruangan kelas meliputi kursi, alat-alat dan barang lainya, beserta jumlah yang ada. Dengan demikian inventaris peralatan dan barang juga terkelola dengan baik dalam aplikasi pada setiap kelasnya. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, misalnya kehilangan dan kerusakan.

Menu pemakaian

Menu pemakaian adalah menu utama yang berfungsi untuk mengatur pemakaian atau penggunaan kelas. Pada menu ini, admin atau pengelola menambahkan data pemakaian kelas beserta informasi pemakai kelas. Data ini nantinya akan berkaitan dengan output akhir laporan pemakaian kelas.

Menu  laporan

Menu laporan merupakan menu yang digunakan untuk mencetak laporan. Laporan berupa pdf dapat langsung di print dan juga bisa juga di download untuk disimpan. Laporan yang di cetak dapat ditentukan secara otomatis tergantung dari kemauan pengelola misalkan saja pertanggal tertentu hingga tanggal berikutnya. Dengan demikian laporan dapat dengan mudah di buat tanpa perlu merepotkan pengelola lagi.

 

Hal-hal yang terkait dengan aplikasi sistem atau program manajemen ruang kelas ini misalnya dalam analisis menggunakan DFD, rancangan database menggunakan ERD, alur proses menggunakan flowchart dan juga konteks diagram. Untuk pengembangan aplikasi berbasis php mysql serta beberapa framework yang di dukung yaitu yii, laravel, ci (codeigniter).

Analisa dan Perancanan sistem informasi manajemen ruang kelas

DFD (data flow diagram)

1. DFD level 0 / konteks diagram

DFD level 0 atau DFD (data flow diagram) sistem informasi manajemen ruang kelas

DFD level 0 atau DFD (data flow diagram) sistem informasi manajemen ruang kelas

2. DFD level 1

ERD (entity relationship diagram)

ERD (entity relationship diagram) sistem informasi manajemen ruang kelas

ERD (entity relationship diagram) sistem informasi manajemen ruang kelas

Struktur database

Database aplikasi ini menggunakan database mysql dengan susunan tabel yang ada pada database terdapat 3 tabel. Tabel-tabel databasenya beserta detail field dan juga panjang datanya sebagai berikut:

Nama database: si_kelas (bisa pakai nama yang lain)

Tabel 1: User

  1. idUser (int,11)
  2. username (varchar,30)
  3. password (varchar,30)
  4. nama (varchar,50)
  5. telp (varchar,13)
  6. alamat (text)

Tabel 2: kelas

  1. idKelas (int,11)
  2. kelas (varchar,20)
  3. ketKelas (text)

Tabel 3: pemakaian

  1. idPakai (int,11)
  2. tglPakai (date)
  3. pemakai (text)
  4. ketPakai (text)

 

Demikian analisis aplikasi dan juga apliksi sistem informasi manajemen ruang kelas, untuk mendapatkan aplikasi dan detail analisisnya dapat menghubungi sistemphp.com

Postingan berikutnya

  1. aplikasi manajemen ruang
  2. source code peminjaman ruangan
  3. source code pinjam ruang

Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pada Perbankan

Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pada Perbankan

Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pada Perbankan /gambar:freepik

Perbangkan atau lembaga pengelola keuangan membutuhkan pengelolaan dan manajemen yang baik. Sistem informasi merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan tersebut. Manajemen perbankan membutuhkan pengelolaan yang sedikit memakan waktu. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan tentang masalah perbankan.

Beberapa sistem informasi yang bisa di pakai bank

  1. Sistem informasi nasabah manajemen nasabah baru, memungkinkan pihak bank untuk mengelola nasabah baru yang baru melakukan registrasi atau pembukaan rekening pada bank. Keuntungan dari penggunaan ini pihak bank dapat mengetahui perkembangan dengan melihat data register perjangka waktu tertentu.
  2. Sistem informasi peminjaman kredit perbankan, merupakan sistem informasi yang bisa di pakai untuk melakukan pengelolaan kredit dan peminjaman dana yang diberikan oleh bank kepada nasabah. Dengan demikian data dapat di pantau oleh pihak bank dengan sistem independen bank untuk menghindari kesalahan pada sistem utama.
  3. Sistem informasi marketing perbankan, untuk terus mengembangkan dan memperluas pangsa pasar perlu adanya pengelolaan marketing yang baik. Dengan sistem ini pihak bank dapat melihat data potensi pemasaran secara realtime melalui tampilan geografis sistem informasi marketing ini.
  4. Sistem informasi manajemen pelayanan bank, untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan, selain marketing dan pemasaran, hal yang tidak boleh ketinggalan adalah manajemen pelayanan yang diberikan kepada nasabah. Pengelolaan nasabah ini, memungkinkan bank dapat memantau pelayanan apa saja yang terbaik diberikan kepada nasabah dan bagaimana dengan respon nasabah terhadap pelayanan yang diberikan.
  5. Sistem informasi pengaduan nasabah, sistem informasi yang berguna untuk menerima pengaduan atau keluhan nasabah atas pelayanan yang diberikan. Pengaduan bertujuan untuk meningkatkan mutu dan integritas dari pelayanan yang dilakukan oleh karyawan bank.
  6. Sistem informasi evaluasi karyawan, sistem informasi yang berfungsi untuk menjadikan kinerja karyawan lebih baik. Dengan sistem ini bank menjadi lebih mudah untuk memberikan dan memantau kinerja karwayan. Dengan demikian bank dapat memberikan reward dan punishment terhadap karyawan yang berprestasi dan karyawan yang melakukan kesalahan

2 Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembankan sistem informasi perbankan

  1. Infrastruktur, infrastruktur merupakan landasan untuk menunjang pengembangan sistem informasi yang akan dibangun. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan kualitas dari sistem informasi. Salah satu pengaruh infrastruktur adalah apabila pengembangan sistem informasi sudah di kembangkan dengan baik namun tidak didukung dengan peralatan yang memadai, akan juga mengganggu berjalannya sistem yang telah dibuat. Kendala tersebut misalnya, server yang lemah, jaringan yang kurang memadai, kapasitas server rendah. Hal tersebut dapat menjadi pengaruh yang sangat signifikan terhadap sistem yang digunakan
  2. Sumber daya manusia, sumber daya manusia bagian yang terkait dengan berjalannya sistem informasi yang di kembankan baik itu di bank swasta maupun di bank nasional. Untuk mendukung berjalannya sistem agar berpengaruh terhadap kinerja maka perlu adanya pelatihan dan bimbingan teknis untuk penggunaan sistem yang telah ada. Dengan demikian sistem dapat dijalankan sebagaimana mestinya.
  3. Anggaran dan kebutuhan, kebutuhan akan penggunaan sistem informasi seharusnya didasarkan pada urgensi kebutuhan seberapa penting sistem tersebut berpengaruh terhadap kinerja perbankan. Dengan anggaran yang ada penggunaan sistem dan pengembangnnya dilakukan sesuai kebutuhan. Dengan demikian pihak perbankan tidak membangun sistem yang tidak ada gunannya.

 

Beberapa alasan perlu mengembangkan sistem informasi di perbankan adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas. Yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan profit dari bank itu sendiri. Pekerjaan menjadi lebih otomatis, berjalan dengan sistematis dan terukur. Demikian.  Untuk pemesana aplikasi dapat menghubungi kami lebih lanjut.

Postingan berikutnya

  1. DFD untuk perbankan

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi / industryweek.com

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi – Manajemen dalam organisasi penting dilakukan. Suatu organisasi dapat berjalan dengan baik dengan adanya manajemen yang benar. Manajemen yang baik salah satunya adalah dengan menggunakan sistem informasi serta di dukung sumber daya manusia yang baik dalam menjalankkanya.

Salah satu penerapan sistem informasi manajemen dalam organisasi adalah dalam mengelola administrasi yang ada dalam organisasi tersebut, misalnya  pengelolaan keuangan, pengelolaan anggota, pengelollan cabang dan aspek – aspek penting lainya dalam sebuah organisasi.

Di indonesia khsusnya organisasi sangat banyak, mulai dari organisasi masayarakat, organisasi pemerintah dan Lembaga swadaya lainya. Peran sumber daya yang baik adalah faktor utama penunjang organisasi-organisasi tersebut maju dan bekembang.

Peran Sistem Informasi dalam Organisasi

Berdasarkan penerapan dan fungsinya SIM organisasi ini mempunyai beberapa manfaat yang dapat dirasakan misalnya:

1.Berperan dalam Transparansi, merupakan keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan atau organisasi.
2.Berperan dalam kemandirian, merupakan suatu keadaan di mana perusahaan atau organisasi dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak mana pun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat.
3. Berperan dalam akuntabilitas, merupakan  kejelasan fungsi, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban organ perusahaan atau organisasi  sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif 4. pertanggungjawaban adalah kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan atau organisasi terhadap  peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat;
4. Berperan dalam kewajaran, merupakan keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak  pemangku kepentingan(stakeholder) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan

Faktor Keberhasilan SIM dalam Organisasi

  1. Keterlibatan pengguna, Keterlibatan pengguna merupakan interaksi agar SIM ini dapat berjalan dengan SOP yang ada. Pengguna yang tidak berpartisipasi akan merasa asing dengan adanya perkembangan yang ada.
  2. Dukungan pimpinan (manajemen eksekutif), merupakan peran penting agar SIM dapat di terapkan dari mulai tingkat atas hingga jenjang yang ada di bawahnya. Intervensi pimpinan merupakan cara strategis untuk mengimplementasikan SIM.
  3. Kejelasan pernyataan kebutuhan, Pengembangan SIM layaknya harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Tidak jelasnya kebutuhan akan SIM membuat sim tidak berjalan pada pengimplementasiannya.
  4. Perencanaan yang tepat, perencanaan harus benar dan tidak hanya mewakili sisi emosional saja. Kesalanan perencanaan membaut SIM Tidak sesuai dengan kebutuhan.
  5. Harapan yang realistis, harapan ini adalah faktor emosional yang selalu menggebu dengan adanya SIM, pengadaaan pengembangan apliaksi SIM pada organisasi layaknya di sikapi dengan kondisi yang ada pada organisasi yang ada.

Demikian beberapa faktor ulasan singkat mengenai sim dal faktor keberhasilan dalam implementasi SIM dalam organisasi.

sumber:

  1. Penelitian (Naomi A.Simanjuntak, Moh. Nor Habibi, Prima Ferdiansyah, Achmad Geovani A.M, Sistem informasi, Organisasi dan Proses Administrasi Publik)

Masalah yang Menyebabkan Sistem Informasi Berhasil atau Gagal

Masalah yang Menyebabkan Sistem Informasi Berhasil atau Gagal

Masalah yang Menyebabkan Sistem Informasi Berhasil atau Gagal / gambar:worldofdtcmarketing.com

Masalah yang Menyebabkan Sistem Informasi Berhasil atau Gagal – Perancangan dan pembangunan sebuah sistem informasi pada sebuah perusahaan atau organisasi dapat mengalami kegagalan dan keberhasilan. Kegagalan dan keberhasilan tersebut di perngaruhi banyak aspek. Aspek tersebut bisa karena aspek human error atau sumber daya manusia dan juga faktor dari kesalahan dalam perancangan sistem informasi.

Sistem informasi Berhasil

Sistem informasi di katakan berhasil dalam pengemimplementasiannya jika memenuhi beberapa faktor yang diungkapkan di bawah ini:

Faktor penentu kesuksesan sistem informasi

1. Kualitas Sistem (Sistem Quality), Untuk kualitas sistem beberapa aspek yang ada di dalamnya yaitu:

  • Akurasi Data (Data Accuracy)
  • Kekinian Data (Data Currency)
  • Isi-isi Basis Data (Database Contents)
  • Kemudahan Penggunaan (Ease Of Use)
  • Kemudahan Dipelajari (Ease Of Learning)
  • Kenyamanan Akses (Convinience Of Access)
  • Faktor Manusia (Human Factor)
  • Integrasi dari Sistem-sistem (Integration Of Sistems)
  • Realisasi dari kebutuhan-kebutuhan pemakai (Realization Of User Requirements)
  • Kegunaan fitur-fitur dan fungsi-fungsi sistem (Userfulness Of Sistem Features and Functions)
  • Akurasi Sistem (Sistem Accuracy)
  • Keluwesan Sistem (Sistem Flexibility)
  • Keandalan Sistem (Sistem Reliability)
  • Kecanggihan Sistem (Sistem Sophistication)
  • Pemanfaatan Sumber-sumber Daya (Resources Utilization)
  • Waktu Respon (Response Time)
  • Waktu Pembalikan (Turnaround Time)

2. Kualitas Informasi (Information Quality), Untuk kualitas informasi beberapa aspek yang ada di dalamnya yaitu:

  • Kepentingan (Importance)
  • Relevan (Relevance)
  • Kegunaan (Usefulness)
  • Keinformatifan (Informativeness)
  • Kegunaan (Usableness)
  • Kepahaman (Understandability)
  • Keterbacaan (Readability)
  • Kejelasan (Clarity)
  • Bentuk (Format)
  • Wujud (Appearance)
  • Isi (Content)
  • Akurasi (Accuracy)
  • Presisi (Precision)
  • Ketepatan (Conciseness)
  • Keandalan (Reliability)
  • Kekinian (Currency)
  • Ketepatwaktuan (Timeliness)
  • Keunikan (Uniqueness)
  • Komparabilitas (Comparability)
  • Kekuantitasan (Quantitativeness)
  • Kebebasan dari bias (Freedom From Bias)

3. Penggunaan (Use), Untuk penggunaan beberapa aspek yang ada di dalamnya yaitu:

  • Banyaknya penggunaan/ durasi penggunaan (Amount Of Use/ Duration Of
  • Use)
  • Jumlah pencarian-pencarian (Number Of Inquiries)
  • Lama Waktu Koneksi (Amount Of Connect Time)
  • Jumlah Fungsi-fungsi Digunakan (Number Of Functions Used)
  • Jumlah Record Diakses (Number Of Records Accessed)
  • Frekuensi Dari Akses (Frequency Of Access)
  • Frekuensi Dari Laporan-laporan Diminta ( Frequency Of Reports Request)
  • Jumlah Laporan-laporan Dihasilkan (Number Of Reports Generated)
  • Pembebanan Penggunaan Sistem (Charges For Sistems Use)
  • Kerutinan Penggunaan (Regularity Of Use)
  • Digunakan Oleh Siapa? Penggunaan Langsung atau tidak? (Used By Whom?
  • Direct vsChauffeured Of Use?)
  • Penggunaan Binary: Digunakan Lawan atau Tidak Digunakan (Binary Use:
  • Use vs.Nonuse)
  • Kenyataan Lawan Penggunaan Dilaporkan (Actual vs. Reported Use)
  • Sifat dari Penggunaan: (Nature Of Use : ), meliputi:

1. Digunakan Untuk Maksud Dinginkan (Use For Intended Purpose)
2. Ketepatan Penggunaan (Appropriate Use)
3. Tipe Informasi (Type Of Information)
4. Maksud Penggunaan (Purpose Of Use)

  • Tingkat Penggunaan: Umum Lawan Spesifik (Levels Of Use:General vs.
  • Specific)
  • Pengulangan Penggunaan (Recurring Use)
  • Institusionalisasi/ Kerutinan Penggunaan (Institutionalization/ Routination Of
  • Use)
  • Laporan Penerimaan (Report Acceptance)
  • Persentase Penggunaan Lawan Kesempatan Untuk Menggunakan (Percentage
  • Used vs. Opportunity For Use)
  • Kesukarelaan Penggunaan (Voluntariness Of Use)
  • Motivasi Penggunaan (Motivation ToUse)

4. Kepuasan Pemakai (User Satisfaction), yang termasuk kedalam kepuasan pemakai yaitu:

  • Kepuasan dengan Kekhususan (Satisfaction With Specifics)
  • Kepuasann Menyeluruh (Overall Satisfaction)
  • Pengukuran Item-Tunggal (Single-Item Measure)
  • Pengukuran Item-Banyak (Multi-Item Measure)
  • Kepuasan Informasi:Perbedaan Antara Informasi Dibutuhkan Dengan Yang Diterima (Information Satisfaction:Difference Between Information
  • Needed And Received)
  • Kesenangan (Enjoyment)
  • Kepuasan Perangkat Lunak (Software Satisfaction)
  • Kepuasan Pengambilan-Keputusan (Decision-Making Satisfaction)

5. Dampak Individual (Individual Impact), yang termasuk dalam dampat individual meliputi:

  • Pemahaman Informasi (Information Understanding)
  • Pembelajaran (Learning)
  • Akurasi Interpretasi (Accurate Interpretation)
  • Kesadaran Informasi (Information Awareness)
  • Pengambilan Informasi (Information Recall)
  • Identifikasi Masalah (Problem Identification)
  • Efektivitas Keputusan (Decision Effectivreness), meliputi:

1. Kualitas Keputusan (Decision Quality)
2. Peningkatan Analisis Keputusan (Improved Decision Analysis)
3. Kebenaran Keputusan (Correctness Of Decision)
4. Waktu Untuk Membuat Keputusan (Time To Make Decision)
5. Keyakinan Di Keputusan (Confidence In Decision)
6. Partisipasi-partisipasi Pengambilan Keputusan (Decision-Making Participations)

  • Peningkatan Produktivitas Individual (Improved Individual Productivity)
  • Perubahan di Keputusan (Change In Decision)
  • Penyebab-penyebab tindakan Manajemen (Causes Management Action)
  • Kekuasaan atau pengaruh individual (Individual Power Or Influence)
  • Kinerja Tugas (Task Performance)
  • Kualitas Rencana-rencana (Quality Of Plans)
  • Valuasi Personal dari SI (Personal Valuation Of IS)
  • Kerelaan Untuk Membayar Informasi (Willingness To Pay For Information)

6. Dampak Organisasi (Organization Impact), yang meliputi dampak organisasi:

  • Portofolio Aplikasi : (Application Portfolio :  ) meliputi:

1. Jangkauan dan Lingkup Aplikasi-aplikasi (Range & and Scope Of Applications)
2. Jumlah dari Aplikasi-aplikasi Kritikal (Number Of Critical Applications)

  • Pengurangan Biaya-biaya Operasi (Operating Costs Reduction)
  • Pengurangan Staff (Staff Reduction)
  • Keseluruhan Keuntungan-keuntungan Produktivitas (Overall Productivity Gains)
  • Peningkatan Pendapatan-pendapatan (Increased Revenues)
  • Peningkatan Penjualan-penjualan (Increased Sales)
  • Peningkatan Pangsa Pasar (Increased Market Share)
  • Peningkatan Laba (Increased Profits)
  • Return Pada Investasi (Return Of Investment)
  • Return Pada Aktiva-aktiva (Return Of Assets)
  • Rasio Pendapatan Bersih Terhadap Pengeluaran-pengeluaran Operasi (Ratio
  • Of Net Income To Operating Expense)
  • Rasio Biaya/ Manfaat (Cost/ Benefit Ratio)
  • Harga Saham (Stock Price)
  • Peningkatan Volume Pekerjaan (Increased Work Volume)
  • Kualitas Produk (Product Quality)
  • Kontribusi di Pencapaian Tujuan-tujuan (Contribution In Achieveing Goals)
  • Efektivitas Pelayanan (Service Effectiveness)

menurut jurnal (Novita Mariana, 2006, Pengukur-Pengukur Kesuksesan Sistem Informasi Eksekutif)

Sistem Informasi Gagal

Sistem informasi dikatakan gagal jika berikut ini terjadi:

1. Perencanaan sistem informasi yang tidak matang dan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan

Perencanaan dan implementasi sistem informasi yang tidak matang akan berdampak terhadap kinerja perusahaan dan sebaiknya  seharusnya berejalan dengan tujuan dan komponen komponen yang telah ditetapkan. Sistem dikatakan gagal karena tidak mampu mencapai tujuan perusahaan dan perusahaan mengalami kerugian yang besar dalam merencanakan dan merancang sistem informasi.

2. Kurangnya dukungan dan partisipasi dari manajemen Pusahaan

Dengan kata lain, kurangnya komitmen manajemen puncak atau pimpinan untuk terlibat lebih jauh dalam proyek mengakibatkan penerapan sistem informasi dan juga pengimplementasiannya dalam perusahaan. Kebanyakan perusahaan berpikir bahwa pembuatan sistem informasi adalah tugas dan kewajiban pihak teknologi informasi. Sehingga bila terjadi ketidaksesuaian sistem informasi yang ada dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, maka hal tersebut merupakan kesalahan dan tanggung jawab pihak teknologi informasi. Seharusnya pihak perusahaan sebagai pihak pengguna juga memiliki tugas, kewajiban dan tanggung jawab dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi.

3. Karyawan tidak mengetahui sistem informasi

Kemampuan karyawan atau staff didalam menggunakan sistem informasi karena kurangnnya sosialisasi sistem tersebut, sehingga berdampak menurunnya performance pada karyawan dan kinerja perusahaan.

4. Kurangnya personil yang handal

Pengembangan teknologi sistem informasi yang semakin canggih masih belum diimbangi dengan dukungan nyata dari perusahaan. Perusahaan masih belum mempunyai orang-orang yang handal untuk mengatasi permasalahan sistem informasi yang terjadi. Selain itu, kerumitan sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan menjadi bertolakbelakang jika tidak didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dalam tahapan implementasinya. Hal ini sering terjadi terutama pada perusahaan yang pengetahuan teknologi informasinya rendah.  Jika pengembangan sistem informasi diserahkan pada orang-orang yang kurang berkompeten dibidangnya maka akan berakibat fatal bagi perusahaan ketika sistem tersebut telah diterapkan.

Aspek Umum Yang memengaruhi sistem informasi gagal atau berhasil

Berikut ini gambaran umum penyebab sistem informasi tidak dapat berjalan dengan maksimal atau gagal dan juga bagaimana sistem informasi itu bisa berhasil dengan baik:

  1. Infrastruktur
  2. Koordinasi
  3. Sumber Daya Manusia
  4. Kesadaran Organisasi
  5. Penyediaan Akses Informasi melalui Teknologi Informasi

sumber:

  1. Penelitian (Dr. Ir. Arif imam suroso, msc, faktor kesuksesan dan kegagalan implementasi sistem informasi di suatu perusahaan)
  2. Jurnal (Novita Mariana, 2006, Pengukur-Pengukur Kesuksesan Sistem Informasi Eksekutif)
  3. Penelitian (Yuni Astuti Tri Tartiani, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Dan Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi Di Suatu Organisasi)

Postingan berikutnya

  1. contoh kegagalan sistem informasi
  2. contoh kasus kegagalan sistem informasi
  3. contoh kegagalan informasi